26 C
Medan
Wednesday, July 24, 2024

Pemko Binjai Habiskan Rp4,7 M untuk Lebarkan Jembatan

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai melebarkan jembatan di Jalan Imam Bonjol. Saat ini, pelaksanannya sedang berjalan.

Sedikitnya Rp4,7 miliar dianggarkan pemko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Binjai. Pelebaran jembatan dilakukan di penghujung berakhirnya jabatan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah.

Dilihat dari layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), pemenang paket proyek ini adalah CV Karunia Rezeky, yang berkantor di Jalan Benteng Hulu, Gang Syukur, Medan Tembung, Kota Medan. Dua perusahaan lain atas nama CV Artahsasta dan CV Jovan Mandiri tidak memenuhi syarat untuk memenangkan proyek tender tersebut.

Untuk CV Artahsasta tidak disebutkan alasannya kalah dalam tender. Sementara CV Jovan Mandiri dengan harga penawaran Rp4.398.637.820,87 tidak dapat memenangkan proyek karena sejumlah hal.

Seperti saat dilakukan klarifikasi pengalaman dan validasi kebenaran spesimen tandatangan pernyataan personil pelaksana dalam daftar riwayat hidup personil, tidak dapat terkonfirmasi oleh Direktur CV Jovan Mandiri.

Bahkan, Direktur CV Jovan Mandiri juga menyatakan tidak mengenal, dan tidak tahu keberadaan maupun domisili personil pelaksana yang diusulkan dalam dokumen penawaran teknis pada saat klarifikasi teknis dilakukan.

Karenanya, hal tersebut diragukan. Kemudian Kantor CV Jovan Mandiri juga diragukan dan tidak dapat dibuktikan penguasaan serta kepemilikan kantor dimaksud. Saat dilakukan validasi, tidak mempunyai identitas perkantoran (tidak ada plank papan nama perusahaan) serta tidak memiliki sarana perkantoran pada saat dilakukan kunjungan lapangan.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga, Ridho Indah Purnama, pelebaran jembatan dilakukan hanya pada sisi kiri saja. “Sisi kiri saja kalau dari makam pahlawan. Pelebarannya 2,5 meter,” kata Ridho, Senin (17/6/2024).

Dia menyebut, anggaran besar yang dikucurkan tidak hanya untuk pelebaran jembatan saja. “(Untuk) trotoar dan arsitektur jembatan (juga),” jelasnya.

Disoal kenapa dilakukan baru sekarang, Ridho menjawab kondisi keuangan. “Baru bisa dianggarkan, mengingat keuangan pemko yang rumit. Selain itu, juga lalu lintas 1 arah yang semakin padat,” tukasnya. (ted)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai melebarkan jembatan di Jalan Imam Bonjol. Saat ini, pelaksanannya sedang berjalan.

Sedikitnya Rp4,7 miliar dianggarkan pemko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Binjai. Pelebaran jembatan dilakukan di penghujung berakhirnya jabatan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah.

Dilihat dari layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), pemenang paket proyek ini adalah CV Karunia Rezeky, yang berkantor di Jalan Benteng Hulu, Gang Syukur, Medan Tembung, Kota Medan. Dua perusahaan lain atas nama CV Artahsasta dan CV Jovan Mandiri tidak memenuhi syarat untuk memenangkan proyek tender tersebut.

Untuk CV Artahsasta tidak disebutkan alasannya kalah dalam tender. Sementara CV Jovan Mandiri dengan harga penawaran Rp4.398.637.820,87 tidak dapat memenangkan proyek karena sejumlah hal.

Seperti saat dilakukan klarifikasi pengalaman dan validasi kebenaran spesimen tandatangan pernyataan personil pelaksana dalam daftar riwayat hidup personil, tidak dapat terkonfirmasi oleh Direktur CV Jovan Mandiri.

Bahkan, Direktur CV Jovan Mandiri juga menyatakan tidak mengenal, dan tidak tahu keberadaan maupun domisili personil pelaksana yang diusulkan dalam dokumen penawaran teknis pada saat klarifikasi teknis dilakukan.

Karenanya, hal tersebut diragukan. Kemudian Kantor CV Jovan Mandiri juga diragukan dan tidak dapat dibuktikan penguasaan serta kepemilikan kantor dimaksud. Saat dilakukan validasi, tidak mempunyai identitas perkantoran (tidak ada plank papan nama perusahaan) serta tidak memiliki sarana perkantoran pada saat dilakukan kunjungan lapangan.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga, Ridho Indah Purnama, pelebaran jembatan dilakukan hanya pada sisi kiri saja. “Sisi kiri saja kalau dari makam pahlawan. Pelebarannya 2,5 meter,” kata Ridho, Senin (17/6/2024).

Dia menyebut, anggaran besar yang dikucurkan tidak hanya untuk pelebaran jembatan saja. “(Untuk) trotoar dan arsitektur jembatan (juga),” jelasnya.

Disoal kenapa dilakukan baru sekarang, Ridho menjawab kondisi keuangan. “Baru bisa dianggarkan, mengingat keuangan pemko yang rumit. Selain itu, juga lalu lintas 1 arah yang semakin padat,” tukasnya. (ted)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/