Dukung Asta Cita Presiden RI, Kejari Sergai Gelar Rakor Progres Program MBG

SERDANG BEDAGAI – Dukung penuh Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi, Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai menggelar rapat koordinasi progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Koordinator Wilayah dan 67 Kepala SPPG dengan total 177.556 penerima manfaat di Aula Kantor Kejari Sergai, Kamis (15/10).

Kegiatan dipimpin langsung Kajari Sergai Rahmad Isnaini SH MH beserta jajaran pimpinan Kejari Sergai dan dihadiri Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Serdang Bedagai (Sergai), Kepala SPPG se-Kabupaten Sergai, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun), Kepala Seksi Intelijen (Kasintel), sejumlah Jaksa Pengacara Negara (JPN), dan Kepala Subseksi I Intelijen.

Kajari Sergai Rahmad Isnaini SH MH menjelaskan, rakor ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam mendukung program prioritas nasional. Program MBG sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan SDM melalui pemenuhan gizi, peningkatan kualitas kesehatan, dan pendidikan.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah program strategis nasional. Kejari Sergai hadir untuk memastikan pelaksanaannya di Sergai berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Berdasarkan data perkembangan per Oktober 2026, tercatat sebanyak 67 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Kabupaten Serdang Bedagai. Total penerima manfaat mencapai 177.556 orang yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah aspek krusial menjadi perhatian bersama. Antara lain pemerataan jangkauan pelayanan SPPG, kelengkapan administrasi dan sertifikasi, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, serta kendala pendanaan yang berpotensi memengaruhi kesiapan operasional.

Dari perspektif Bidang Intelijen, Kasi Intel Kejari Sergai Yoppy Gumala SH MH mengungkapkan bahwa pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pemetaan potensi kerawanan.

“Kegiatan ini menjadi sarana koordinasi dan pertukaran informasi untuk memperoleh gambaran faktual di lapangan. Melalui pengumpulan bahan keterangan serta koordinasi dengan pihak terkait, berbagai potensi hambatan maupun indikasi penyimpangan diharapkan dapat diidentifikasi sejak dini,” tegas Yopy.

Ia menambahkan, setiap informasi mengenai dugaan permasalahan akan ditelaah secara profesional dan objektif berdasarkan data serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Melalui koordinasi dan pemantauan yang berkesinambungan, kami berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Serdang Bedagai dapat berjalan secara optimal, tertib, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kejari Sergai menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional serta mendukung upaya pencegahan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah. (fad/azw)

SERDANG BEDAGAI – Dukung penuh Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi, Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai menggelar rapat koordinasi progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Koordinator Wilayah dan 67 Kepala SPPG dengan total 177.556 penerima manfaat di Aula Kantor Kejari Sergai, Kamis (15/10).

Kegiatan dipimpin langsung Kajari Sergai Rahmad Isnaini SH MH beserta jajaran pimpinan Kejari Sergai dan dihadiri Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Serdang Bedagai (Sergai), Kepala SPPG se-Kabupaten Sergai, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun), Kepala Seksi Intelijen (Kasintel), sejumlah Jaksa Pengacara Negara (JPN), dan Kepala Subseksi I Intelijen.

Kajari Sergai Rahmad Isnaini SH MH menjelaskan, rakor ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam mendukung program prioritas nasional. Program MBG sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan SDM melalui pemenuhan gizi, peningkatan kualitas kesehatan, dan pendidikan.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah program strategis nasional. Kejari Sergai hadir untuk memastikan pelaksanaannya di Sergai berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Berdasarkan data perkembangan per Oktober 2026, tercatat sebanyak 67 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Kabupaten Serdang Bedagai. Total penerima manfaat mencapai 177.556 orang yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah aspek krusial menjadi perhatian bersama. Antara lain pemerataan jangkauan pelayanan SPPG, kelengkapan administrasi dan sertifikasi, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, serta kendala pendanaan yang berpotensi memengaruhi kesiapan operasional.

Dari perspektif Bidang Intelijen, Kasi Intel Kejari Sergai Yoppy Gumala SH MH mengungkapkan bahwa pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pemetaan potensi kerawanan.

“Kegiatan ini menjadi sarana koordinasi dan pertukaran informasi untuk memperoleh gambaran faktual di lapangan. Melalui pengumpulan bahan keterangan serta koordinasi dengan pihak terkait, berbagai potensi hambatan maupun indikasi penyimpangan diharapkan dapat diidentifikasi sejak dini,” tegas Yopy.

Ia menambahkan, setiap informasi mengenai dugaan permasalahan akan ditelaah secara profesional dan objektif berdasarkan data serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Melalui koordinasi dan pemantauan yang berkesinambungan, kami berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Serdang Bedagai dapat berjalan secara optimal, tertib, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kejari Sergai menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional serta mendukung upaya pencegahan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah. (fad/azw)

Artikel Terkait



Terpopuler

Artikel Terbaru