26.7 C
Medan
Tuesday, May 7, 2024

Gatot Dituduh Ingin Acak-acak Partai Nasdem

Foto: IMAM HUSEIN/JAWA POS Gatot Pujo Nugroho (kanan) dan istrinya Evi Susanti memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/8).  Gubernur non-aktif Sumatera Utara tersebut diperiksa sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Foto: IMAM HUSEIN/JAWA POS
Gatot Pujo Nugroho (kanan) dan istrinya Evi Susanti memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/8).
Gubernur non-aktif Sumatera Utara tersebut diperiksa sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem), Syarif Alkadrie menduga Gubernur Sumatera Utara Non Aktif, Gatot Pudjo Nugroho ingin mengacak-acak partainya karena mengkaitkan pertemuan di DPP NasDem dengan kasus suap bantuan sosial (bansos).

Ini terkait dengan pengakuan Gatot di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (25/9) kemarin, bahwa Ia bersama wakilnya (Wakil Gubernur Sumut, red) yang merupakan kader NasDem pernah mengadakan pertemuan di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat. Ini pula yang diduga membuat penyidik perlu memeriksa Sekjen NasDem, Patrice Rio Capella.

Namun, Syarif Alkadrie menyatakan siapapun bisa data ke kantor partainya. Apalagi Wagub Sumut merupakan kader NasDem.

Tapi dia menegaskan partai pimpinan Surya Paloh itu tidak mungkin memberikan pembelaan terhadap tindak pidana seperti yang terjadi di Sumut.

“Tidak mungkin Nasdem akan membela kalau itu persoalan yang berkaitan dengan tindak pidana. Tapi kalau dia datang mengadukan hal ini kan bisa saja,” ujar Syarif saat dihubungi wartawan, Sabtu (26/9).

Apakah Sekretaris Fraksi NasDem DPR ini melihat ada upaya dari Gatot menyeret partainya ke dalam kasus suap hakim terkait perkara bansos Sumut? Syarif pun mengamininya.

“Saya pikir ada skenario. Hanya untuk mengacak. Mungkin Gatot merasa seolah Wagub Sumut orang Nasdem. Jadi Nasdem mau ditarik seperti itu. Kami nilai tidak baik juga, menurut saya hadapi saja kasus yang dituduhkan kepada dia (Gatot, red),” ujar Syarif.(fat/jpnn)

Foto: IMAM HUSEIN/JAWA POS Gatot Pujo Nugroho (kanan) dan istrinya Evi Susanti memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/8).  Gubernur non-aktif Sumatera Utara tersebut diperiksa sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Foto: IMAM HUSEIN/JAWA POS
Gatot Pujo Nugroho (kanan) dan istrinya Evi Susanti memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/8).
Gubernur non-aktif Sumatera Utara tersebut diperiksa sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem), Syarif Alkadrie menduga Gubernur Sumatera Utara Non Aktif, Gatot Pudjo Nugroho ingin mengacak-acak partainya karena mengkaitkan pertemuan di DPP NasDem dengan kasus suap bantuan sosial (bansos).

Ini terkait dengan pengakuan Gatot di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (25/9) kemarin, bahwa Ia bersama wakilnya (Wakil Gubernur Sumut, red) yang merupakan kader NasDem pernah mengadakan pertemuan di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat. Ini pula yang diduga membuat penyidik perlu memeriksa Sekjen NasDem, Patrice Rio Capella.

Namun, Syarif Alkadrie menyatakan siapapun bisa data ke kantor partainya. Apalagi Wagub Sumut merupakan kader NasDem.

Tapi dia menegaskan partai pimpinan Surya Paloh itu tidak mungkin memberikan pembelaan terhadap tindak pidana seperti yang terjadi di Sumut.

“Tidak mungkin Nasdem akan membela kalau itu persoalan yang berkaitan dengan tindak pidana. Tapi kalau dia datang mengadukan hal ini kan bisa saja,” ujar Syarif saat dihubungi wartawan, Sabtu (26/9).

Apakah Sekretaris Fraksi NasDem DPR ini melihat ada upaya dari Gatot menyeret partainya ke dalam kasus suap hakim terkait perkara bansos Sumut? Syarif pun mengamininya.

“Saya pikir ada skenario. Hanya untuk mengacak. Mungkin Gatot merasa seolah Wagub Sumut orang Nasdem. Jadi Nasdem mau ditarik seperti itu. Kami nilai tidak baik juga, menurut saya hadapi saja kasus yang dituduhkan kepada dia (Gatot, red),” ujar Syarif.(fat/jpnn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/