26 C
Medan
Saturday, April 5, 2025

Protes Aktivitas Truk Galian C, Warga Desa Sosorlontung Blokir Jalan

MELINTAS: Truk pengangkut batu galian C saat melintas di Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO โ€“ Masyarakat Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi menutup badan jalan karena truk-truk galian C yang melintas di desa mereka menimbulkan polusi udara.

Hal itu disampaikan sejumlah warga Desa Sosorlontung, Parlindungan Sihombing (50), Meriani boru Lumbangaol (47) serta Sahat Sinaga (51) kepada wartawan, Jumat (20/9). Aksi protes itu mereka lakukan, karena sejak 3 bulan terakhir menghirup debu yang ditimbulkan truk-truk pengangkut batu dari tangkahan Dolok Siraut (daerah- red). Akibatnya, anak- anak mereka banyak mengalami batuk dan flu.

Tak hanya itu saja, menurut warga, pakaian yang mereka jemur menjadi kotor. โ€œPiring yang tersusun di rak, harus dicuci kembali saat hendak mau digunakan,โ€ ucap mereka. Terkait aksi warga, Kepala Desa Sosorlontung melakukan mediasi dan meminta pengusaha galian C untuk menyiram badan jalan.

Setelah sepakat, warga pun membuka akses jalan sehingga truk-truk pengangkut batu galian C dapat melintas kembali. Kepala Desa Sosor Lontung, Budi Manullang mengatakan pengusaha galian C lainnya meminta agar turut memperhatikan badan jalan Desa Sosorlontung. โ€œKita berharap mereka bisa koordinasi sesama pengusaha galian C,โ€ujar Budi. (rud/han)

MELINTAS: Truk pengangkut batu galian C saat melintas di Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO โ€“ Masyarakat Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi menutup badan jalan karena truk-truk galian C yang melintas di desa mereka menimbulkan polusi udara.

Hal itu disampaikan sejumlah warga Desa Sosorlontung, Parlindungan Sihombing (50), Meriani boru Lumbangaol (47) serta Sahat Sinaga (51) kepada wartawan, Jumat (20/9). Aksi protes itu mereka lakukan, karena sejak 3 bulan terakhir menghirup debu yang ditimbulkan truk-truk pengangkut batu dari tangkahan Dolok Siraut (daerah- red). Akibatnya, anak- anak mereka banyak mengalami batuk dan flu.

Tak hanya itu saja, menurut warga, pakaian yang mereka jemur menjadi kotor. โ€œPiring yang tersusun di rak, harus dicuci kembali saat hendak mau digunakan,โ€ ucap mereka. Terkait aksi warga, Kepala Desa Sosorlontung melakukan mediasi dan meminta pengusaha galian C untuk menyiram badan jalan.

Setelah sepakat, warga pun membuka akses jalan sehingga truk-truk pengangkut batu galian C dapat melintas kembali. Kepala Desa Sosor Lontung, Budi Manullang mengatakan pengusaha galian C lainnya meminta agar turut memperhatikan badan jalan Desa Sosorlontung. โ€œKita berharap mereka bisa koordinasi sesama pengusaha galian C,โ€ujar Budi. (rud/han)

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru