26.7 C
Medan
Sunday, May 19, 2024

Ngogesa Mundur, Paman Bobby Masuk Bursa

Doly Sinomba Siregar, paman Bobby Nasution (suami Kahiyang Ayu putri Presiden Jokowi).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu akhirnya menyampaikan secara resmi mundur sebagai calon Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu). Pengunduran dirinya ini disampaikan Ngogesa langsung kepada pengurus harian DPD Golkar Sumut saat rapat pleno terbatas di Hotel Fave Jalan S Parman, Senin (20/11). Lantas, siapa pengganti Ngogesa yang bakal diusulkan Golkar menjadi Wagubsu?

Dalam rapat pleno terbatas kemarin, Bupati Langkat dua priode itu menyampaikan sejumlah alasan mengapa ia memilih mengundurkan diri, padahal sudah lebih dulu ditetapkan DPP Partai Golkar menjadi pendamping gubernur incumbent, Tengku Erry Nuradi di Pilkada 2018.

“Sudah final (keputusan mengundurkan diri). Saya sejak 2015 sudah pasang ring (di jantung). Belakangan, kondisi agak sedikit melemah. Surat permohonan pengunduran diri sudah disampaikan ke DPP, memang sampai saat ini belum ada jawabannya,” kata Ngogesa kepada wartawan usai rapat pleno yang digelar tertutup itu.

Ngogesa mengaku, setiap tiga bulan atau enam bulan sekali harus memeriksakan kondisinya ke luar negeri. “Tidak ada alasan lain, seperti sakit hati dan sebagainya. Keputusan mundur bukan karena ingin mencalonkan diri kembali melalui parpol lain, tidak ada. Murni masalah kesehatan,” jelasnya.

Dia mengaku, ada mekanisme yang berlaku di Partai Golkar dalam menetapkan pengganti dirinya sebagai Balon Wakil Gubernur Sumut. “Tentu akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Nanti usulannya disampaikan ke DPP, keputusan akhir juga ada di sana,” pungkasnya.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Sumut, Syahlul Situmeang menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan membuat tim penjaringan untuk calon wakil Gubernur Sumut.

Dia mengaku, Partai Golkar tidak kekurangan kader terbaik untuk bisa diusulkan menjadi calon wakil gubernur pendamping incumbent.

HT Erry Nuradi (kiri) dan Ngogesa Sitepu saling berjabat tangan saat dipertemukan beberapa waktu lalu. Keduanya dinyatakan pasangan untuk maju pada Pilgubsu 2018 mendatang.

Syahlul bahkan ikut menjagokan Doly Sinomba Siregar, Anggota DPRD Sumut yang juga besan Presiden Jokowi. “Ada Bang Doli Siregar, ada Irham Buana (Sekretaris DPD), Bupati Tapsel, Syahrul Pasaribu. Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman. Bupati Padanglawas Utara Bachrum Harahap, Bupati Dairi Johny Sitohang. Apakah mereka nanti mendaftar, kita lihat saja,” paparnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, Faisal dengan tegas mengatakan, pihaknya akan menolak apabila Tengku Erry Nuradi memilih calon wakil gubernur dari eksternal Partai Golkar. Sebagai parpol pemenang Pemilu yang memiliki 17 kursi di DPRD Sumut, dia berharap agar kader Golkar bisa dipilih. “Masak dari 17 anggota DPRD Sumut tidak ada satupun yang bisa, tidak mungkin. Ada besan Presiden juga di situ, kan bisa diusung,” jelas Ketua DPD AMPI Sumut ini.

Faisal juga menanggapi banyaknya baliho yang menampilkan wajah Tengku Erry Nuradi dengan Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara. Dia dengan tegas mengatakan, pihaknya tidak akan terima Tengku Erry mengusulkan nama Ivan sebagai calon wakil gubernur. “Ivan bukan kader (Golkar), tidak mungkin. Dengan 17 kursi, tidak mungkin Golkar hanya jadi penonton,” tegasnya.

Faisal tidak mau berburuk sangka meski banyak bermunculan baliho Erry-Ivan di sejumlah titik menjelang masa pendaftaran calon Gubernur dibuka. “Mungkin baliho itu dalam rangka sosialisasi Kadin saja,” pungkasnya. (dik/prn/adz)

Doly Sinomba Siregar, paman Bobby Nasution (suami Kahiyang Ayu putri Presiden Jokowi).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu akhirnya menyampaikan secara resmi mundur sebagai calon Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu). Pengunduran dirinya ini disampaikan Ngogesa langsung kepada pengurus harian DPD Golkar Sumut saat rapat pleno terbatas di Hotel Fave Jalan S Parman, Senin (20/11). Lantas, siapa pengganti Ngogesa yang bakal diusulkan Golkar menjadi Wagubsu?

Dalam rapat pleno terbatas kemarin, Bupati Langkat dua priode itu menyampaikan sejumlah alasan mengapa ia memilih mengundurkan diri, padahal sudah lebih dulu ditetapkan DPP Partai Golkar menjadi pendamping gubernur incumbent, Tengku Erry Nuradi di Pilkada 2018.

“Sudah final (keputusan mengundurkan diri). Saya sejak 2015 sudah pasang ring (di jantung). Belakangan, kondisi agak sedikit melemah. Surat permohonan pengunduran diri sudah disampaikan ke DPP, memang sampai saat ini belum ada jawabannya,” kata Ngogesa kepada wartawan usai rapat pleno yang digelar tertutup itu.

Ngogesa mengaku, setiap tiga bulan atau enam bulan sekali harus memeriksakan kondisinya ke luar negeri. “Tidak ada alasan lain, seperti sakit hati dan sebagainya. Keputusan mundur bukan karena ingin mencalonkan diri kembali melalui parpol lain, tidak ada. Murni masalah kesehatan,” jelasnya.

Dia mengaku, ada mekanisme yang berlaku di Partai Golkar dalam menetapkan pengganti dirinya sebagai Balon Wakil Gubernur Sumut. “Tentu akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Nanti usulannya disampaikan ke DPP, keputusan akhir juga ada di sana,” pungkasnya.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Sumut, Syahlul Situmeang menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan membuat tim penjaringan untuk calon wakil Gubernur Sumut.

Dia mengaku, Partai Golkar tidak kekurangan kader terbaik untuk bisa diusulkan menjadi calon wakil gubernur pendamping incumbent.

HT Erry Nuradi (kiri) dan Ngogesa Sitepu saling berjabat tangan saat dipertemukan beberapa waktu lalu. Keduanya dinyatakan pasangan untuk maju pada Pilgubsu 2018 mendatang.

Syahlul bahkan ikut menjagokan Doly Sinomba Siregar, Anggota DPRD Sumut yang juga besan Presiden Jokowi. “Ada Bang Doli Siregar, ada Irham Buana (Sekretaris DPD), Bupati Tapsel, Syahrul Pasaribu. Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman. Bupati Padanglawas Utara Bachrum Harahap, Bupati Dairi Johny Sitohang. Apakah mereka nanti mendaftar, kita lihat saja,” paparnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, Faisal dengan tegas mengatakan, pihaknya akan menolak apabila Tengku Erry Nuradi memilih calon wakil gubernur dari eksternal Partai Golkar. Sebagai parpol pemenang Pemilu yang memiliki 17 kursi di DPRD Sumut, dia berharap agar kader Golkar bisa dipilih. “Masak dari 17 anggota DPRD Sumut tidak ada satupun yang bisa, tidak mungkin. Ada besan Presiden juga di situ, kan bisa diusung,” jelas Ketua DPD AMPI Sumut ini.

Faisal juga menanggapi banyaknya baliho yang menampilkan wajah Tengku Erry Nuradi dengan Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara. Dia dengan tegas mengatakan, pihaknya tidak akan terima Tengku Erry mengusulkan nama Ivan sebagai calon wakil gubernur. “Ivan bukan kader (Golkar), tidak mungkin. Dengan 17 kursi, tidak mungkin Golkar hanya jadi penonton,” tegasnya.

Faisal tidak mau berburuk sangka meski banyak bermunculan baliho Erry-Ivan di sejumlah titik menjelang masa pendaftaran calon Gubernur dibuka. “Mungkin baliho itu dalam rangka sosialisasi Kadin saja,” pungkasnya. (dik/prn/adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/