25.6 C
Medan
Sunday, June 16, 2024

Juliadi Unggul di Binjai, Asner di Siantar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga pukul 14.30 WIB kemarin, persentase perolehan suara masuk dari daerah penyelenggara Pilkada di Sumut, sudah hampir 50 persen di situs resmi KPU RI.

Perolehan suara di 6 Pilkada Kota, untuk Pilkada Medan, Bobby-Aulia masih unggul dari pesaingnya Akhyar-Salman, yakni 52,4% berbanding 47,6% dengan jumlah suara masuk 33,60%n

Pilkada Pematangsiantar, Asner Silalahi-Susanti Dewayani unggul jauh dari kolom kosong yakni; 75,3% berbanding 24,7% (suara masuk 53,39%).

Pilkada Sibolga unggul sementara Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing dengan perolehan 53,4% dibanding dua paslon pesaingnya (suara masuk 47,28%).

Selanjutnya Pilkada Tanjungbalai, paslon HM Syahrial-Syahrial-Waris unggul dengan perolehan 47,5% dibanding dua paslon lain yakni Eka Hadi-Gustami 39,7%, dan H Ismail-Afrizal Zulkarnain 12,7% (suara masuk 29,9%).

Pilkada Binjai paslon Juliadi-Amir Hamzah unggul dengan perolehan suara 49,6% dibanding Lisa-Sapta 35% dan Rahmat Sori Alam-Usman Jakfar 15,4% (suara masuk 56,84%).

Pilkada Gunung Sitoli paslon Lakhomizaro Zebua-Sowa’a Laoli unggul jauh dari kolom kosong; 75,4% berbanding 24,6% (suara masuk 26,71%).

Untuk 17 Pilkada Kabupaten, belum semua suara masuk ke KPU. Untuk Pilkada Tapsel, paslon Dolly Parlindungan Pasaribu-Rasyid Assaf Dongoran unggul atas pesaingnya, Yusuf Siregar-Robi Harahap yakni 59,7% berbanding 40,3% (suara masuk 48,56%).

Pilkada Sergai paslon Darma Wijaya-Adlin Tambunan peroleh 76,7%, unggul dari paslon Soekirman-Tengku Ryan Novandi 23,3% (suara masuk 38,39%).

Pilkada Simalungun paslon Radiapoh Sinaga-Zonny Waldi unggul dari para pesaingnya dengan perolehan 42,2% (suara masuk 35,69%).

Pilkada Labuhan Batu paslon Andi Suhaimi-Suhaimi-Faizal Amri Siregar memeroleh suara 36,8%, bersaing ketat dengan Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar yakni 35,6% dan Abdul Roni Harahap-Ahmad Jais Rambe (12,3%), Suhari Pane-Irwan Indra (6,3%), dan Panusunan Siregar-Idlinsah Harahap (9,0%).

Lalu Pilkada Asahan, paslon petahana Surya-Zainal Abidin unggul dengan perolehan suara 45,6% dibanding para pesaingnya yakni, Nurhazijah Marpaung-Henri Siregar (33,6%), dan Rosmansyah-Winda Fitrika (20,8%).

Paslon petahana juga unggul di Pilkada Madina yakni Dahlan Hasan Nasution-Aswin Parinduri dengan perolehan 38,3% dibanding para pesaingnya.

Gubsu: Tak Ada Pelanggaran Prokes

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 pada 6 kota dan 17 kabupaten di Sumut, berjalan aman dan lancar pada 9 Desember kemarin.

“Bagus, semua lancar. Aman, tidak ada persoalan-persoalan yang signifikan. Kalau persoalan menang kalah, kalian pasti lebih tau,” kata dia menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Kamis (10/12).

Edy memastikan, sebagai gubernur dirinya tidak berhak mengintervensi kinerja Komisi Pemilihan Umum. Ia hanya bertugas untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Sumut selama Pilkada berlangsung, terlebih di tengah pandemi Covid-19. “Saya tidak bicara menang kalah. Tugas saya sebagai gubernur, saya hanya minta itu berjalan lancar dan aman,” tegasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya pelanggaran protokol kesehatan selama pelaksanaan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), ia mengaku semua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) telah menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan dan lainnya untuk pemilih yang datang, demi meminimalisir penularan Covid-19.

Begitupun dirinya belum mendapat data pasti soal perkembangan penularan Covid-19 pascapemungutan suara di TPS. “Tidak ada pelanggaran protokol kesehatan. Berjalan dengan baik. Tapi belum dapat laporan untuk melihat dan mengevaluasi apakah ada perkembangan kondisi Covid-19 ini. Atau gara-gara Pilkada, Covid-19 menurun,” seloroh Edy.

PSU di Binjai

Senada, KPU Sumut juga mengutarakan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak kali ini berjalan lancar dan baik. Sejauh ini KPU Sumut sedang mendata daerah mana yang bakal melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU). “Lancar,” kata Komisioner KPU Sumut Divisi Data dan Informasi, Yulhasni. “Kami lagi mendata apakah ada PSU di daerah. Sementara yang sudah memastikan itu di Binjai,” imbuhnya.

Namun pihaknya belum mengetahui pasti penyebab PSU dilakukan di Kota Binjai tersebut. “Bisa jadi karena C6 (Surat Pemberitahuan Memilih) seseorang digunakan orang lain. Tapi begitupun kepastiannya KPU Binjai yang lebih tau,” katanya.

Menurutnya KPU Binjai sudah mengeluarkan surat keputusan tentang PSU di TPS 3, Kelurahan Berngam Kecamatan Binjai Kota, dan direncanakan digelar pada Sabtu besok. Ia menambahkan, sesuai tahapan, rekapitulasi penghitungan suara di KPU akan berlangsung pada 13-17 Desember mendatang. KPU Sumut meminta sekaligus mengimbau KPU kabupaten/kota mematuhi jadwal tahapan yang sudah ditentukan tersebut.

Gubsu: Pemenang Harus Amanah

Terkait pasangan calon yang menang di Pilkada Medan 2020, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, siapapun itu adalah sosok yang diinginkan rakyat. Paling terpenting, menurut dia, paslon yang menang harus mampu mengemban amanah rakyat dengan baik, sesuai apa yang sudah diprogramkan.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survey, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman dinyatakan unggul dari pesaingnya Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

“Rakyat ‘kan sudah memilih dia (Bobby) menjadi wali Kota Medan. Berarti rakyat Kota Medan harus berdoa dan bersama-sama untuk membangun Kota Medan,” kata Edy menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Kamis (10/12).

Edy berharap, baik Bobby dan Aulia nantinya selain menjalankan amanah rakyat, juga bekerja keras melakukan yang terbaik untuk kemajuan Kota Medan. Mengingat Kota Medan merupakan ibukota Provinsi Sumut.

Gubsu pun memastikan, ketika Bobby-Aulia nanti dilantik, takkan ada kendala komunikasi atau silang pendapat antara pemerintah provinsi dan Pemko Medan, meski Bobby adalah menantu Presiden RI, Joko Widodo.

Menurutnya, baik Pemprov Sumut maupun Pemko Medan mempunyai visi dan misi yang sama sebagai pemerintahan, yakni melakukan pembangunan dan menyejahterahkan rakyat. “Sekarang bukan persoalan dia (Bobby) itu menantu atau bukan menantu presiden. Persoalannya adalah dia ini ‘kan sah ketika dilantik. Sah dari segi hukum, dari persyaratan administrasi dia oke, dari segi pemilihan oke, tidak ada cacat, dia menang,” ungkapnya.

