Perbaikan Dua Bendung di Batubara Segera Dimulai, Dinas SDA Sumut Target Produksi Pertanian Meningkat

MEDAN – Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara memastikan akan segera melakukan perbaikan terhadap Bendung Cinta Maju dan Bendung Tanjung Muda yang berada di Kabupaten Batubara. Perbaikan ini ditargetkan mulai dilaksanakan paling lambat pada Juni 2026, guna memulihkan pasokan air irigasi dan meningkatkan kembali produktivitas pertanian masyarakat.

Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, menyampaikan bahwa saat ini proses perbaikan kedua bendung tersebut tengah memasuki tahap akhir tender.

“Saat ini sedang dalam proses tender dan dalam waktu dekat akan rampung. Paling lama bulan Juni pekerjaan sudah bisa dimulai,” ujar Gibson Panjaitan saat menerima audiensi di Kantor Dinas SDA Sumut, Jalan Sakti Lubis, Medan, Senin (11/5).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Nurliana Harahap, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batubara, Susiliatiawati Ritonga, serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, Feryanto Pawenrusi.

Gibson menegaskan, langkah percepatan perbaikan bendung ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus berupaya menjawab keluhan masyarakat, khususnya petani. Kami ingin memastikan pasokan air kembali normal sehingga produksi pertanian bisa meningkat, sejalan dengan program pembangunan pertanian yang dicanangkan pemerintah,” jelasnya saat memberikan keterangan, Rabu (13/5).

Senada dengan itu, Kepala BBWS Sumatera II, Feryanto Pawenrusi, menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh dalam percepatan penanganan kerusakan bendung tersebut, mengingat perannya yang sangat vital bagi sistem irigasi di wilayah Batubara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara, Susiliatiawati Ritonga, mengungkapkan bahwa kerusakan Bendung Cinta Maju dan Bendung Tanjung Muda telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di daerah tersebut.

Menurutnya, para petani yang bergantung pada aliran air dari kedua bendung tersebut sudah cukup lama mengalami kesulitan akibat terhentinya pasokan air ke lahan persawahan.

“Petani mengeluhkan tidak adanya pasokan air yang masuk ke areal persawahan dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap menurunnya hasil produksi pertanian masyarakat,” ujarnya.

Bendung Cinta Maju sendiri diketahui memiliki peran penting dalam mengairi kawasan persawahan, khususnya di Desa Sukaramai dan sekitarnya. Sementara itu, Bendung Tanjung Muda menjadi sumber utama irigasi bagi lahan pertanian di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Airputih, Seisuka, dan Medangderas.

Dengan segera dimulainya perbaikan, diharapkan distribusi air irigasi dapat kembali normal, sehingga aktivitas pertanian masyarakat berjalan optimal dan produksi padi di Kabupaten Batubara dapat kembali meningkat secara signifikan.(san/azw)

MEDAN – Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara memastikan akan segera melakukan perbaikan terhadap Bendung Cinta Maju dan Bendung Tanjung Muda yang berada di Kabupaten Batubara. Perbaikan ini ditargetkan mulai dilaksanakan paling lambat pada Juni 2026, guna memulihkan pasokan air irigasi dan meningkatkan kembali produktivitas pertanian masyarakat.

Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, menyampaikan bahwa saat ini proses perbaikan kedua bendung tersebut tengah memasuki tahap akhir tender.

“Saat ini sedang dalam proses tender dan dalam waktu dekat akan rampung. Paling lama bulan Juni pekerjaan sudah bisa dimulai,” ujar Gibson Panjaitan saat menerima audiensi di Kantor Dinas SDA Sumut, Jalan Sakti Lubis, Medan, Senin (11/5).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Nurliana Harahap, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batubara, Susiliatiawati Ritonga, serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, Feryanto Pawenrusi.

Gibson menegaskan, langkah percepatan perbaikan bendung ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus berupaya menjawab keluhan masyarakat, khususnya petani. Kami ingin memastikan pasokan air kembali normal sehingga produksi pertanian bisa meningkat, sejalan dengan program pembangunan pertanian yang dicanangkan pemerintah,” jelasnya saat memberikan keterangan, Rabu (13/5).

Senada dengan itu, Kepala BBWS Sumatera II, Feryanto Pawenrusi, menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh dalam percepatan penanganan kerusakan bendung tersebut, mengingat perannya yang sangat vital bagi sistem irigasi di wilayah Batubara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara, Susiliatiawati Ritonga, mengungkapkan bahwa kerusakan Bendung Cinta Maju dan Bendung Tanjung Muda telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di daerah tersebut.

Menurutnya, para petani yang bergantung pada aliran air dari kedua bendung tersebut sudah cukup lama mengalami kesulitan akibat terhentinya pasokan air ke lahan persawahan.

“Petani mengeluhkan tidak adanya pasokan air yang masuk ke areal persawahan dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap menurunnya hasil produksi pertanian masyarakat,” ujarnya.

Bendung Cinta Maju sendiri diketahui memiliki peran penting dalam mengairi kawasan persawahan, khususnya di Desa Sukaramai dan sekitarnya. Sementara itu, Bendung Tanjung Muda menjadi sumber utama irigasi bagi lahan pertanian di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Airputih, Seisuka, dan Medangderas.

Dengan segera dimulainya perbaikan, diharapkan distribusi air irigasi dapat kembali normal, sehingga aktivitas pertanian masyarakat berjalan optimal dan produksi padi di Kabupaten Batubara dapat kembali meningkat secara signifikan.(san/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru