Damkar

HIMPAUDI Deli Serdang Gelar Workshop Merdeka Bermain Melalui Media Boneka Tangan

LUBUKPAKAM, sumutpos.co– Pengurus Daerah (PD) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Deli Serdang menggelar Workshop Implementasi 35 Kegiatan Merdeka Bermain Melalui Media Boneka Tangan di Balairung Pemkab Deli Serdang, Jalan Negara Lubuk Pakam, Sabtu (26/9). Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 guru PAUD Non Formal (Kelompok Bermain) se-Deli Serdang ini berlangsung penuh antusias dan kreatif.

Ketua Panitia, Nanin Afrida, SPd., dalam laporannya menyampaikan, workshop ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru PAUD. “Dengan media sederhana seperti boneka tangan, 35 kegiatan merdeka bermain bisa terlaksana secara menyenangkan,” ujar Nanin.

Ketua PD HIMPAUDI Deli Serdang Dr. Arie Dwi Ningsih, ST., MPd., didampingi Sekretaris Sri Yusniar, SPd, Mpsi., dan Bendahara Linda Dharmayani, SPd., menyampaikan pentingnya guru PAUD untuk terus-menerus meningkatkan kompetensinya dalam pembelajaran PAUD yang berkualitas dan menyenangkan. “Hal ini penting, karena guru PAUD adalah ujung tombak dalam memberikan layanan pendidikan, pengasuhan dan pendampingan bagi anak usia dini di tiap satuan pendidikan,” ujarnya.

Arie Dwi Ningsih juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Deli Serdang yang memberikan banyak perhatian terhadap perkembangan PAUD. Berbagai program sudah berjalan seperti beasiswa bagi guru PAUD, dukungan sarana PAUD, pelatihan, juga insentif bagi guru PAUD, dan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Arie Dwi Ningsih menyoroti rencana perubahan UU terkait Sistem Pendidikan Nasional, serta UU Guru dan Dosen. Agar tidak ada lagi diskriminasi antara PAUD Formal dan Non Formal, karena fakta di lapangan bahwa tugas dan tanggung jawab guru PAUD Formal dan Non Formal tidaklah berbeda, sehingga hak-hak terkait sertifikasi guru PAUD sudah selayaknya juga tidak dibedakan, tegas Arie Dwi Ningsih menyampaikan aspirasi dan suasana kebatinan yang dirasakan guru PAUD Non Formal se-Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang Fitriyan Syukri, SSTP, MSi yang hadir membuka acara menyampaikan kebanggaanya pada HIMPAUDI sebagai mitra strategis, yang sangat aktif membuat berbagai kegiatan untuk kemajuan PAUD di Deli Serdang. “Ini sejalan dan sangat mendukung motto Dinas Pendidikan saat ini, yaitu “Gendut” yang merupakan akronim dari “Gerakan Dinas Pendidikan Unggul dan Terdepan”. Mewujudkan layanan pendidikan yang unggul dan terdepan, termasuk bagi anak usia dini di Deli Serdang,” ujar Fitriyan Syukri.

Materi inti disampaikan oleh Narasumber Nasional, Remenda, SKom, MPd yang menjelaskan tema secara menarik dan interaktif. “Satu boneka bisa jadi 35 kegiatan. Contoh, boneka Kancil bisa untuk literasi (mendongeng), numerasi (menghitung wortelnya), sains (makanannya apa?), seni (suaranya bagaimana?), dan budi pekerti (jujur/tidak). Jangan ajari anak dengan ceramah, ajak main dengan bonekanya,” jelas Remenda.

Antusias peserta terlihat dari testimoni Lia, guru dari PAUD Durrotul Karim Indonesia , Kecamatan Tanjung Morawa. “Seru sekali Bunda! Baru kali ini workshop tidak mengantuk. Langsung praktik bikin boneka dan langsung bisa mengajar. Pulang dari sini saya mau langsung ajari anak-anak. Terima kasih HIMPAUDI Deli Serdang!”

Turut hadir sebagai tamu undangan Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Deli Serdang, Eviana Lestari, SPd, MPsi, Kepala Seksi PAUD, Muriadi, SH, MPd, Plt Ketua PW HIMPAUDI Sumut Drs. Rajuddin Batubara, Penasehat HIMPAUDI Deli Serdang Dr. Indra Prawira, ST, MM, Supervisor Marketing PT Erlangga, Pati Sirait, MM, Tim PD HIMPAUDI Kab. Deli Serdang, serta Tim PC HIMPAUDI Kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang. (adz)

LUBUKPAKAM, sumutpos.co– Pengurus Daerah (PD) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Deli Serdang menggelar Workshop Implementasi 35 Kegiatan Merdeka Bermain Melalui Media Boneka Tangan di Balairung Pemkab Deli Serdang, Jalan Negara Lubuk Pakam, Sabtu (26/9). Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 guru PAUD Non Formal (Kelompok Bermain) se-Deli Serdang ini berlangsung penuh antusias dan kreatif.

