25.6 C
Medan
Sunday, June 16, 2024

Edy Rahmayadi: Saya Selalu Meminta Maaf

Triadi Wibowo/Sumut Pos-
Balon Gubsu Edy Rahmayadi dan Balon Wagubsu Musa Rajeckshah berbincang akrab saat berkunjung ke Graha Pena Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyelaraskan antara pikiran dan hati, menjadi kunci bagi Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Edy Rahmayadi untuk membangun Sumut yang bermartabat. Menurutnya kepemimpinan bukan sekadar bicara personal, melainkan keseluruhan dalam organisasi, mengejar target pembangunan yang tidak hanya lips service.

Dalam pertemuan sederhana di Warung Kopi Ulee Kareng Jalan Dr Mansyur Medan, Jumat (23/2) pagi, Edy melihat kondisi pembangunan yang ada seringkali terlihat sangat baik. Kenyataannya, seakan berbanding terbalik dengan apa yang ditampilkan. Sehingga menurutnya, harus ada perubahan agar keterpurukan yang terjadi di Sumut selama ini, bisa diperbaiki.

“Kenapa kita terpuruk? Karena kita sok tahu, sok bisa. Jangan malu kalau memang kita masih mampunya makan ubi, tak perlu memaksa harus makan keju. Begitu juga program pembangunan yang tidak sesuai kenyataan, karena kita sibuk mengejar piala,” ujar Edy saat ditanya soal pembangunan yang masih belum merata.

Dirinya pun mengakui, gaya kepemimpinannya saat ini tidak terlepas dari pengalamannya selama ini di TNI, sebagai mantan Pangdam I/BB dan Pangkostrad. Namun menurutnya, hal itu bukan suatu hal yang perlu dipersoalkan lagi. Sebab, kuncinya adalah menyelaraskan antara pikiran dan hati nurani untuk membangun Sumut bermartabat.

“Saya selalu minta maaf, kalau belum bisa mengubah gaya saya. Karena baru dua bulan saya tinggalkan jabatan Panglima (Pangkostrad), tidak mudah mengubahnya. Tetapi soal kepemimpinan, itu urusan organisasi, bukan saya sendiri. Bagaimana meraih kepercayaan rakyat dalam mengelola pemerintahan, menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat, bukan karena suka atau tidak suka,” katanya.

Triadi Wibowo/Sumut Pos-
Balon Gubsu Edy Rahmayadi dan Balon Wagubsu Musa Rajeckshah berbincang akrab saat berkunjung ke Graha Pena Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyelaraskan antara pikiran dan hati, menjadi kunci bagi Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Edy Rahmayadi untuk membangun Sumut yang bermartabat. Menurutnya kepemimpinan bukan sekadar bicara personal, melainkan keseluruhan dalam organisasi, mengejar target pembangunan yang tidak hanya lips service.

Dalam pertemuan sederhana di Warung Kopi Ulee Kareng Jalan Dr Mansyur Medan, Jumat (23/2) pagi, Edy melihat kondisi pembangunan yang ada seringkali terlihat sangat baik. Kenyataannya, seakan berbanding terbalik dengan apa yang ditampilkan. Sehingga menurutnya, harus ada perubahan agar keterpurukan yang terjadi di Sumut selama ini, bisa diperbaiki.

“Kenapa kita terpuruk? Karena kita sok tahu, sok bisa. Jangan malu kalau memang kita masih mampunya makan ubi, tak perlu memaksa harus makan keju. Begitu juga program pembangunan yang tidak sesuai kenyataan, karena kita sibuk mengejar piala,” ujar Edy saat ditanya soal pembangunan yang masih belum merata.

Dirinya pun mengakui, gaya kepemimpinannya saat ini tidak terlepas dari pengalamannya selama ini di TNI, sebagai mantan Pangdam I/BB dan Pangkostrad. Namun menurutnya, hal itu bukan suatu hal yang perlu dipersoalkan lagi. Sebab, kuncinya adalah menyelaraskan antara pikiran dan hati nurani untuk membangun Sumut bermartabat.

“Saya selalu minta maaf, kalau belum bisa mengubah gaya saya. Karena baru dua bulan saya tinggalkan jabatan Panglima (Pangkostrad), tidak mudah mengubahnya. Tetapi soal kepemimpinan, itu urusan organisasi, bukan saya sendiri. Bagaimana meraih kepercayaan rakyat dalam mengelola pemerintahan, menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat, bukan karena suka atau tidak suka,” katanya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/