Adapun pemenang Pilkada Kota Medan, berdasarkan jadwal tahapan dari KPU, akan diumumkan secara resmi pada 13-17 Desember 2020 mendatang. (prn)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga pukul 14.30 WIB kemarin, persentase perolehan suara masuk dari daerah penyelenggara Pilkada di Sumut, sudah hampir 50 persen di situs resmi KPU RI.

Perolehan suara di 6 Pilkada Kota, untuk Pilkada Medan, Bobby-Aulia masih unggul dari pesaingnya Akhyar-Salman, yakni 52,4% berbanding 47,6% dengan jumlah suara masuk 33,60%n

Pilkada Pematangsiantar, Asner Silalahi-Susanti Dewayani unggul jauh dari kolom kosong yakni; 75,3% berbanding 24,7% (suara masuk 53,39%).

Pilkada Sibolga unggul sementara Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing dengan perolehan 53,4% dibanding dua paslon pesaingnya (suara masuk 47,28%).

Selanjutnya Pilkada Tanjungbalai, paslon HM Syahrial-Syahrial-Waris unggul dengan perolehan 47,5% dibanding dua paslon lain yakni Eka Hadi-Gustami 39,7%, dan H Ismail-Afrizal Zulkarnain 12,7% (suara masuk 29,9%).

Pilkada Binjai paslon Juliadi-Amir Hamzah unggul dengan perolehan suara 49,6% dibanding Lisa-Sapta 35% dan Rahmat Sori Alam-Usman Jakfar 15,4% (suara masuk 56,84%).

Pilkada Gunung Sitoli paslon Lakhomizaro Zebua-Sowa’a Laoli unggul jauh dari kolom kosong; 75,4% berbanding 24,6% (suara masuk 26,71%).

Untuk 17 Pilkada Kabupaten, belum semua suara masuk ke KPU. Untuk Pilkada Tapsel, paslon Dolly Parlindungan Pasaribu-Rasyid Assaf Dongoran unggul atas pesaingnya, Yusuf Siregar-Robi Harahap yakni 59,7% berbanding 40,3% (suara masuk 48,56%).

Pilkada Sergai paslon Darma Wijaya-Adlin Tambunan peroleh 76,7%, unggul dari paslon Soekirman-Tengku Ryan Novandi 23,3% (suara masuk 38,39%).

Pilkada Simalungun paslon Radiapoh Sinaga-Zonny Waldi unggul dari para pesaingnya dengan perolehan 42,2% (suara masuk 35,69%).

Pilkada Labuhan Batu paslon Andi Suhaimi-Suhaimi-Faizal Amri Siregar memeroleh suara 36,8%, bersaing ketat dengan Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar yakni 35,6% dan Abdul Roni Harahap-Ahmad Jais Rambe (12,3%), Suhari Pane-Irwan Indra (6,3%), dan Panusunan Siregar-Idlinsah Harahap (9,0%).

Lalu Pilkada Asahan, paslon petahana Surya-Zainal Abidin unggul dengan perolehan suara 45,6% dibanding para pesaingnya yakni, Nurhazijah Marpaung-Henri Siregar (33,6%), dan Rosmansyah-Winda Fitrika (20,8%).

Paslon petahana juga unggul di Pilkada Madina yakni Dahlan Hasan Nasution-Aswin Parinduri dengan perolehan 38,3% dibanding para pesaingnya.

Gubsu: Tak Ada Pelanggaran Prokes

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 pada 6 kota dan 17 kabupaten di Sumut, berjalan aman dan lancar pada 9 Desember kemarin.

“Bagus, semua lancar. Aman, tidak ada persoalan-persoalan yang signifikan. Kalau persoalan menang kalah, kalian pasti lebih tau,” kata dia menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Kamis (10/12).

Edy memastikan, sebagai gubernur dirinya tidak berhak mengintervensi kinerja Komisi Pemilihan Umum. Ia hanya bertugas untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Sumut selama Pilkada berlangsung, terlebih di tengah pandemi Covid-19. “Saya tidak bicara menang kalah. Tugas saya sebagai gubernur, saya hanya minta itu berjalan lancar dan aman,” tegasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya pelanggaran protokol kesehatan selama pelaksanaan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), ia mengaku semua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) telah menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan dan lainnya untuk pemilih yang datang, demi meminimalisir penularan Covid-19.

Begitupun dirinya belum mendapat data pasti soal perkembangan penularan Covid-19 pascapemungutan suara di TPS. “Tidak ada pelanggaran protokol kesehatan. Berjalan dengan baik. Tapi belum dapat laporan untuk melihat dan mengevaluasi apakah ada perkembangan kondisi Covid-19 ini. Atau gara-gara Pilkada, Covid-19 menurun,” seloroh Edy.

PSU di Binjai

Senada, KPU Sumut juga mengutarakan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak kali ini berjalan lancar dan baik. Sejauh ini KPU Sumut sedang mendata daerah mana yang bakal melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU). “Lancar,” kata Komisioner KPU Sumut Divisi Data dan Informasi, Yulhasni. “Kami lagi mendata apakah ada PSU di daerah. Sementara yang sudah memastikan itu di Binjai,” imbuhnya.

Namun pihaknya belum mengetahui pasti penyebab PSU dilakukan di Kota Binjai tersebut. “Bisa jadi karena C6 (Surat Pemberitahuan Memilih) seseorang digunakan orang lain. Tapi begitupun kepastiannya KPU Binjai yang lebih tau,” katanya.

Menurutnya KPU Binjai sudah mengeluarkan surat keputusan tentang PSU di TPS 3, Kelurahan Berngam Kecamatan Binjai Kota, dan direncanakan digelar pada Sabtu besok. Ia menambahkan, sesuai tahapan, rekapitulasi penghitungan suara di KPU akan berlangsung pada 13-17 Desember mendatang. KPU Sumut meminta sekaligus mengimbau KPU kabupaten/kota mematuhi jadwal tahapan yang sudah ditentukan tersebut.

Gubsu: Pemenang Harus Amanah

Terkait pasangan calon yang menang di Pilkada Medan 2020, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, siapapun itu adalah sosok yang diinginkan rakyat. Paling terpenting, menurut dia, paslon yang menang harus mampu mengemban amanah rakyat dengan baik, sesuai apa yang sudah diprogramkan.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survey, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman dinyatakan unggul dari pesaingnya Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

“Rakyat ‘kan sudah memilih dia (Bobby) menjadi wali Kota Medan. Berarti rakyat Kota Medan harus berdoa dan bersama-sama untuk membangun Kota Medan,” kata Edy menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Kamis (10/12).

Edy berharap, baik Bobby dan Aulia nantinya selain menjalankan amanah rakyat, juga bekerja keras melakukan yang terbaik untuk kemajuan Kota Medan. Mengingat Kota Medan merupakan ibukota Provinsi Sumut.

Gubsu pun memastikan, ketika Bobby-Aulia nanti dilantik, takkan ada kendala komunikasi atau silang pendapat antara pemerintah provinsi dan Pemko Medan, meski Bobby adalah menantu Presiden RI, Joko Widodo.

Menurutnya, baik Pemprov Sumut maupun Pemko Medan mempunyai visi dan misi yang sama sebagai pemerintahan, yakni melakukan pembangunan dan menyejahterahkan rakyat. “Sekarang bukan persoalan dia (Bobby) itu menantu atau bukan menantu presiden. Persoalannya adalah dia ini ‘kan sah ketika dilantik. Sah dari segi hukum, dari persyaratan administrasi dia oke, dari segi pemilihan oke, tidak ada cacat, dia menang,” ungkapnya.

Adapun pemenang Pilkada Kota Medan, berdasarkan jadwal tahapan dari KPU, akan diumumkan secara resmi pada 13-17 Desember 2020 mendatang. (prn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/