Ketua Panitia, Nanin Afrida, SPd., dalam laporannya menyampaikan, workshop ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru PAUD. “Dengan media sederhana seperti boneka tangan, 35 kegiatan merdeka bermain bisa terlaksana secara menyenangkan,” ujar Nanin.

Ketua PD HIMPAUDI Deli Serdang Dr. Arie Dwi Ningsih, ST., MPd., didampingi Sekretaris Sri Yusniar, SPd, Mpsi., dan Bendahara Linda Dharmayani, SPd., menyampaikan pentingnya guru PAUD untuk terus-menerus meningkatkan kompetensinya dalam pembelajaran PAUD yang berkualitas dan menyenangkan. “Hal ini penting, karena guru PAUD adalah ujung tombak dalam memberikan layanan pendidikan, pengasuhan dan pendampingan bagi anak usia dini di tiap satuan pendidikan,” ujarnya.

Arie Dwi Ningsih juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Deli Serdang yang memberikan banyak perhatian terhadap perkembangan PAUD. Berbagai program sudah berjalan seperti beasiswa bagi guru PAUD, dukungan sarana PAUD, pelatihan, juga insentif bagi guru PAUD, dan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Arie Dwi Ningsih menyoroti rencana perubahan UU terkait Sistem Pendidikan Nasional, serta UU Guru dan Dosen. Agar tidak ada lagi diskriminasi antara PAUD Formal dan Non Formal, karena fakta di lapangan bahwa tugas dan tanggung jawab guru PAUD Formal dan Non Formal tidaklah berbeda, sehingga hak-hak terkait sertifikasi guru PAUD sudah selayaknya juga tidak dibedakan, tegas Arie Dwi Ningsih menyampaikan aspirasi dan suasana kebatinan yang dirasakan guru PAUD Non Formal se-Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang Fitriyan Syukri, SSTP, MSi yang hadir membuka acara menyampaikan kebanggaanya pada HIMPAUDI sebagai mitra strategis, yang sangat aktif membuat berbagai kegiatan untuk kemajuan PAUD di Deli Serdang. “Ini sejalan dan sangat mendukung motto Dinas Pendidikan saat ini, yaitu “Gendut” yang merupakan akronim dari “Gerakan Dinas Pendidikan Unggul dan Terdepan”. Mewujudkan layanan pendidikan yang unggul dan terdepan, termasuk bagi anak usia dini di Deli Serdang,” ujar Fitriyan Syukri.

Materi inti disampaikan oleh Narasumber Nasional, Remenda, SKom, MPd yang menjelaskan tema secara menarik dan interaktif. “Satu boneka bisa jadi 35 kegiatan. Contoh, boneka Kancil bisa untuk literasi (mendongeng), numerasi (menghitung wortelnya), sains (makanannya apa?), seni (suaranya bagaimana?), dan budi pekerti (jujur/tidak). Jangan ajari anak dengan ceramah, ajak main dengan bonekanya,” jelas Remenda.

Antusias peserta terlihat dari testimoni Lia, guru dari PAUD Durrotul Karim Indonesia , Kecamatan Tanjung Morawa. “Seru sekali Bunda! Baru kali ini workshop tidak mengantuk. Langsung praktik bikin boneka dan langsung bisa mengajar. Pulang dari sini saya mau langsung ajari anak-anak. Terima kasih HIMPAUDI Deli Serdang!”

Turut hadir sebagai tamu undangan Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Deli Serdang, Eviana Lestari, SPd, MPsi, Kepala Seksi PAUD, Muriadi, SH, MPd, Plt Ketua PW HIMPAUDI Sumut Drs. Rajuddin Batubara, Penasehat HIMPAUDI Deli Serdang Dr. Indra Prawira, ST, MM, Supervisor Marketing PT Erlangga, Pati Sirait, MM, Tim PD HIMPAUDI Kab. Deli Serdang, serta Tim PC HIMPAUDI Kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang. (adz)

Artikel Terkait


Damkar

Terpopuler

Artikel Terbaru