Pembangunan Jalan Sipiongot–Labuhanbatu, BMBKCK Target Tepat Waktu dan Berkualitas

PALUTA – Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD BMCK Gunung Tua bersama konsultan supervisi dan pihak penyedia melaksanakan kegiatan rekayasa lapangan pada ruas Sipiongot–Batas Kabupaten Labuhanbatu di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan pembangunan peningkatan struktur jalan pada ruas Sipiongot–Batas Labuhanbatu yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.

Selain bertujuan menghasilkan data teknis yang akurat, rekayasa lapangan juga dilakukan sebagai langkah penyamaan persepsi antara seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Hal ini dinilai penting untuk memastikan pekerjaan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, serta optimal dalam penyerapan anggaran.

Kepala Dinas BMBKCK Sumut Chandra Dalimunthe melalui Kepala UPTD BMCK Gunungtua, Hasian Negara Dasopang, mengatakan kegiatan pengukuran di ruas tersebut tidak sekadar menjadi tahapan pengumpulan data teknis semata.

“Pengukuran pada ruas Sipiongot–Batas Kabupaten Labuhanbatu ini bukan hanya untuk pengumpulan data teknis, tetapi juga menjadi bagian dari proses rekayasa lapangan dalam rangka penyamaan persepsi antara UPTD BMCK Gunungtua, konsultan supervisi, dan pihak penyedia,” ujar Hasian dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, pelaksanaan rekayasa lapangan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait guna memastikan kesesuaian antara kondisi eksisting di lapangan dengan dokumen perencanaan yang telah disusun sebelumnya.

Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi fokus dalam kegiatan tersebut, mulai dari verifikasi trase jalan, pengukuran lebar efektif badan jalan, pengecekan elevasi, kondisi tanah dasar, hingga identifikasi titik-titik kritis yang berpotensi membutuhkan penanganan khusus dalam pekerjaan peningkatan struktur jalan nantinya.

“Melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat melihat langsung kondisi riil di lapangan sehingga metode penanganan yang diterapkan nantinya benar-benar sesuai kebutuhan,” katanya.

Dalam pelaksanaan rekayasa lapangan tersebut, tim juga melakukan diskusi teknis secara langsung di lokasi pekerjaan. Diskusi itu bertujuan menyepakati metode pelaksanaan pekerjaan sekaligus menentukan prioritas penanganan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Hasian menilai proses tersebut sangat penting untuk meminimalisir potensi deviasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan guna menghindari kesalahan interpretasi terhadap dokumen maupun gambar perencanaan.

“Dengan adanya penyamaan persepsi sejak awal, maka setiap tahapan pekerjaan diharapkan dapat dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara UPTD BMCK Gunungtua sebagai representasi pemerintah daerah, konsultan supervisi sebagai pengendali mutu, dan pihak penyedia sebagai pelaksana pekerjaan menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur jalan tersebut.

Karena itu, melalui rekayasa lapangan dan koordinasi terpadu yang dilakukan sejak tahap awal, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap lingkup pekerjaan, metode pelaksanaan, hingga standar mutu yang wajib dicapai selama proses pembangunan berlangsung.

“Kolaborasi dan koordinasi yang baik antarunsur pelaksana menjadi kunci agar pembangunan jalan ini dapat berjalan efektif, berkualitas, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.(san/azw)

PALUTA – Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD BMCK Gunung Tua bersama konsultan supervisi dan pihak penyedia melaksanakan kegiatan rekayasa lapangan pada ruas Sipiongot–Batas Kabupaten Labuhanbatu di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan pembangunan peningkatan struktur jalan pada ruas Sipiongot–Batas Labuhanbatu yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.

Selain bertujuan menghasilkan data teknis yang akurat, rekayasa lapangan juga dilakukan sebagai langkah penyamaan persepsi antara seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Hal ini dinilai penting untuk memastikan pekerjaan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, serta optimal dalam penyerapan anggaran.

Kepala Dinas BMBKCK Sumut Chandra Dalimunthe melalui Kepala UPTD BMCK Gunungtua, Hasian Negara Dasopang, mengatakan kegiatan pengukuran di ruas tersebut tidak sekadar menjadi tahapan pengumpulan data teknis semata.

“Pengukuran pada ruas Sipiongot–Batas Kabupaten Labuhanbatu ini bukan hanya untuk pengumpulan data teknis, tetapi juga menjadi bagian dari proses rekayasa lapangan dalam rangka penyamaan persepsi antara UPTD BMCK Gunungtua, konsultan supervisi, dan pihak penyedia,” ujar Hasian dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, pelaksanaan rekayasa lapangan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait guna memastikan kesesuaian antara kondisi eksisting di lapangan dengan dokumen perencanaan yang telah disusun sebelumnya.

Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi fokus dalam kegiatan tersebut, mulai dari verifikasi trase jalan, pengukuran lebar efektif badan jalan, pengecekan elevasi, kondisi tanah dasar, hingga identifikasi titik-titik kritis yang berpotensi membutuhkan penanganan khusus dalam pekerjaan peningkatan struktur jalan nantinya.

“Melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat melihat langsung kondisi riil di lapangan sehingga metode penanganan yang diterapkan nantinya benar-benar sesuai kebutuhan,” katanya.

Dalam pelaksanaan rekayasa lapangan tersebut, tim juga melakukan diskusi teknis secara langsung di lokasi pekerjaan. Diskusi itu bertujuan menyepakati metode pelaksanaan pekerjaan sekaligus menentukan prioritas penanganan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Hasian menilai proses tersebut sangat penting untuk meminimalisir potensi deviasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan guna menghindari kesalahan interpretasi terhadap dokumen maupun gambar perencanaan.

“Dengan adanya penyamaan persepsi sejak awal, maka setiap tahapan pekerjaan diharapkan dapat dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara UPTD BMCK Gunungtua sebagai representasi pemerintah daerah, konsultan supervisi sebagai pengendali mutu, dan pihak penyedia sebagai pelaksana pekerjaan menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur jalan tersebut.

Karena itu, melalui rekayasa lapangan dan koordinasi terpadu yang dilakukan sejak tahap awal, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap lingkup pekerjaan, metode pelaksanaan, hingga standar mutu yang wajib dicapai selama proses pembangunan berlangsung.

“Kolaborasi dan koordinasi yang baik antarunsur pelaksana menjadi kunci agar pembangunan jalan ini dapat berjalan efektif, berkualitas, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.(san/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru