Pengaduan

Jelajah Wisata Budaya ke-4 Singgahi Dokan, Karo Bidik Pasar Internasional

KARO-Pemkab Karo menyambut kedatangan peserta Jelajah Wisata Budaya Ke-4 (JWB4) di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Rabu kemarin. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas promosi wisata budaya Karo hingga ke pasar internasional.

Penyambutan dilakukan Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan pariwisata, perwakilan pemerintah, pelaku usaha, serta para buyer pariwisata dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutan tertulis Bupati Karo yang dibacakan Wakil Bupati, Pemkab Karo menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang telah memilih Kabupaten Karo sebagai lokasi penyelenggaraan JWB4. Menurutnya, Desa Dokan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis kebudayaan karena masih menyimpan warisan rumah adat, tradisi, kearifan lokal, dan nilai-nilai budaya masyarakat Karo.

“Desa Dokan bukan hanya sekadar tempat untuk dikunjungi, melainkan ruang hidup kebudayaan Karo. Di desa ini, kita dapat melihat jejak kehidupan masyarakat, rumah adat, tradisi, kearifan lokal, serta nilai-nilai budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Komando saat membacakan sambutan Bupati.

Pemkab Karo menilai pengembangan pariwisata dan pelestarian kebudayaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta komunitas pelaku wisata. Melalui kegiatan JWB4, diharapkan terbangun jejaring pemasaran pariwisata yang lebih luas, sekaligus mendorong lahirnya paket-paket wisata berkualitas yang dapat ditawarkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemkab Karo juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dan menjadi mitra aktif para pelaku pariwisata dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperpanjang lama tinggal (length of stay) di kawasan ekosistem pariwisata Danau Toba.

Di sisi lain, masyarakat Desa Dokan diharapkan terus menjaga identitas dan kekayaan budaya lokal agar pengembangan pariwisata tidak menghilangkan nilai-nilai tradisi yang menjadi daya tarik utama desa tersebut.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan ini, diantaranya Direktur Pemasaran Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Wahyu Dito Galih Indharto, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara Kementerian Kebudayaan RI, Sukronedi, Konsul Kehormatan Thailand di Medan, Martono Anggusti serta Ketua DPD ASPPI Sumatera Utara, Ahmad Fauzi Lubis.

Hadir pula para buyer pariwisata Nusantara dan luar negeri, perwakilan Bank Sumut Cabang Kabanjahe, PNM Cabang Kabanjahe, Telkomsel Kabanjahe, Forum Pelestarian Budaya Kabupaten Karo, jajaran perangkat daerah terkait, Camat Merek, Kepala Desa Dokan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen untuk membangun kerja sama konkret dalam mengembangkan pariwisata berbasis kebudayaan yang berkelanjutan di Kabupaten Karo.

Pemkab Karo berharap, melalui promosi dan kolaborasi lintas sektor, Desa Dokan semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan pelestarian warisan budaya Karo. (deo/ila)

KARO-Pemkab Karo menyambut kedatangan peserta Jelajah Wisata Budaya Ke-4 (JWB4) di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Rabu kemarin. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas promosi wisata budaya Karo hingga ke pasar internasional.

Penyambutan dilakukan Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan pariwisata, perwakilan pemerintah, pelaku usaha, serta para buyer pariwisata dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutan tertulis Bupati Karo yang dibacakan Wakil Bupati, Pemkab Karo menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang telah memilih Kabupaten Karo sebagai lokasi penyelenggaraan JWB4. Menurutnya, Desa Dokan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis kebudayaan karena masih menyimpan warisan rumah adat, tradisi, kearifan lokal, dan nilai-nilai budaya masyarakat Karo.

“Desa Dokan bukan hanya sekadar tempat untuk dikunjungi, melainkan ruang hidup kebudayaan Karo. Di desa ini, kita dapat melihat jejak kehidupan masyarakat, rumah adat, tradisi, kearifan lokal, serta nilai-nilai budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Komando saat membacakan sambutan Bupati.

Pemkab Karo menilai pengembangan pariwisata dan pelestarian kebudayaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta komunitas pelaku wisata. Melalui kegiatan JWB4, diharapkan terbangun jejaring pemasaran pariwisata yang lebih luas, sekaligus mendorong lahirnya paket-paket wisata berkualitas yang dapat ditawarkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemkab Karo juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dan menjadi mitra aktif para pelaku pariwisata dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperpanjang lama tinggal (length of stay) di kawasan ekosistem pariwisata Danau Toba.

Di sisi lain, masyarakat Desa Dokan diharapkan terus menjaga identitas dan kekayaan budaya lokal agar pengembangan pariwisata tidak menghilangkan nilai-nilai tradisi yang menjadi daya tarik utama desa tersebut.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan ini, diantaranya Direktur Pemasaran Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Wahyu Dito Galih Indharto, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara Kementerian Kebudayaan RI, Sukronedi, Konsul Kehormatan Thailand di Medan, Martono Anggusti serta Ketua DPD ASPPI Sumatera Utara, Ahmad Fauzi Lubis.

Hadir pula para buyer pariwisata Nusantara dan luar negeri, perwakilan Bank Sumut Cabang Kabanjahe, PNM Cabang Kabanjahe, Telkomsel Kabanjahe, Forum Pelestarian Budaya Kabupaten Karo, jajaran perangkat daerah terkait, Camat Merek, Kepala Desa Dokan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen untuk membangun kerja sama konkret dalam mengembangkan pariwisata berbasis kebudayaan yang berkelanjutan di Kabupaten Karo.

Pemkab Karo berharap, melalui promosi dan kolaborasi lintas sektor, Desa Dokan semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan pelestarian warisan budaya Karo. (deo/ila)

Artikel Terkait

Pengaduan

Terpopuler

Artikel Terbaru