25 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Brimob Amankan Benda Diduga Bom

SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Patuan Anggi, Kecamatan Siantar Utara dihebohkan dengan adanya penemuan sebuah benda yang mengeluarkan asap dan api, Jumat (12/5) sekira pukul 10.30 WIB. Diduga bahan peledak, Tim Gegana Brimob Subden 2B Pematangsiantar mengevakuasi dan membawa benda tersebut untuk diperiksa di lafbor.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, penemuan benda tersebut pertama kali dilihat seorang warga bernama Eka Darma selaku anggota bongkar muat di Jalan Patuan Anggi.

Ia mengatakan tiba-tiba benda berwarna putih seukuran botol minuman tersebut terjatuh di pinggir jalan dan mengeluarkan percikan api dan asap.

Sontak saja asap itu menimbulkan reaksi dari warga. Apalagi tempat itu pas berada di samping pasar tradisional Parluasan yang merupakan pasar terbesar di Kota Siantar membuat suasana cepat ramai.

Takut terjadi hal yang tidak di inginkan, Eka Darma dan warga lainnya langsung menyiram pakai air hingga percikan api padam.

“Saya tidak memperhatikan siapa yang melempar benda itu. Tapi seolah-olah dilempar. Tadi kami langsung takut dan segera menyiramnya,” ujar Eka Darma.

Eka juga menambahkan kalau benda itu tidak menimbulkan ledakan seperti suara bom.

Tidak beberapa lama kemudian, sejumlah personel kepolisian Polres Pematangsiantar dan tim Gegana Brimob Subden 2B Pematangsiantar turun ke lokasi dan membuat garis polisi.

Sementara arus lalu lintas dialihkan. Dengan mengenakan pakaian lengkap, Anggota Gegana mendekati benda tersebut dan secara perlahan mengambil dan memasukkan ke sebuah wadah.

Sementara itu, anggota lainnya menyisir di berbagai tempat hingga ke dalam selokan guna memastikan apakah ada lagi benda lainnya yang mencurigakan. Setelah dipastikan nihil, anggota Brimob meninggalkan lokasi.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Fernando SIK yang berada di lokasi mengungkapkan, belum dipastikan apakah benda tersebut bahan peledak atau bukan karena masih dibawa ke lafbor untuk diperiksa.

“Masih diperiksa ya. Kalau bahan peledak itukan ada unsur-unsurnya,” ujar Kapolres.

Adapun unsur bahan peledak yang disampaikan AKBP Fernando, yakni power atau sumber utama, inisiator atau pencetus, eksplosif atau bahan peledak dan terakhir, suits atau saklar.

“Dilihat dari TKP awal, keempat unsur itu tidak ada. Tidak dilihat, tetapi kita tidak bisa memastikan apakah itu bahan peledak atau tidak sebelum diuji atau dilihat oleh laboratorium forensik,” ungkapnya lagi.

Kapolres juga mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa lokasi. Karena tidak ada CCTV, sehingga sulit mengetahui sumber benda tersebut.

“Keterangan awal dari saksi kalau benda itu jatuh dari atas atas. Tapi kita masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan dari saksi,” jelas kapolres. (mag-7/azw)

SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Patuan Anggi, Kecamatan Siantar Utara dihebohkan dengan adanya penemuan sebuah benda yang mengeluarkan asap dan api, Jumat (12/5) sekira pukul 10.30 WIB. Diduga bahan peledak, Tim Gegana Brimob Subden 2B Pematangsiantar mengevakuasi dan membawa benda tersebut untuk diperiksa di lafbor.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, penemuan benda tersebut pertama kali dilihat seorang warga bernama Eka Darma selaku anggota bongkar muat di Jalan Patuan Anggi.

Ia mengatakan tiba-tiba benda berwarna putih seukuran botol minuman tersebut terjatuh di pinggir jalan dan mengeluarkan percikan api dan asap.

Sontak saja asap itu menimbulkan reaksi dari warga. Apalagi tempat itu pas berada di samping pasar tradisional Parluasan yang merupakan pasar terbesar di Kota Siantar membuat suasana cepat ramai.

Takut terjadi hal yang tidak di inginkan, Eka Darma dan warga lainnya langsung menyiram pakai air hingga percikan api padam.

“Saya tidak memperhatikan siapa yang melempar benda itu. Tapi seolah-olah dilempar. Tadi kami langsung takut dan segera menyiramnya,” ujar Eka Darma.

Eka juga menambahkan kalau benda itu tidak menimbulkan ledakan seperti suara bom.

Tidak beberapa lama kemudian, sejumlah personel kepolisian Polres Pematangsiantar dan tim Gegana Brimob Subden 2B Pematangsiantar turun ke lokasi dan membuat garis polisi.

Sementara arus lalu lintas dialihkan. Dengan mengenakan pakaian lengkap, Anggota Gegana mendekati benda tersebut dan secara perlahan mengambil dan memasukkan ke sebuah wadah.

Sementara itu, anggota lainnya menyisir di berbagai tempat hingga ke dalam selokan guna memastikan apakah ada lagi benda lainnya yang mencurigakan. Setelah dipastikan nihil, anggota Brimob meninggalkan lokasi.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Fernando SIK yang berada di lokasi mengungkapkan, belum dipastikan apakah benda tersebut bahan peledak atau bukan karena masih dibawa ke lafbor untuk diperiksa.

“Masih diperiksa ya. Kalau bahan peledak itukan ada unsur-unsurnya,” ujar Kapolres.

Adapun unsur bahan peledak yang disampaikan AKBP Fernando, yakni power atau sumber utama, inisiator atau pencetus, eksplosif atau bahan peledak dan terakhir, suits atau saklar.

“Dilihat dari TKP awal, keempat unsur itu tidak ada. Tidak dilihat, tetapi kita tidak bisa memastikan apakah itu bahan peledak atau tidak sebelum diuji atau dilihat oleh laboratorium forensik,” ungkapnya lagi.

Kapolres juga mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa lokasi. Karena tidak ada CCTV, sehingga sulit mengetahui sumber benda tersebut.

“Keterangan awal dari saksi kalau benda itu jatuh dari atas atas. Tapi kita masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan dari saksi,” jelas kapolres. (mag-7/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/