27 C
Medan
Monday, January 12, 2026

Jalin Keharmonisan dan Kerukunan Agama

SOPIAN/SUMUT POS
SALAM: Warga Muslim bersilaturahim mengucapkan selamat Imlek kepada Kepala Vihara Avalokites Vara San See Teample Biksu Suhu Surya Darma, Minggu (29/1).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO -Banyak umat Muslim mengunjungi Vihara Avalokites Vara San See Jalan Tengku Hasyim Kota Tebingtinggi, dalam perayaan Hari Raya Imlek, demi menjalin keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama, Minggu (29/1).

Umat Muslim yang datang, mulai dari tokoh agama, instansi, dan masyarakat, mengucapkan selamat Imlek. Bahkan anak-anak yang datang mendapat angpao dari Suhu Surya Darma, Kepala Pengelola Vihara Avalokites Vara San See.

Seorang tokoh agama, Al Ustad Agushul Khoir, dalam silaturahimnya mengatakan, ia sengaja datang untuk memberikan ucapan selamat Hari Raya Imlek kepada Suhu Surya Darma. Menurutnya, mengapa banyak umat Muslim yang datang untuk merayakan Imlek di vihara tersebut, karena selama ini beliau dalam bergaul, baik di instansi dan masyarakat, tidak pernah memandang perbedaan suku, ras, budaya, serta agama. Begitu juga dalam memberikan batuan kepada warga kurang mampu.

“Dalam bergaul, Suhu Surya Darma tidak pernah membedakan agama dan status sosial. Beliau juga dikenal sebagai orang yang mudah memberi kepada warga yang kesusahan. Memang ini lain dari pengurus vihara yang ada di Tebingtinggi,” ungkap Agushul.

Seorang warga, Musni (54), asal Kota Pematangsiantar, jauh-jauh datang ingin berkunjung bertemu dengan Suhu Surya Darma, untuk memberi ucapan selamat Hari Raya Imlek. Ia menceritakan, dulu sewaktu masih tinggal di Siantar, Suhu Surya Darma orang yang baik dan mempunyai kepekaan untuk membantu warga kurang mampu. Selain bersilaturahim, Musni mengaku ingin melihat vihara yang katanya indah untuk wisata religi. “Rindu sama suhu. Ia itu orang baik dan banyak disukai masyarakat. Banyak warga Muslim yang menjadi temannya. Pada Imlek ini, baru bisa kami berkunjung sekalian silaturahim,” bebernya.

Tampak Vihara Avalokites Vara San See mendapat penjagaan dari aparat Polres Tebingtinggi. Hal ini untuk memberikan kenyamanan kepada warga Tionghoa yang ingin melaksanakan sembahyang arwah, dan memberikan bantuan kepada Panti Jompo Cinta Kasih.

Sementara Suhu Surya Darma mengatakan, setiap Hari Raya Imlek, banyak pengunjung yang datang ke Vihara Avalokites Vara San See, khususnya yang beragama Islam. Banyak yang datang dari Kota Tebingtinggi, Kabupaten Sergai, dan Kota Pematangsiantar. “Banyak warga yang datang. Selain etnis Tionghoa, banyak warga Muslim bersilaturahim dan wisata religi,” ungkapnya.

Suhu Surya Darma juga mengungkapkan, untuk memberikan hiburan kepada warga Panti Jompo Cinta Kasih, pihaknya memanggil odong-odong untuk berkeliling di Kota Tebingtinggi. (ian/saz)

 

SOPIAN/SUMUT POS
SALAM: Warga Muslim bersilaturahim mengucapkan selamat Imlek kepada Kepala Vihara Avalokites Vara San See Teample Biksu Suhu Surya Darma, Minggu (29/1).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO -Banyak umat Muslim mengunjungi Vihara Avalokites Vara San See Jalan Tengku Hasyim Kota Tebingtinggi, dalam perayaan Hari Raya Imlek, demi menjalin keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama, Minggu (29/1).

Umat Muslim yang datang, mulai dari tokoh agama, instansi, dan masyarakat, mengucapkan selamat Imlek. Bahkan anak-anak yang datang mendapat angpao dari Suhu Surya Darma, Kepala Pengelola Vihara Avalokites Vara San See.

Seorang tokoh agama, Al Ustad Agushul Khoir, dalam silaturahimnya mengatakan, ia sengaja datang untuk memberikan ucapan selamat Hari Raya Imlek kepada Suhu Surya Darma. Menurutnya, mengapa banyak umat Muslim yang datang untuk merayakan Imlek di vihara tersebut, karena selama ini beliau dalam bergaul, baik di instansi dan masyarakat, tidak pernah memandang perbedaan suku, ras, budaya, serta agama. Begitu juga dalam memberikan batuan kepada warga kurang mampu.

“Dalam bergaul, Suhu Surya Darma tidak pernah membedakan agama dan status sosial. Beliau juga dikenal sebagai orang yang mudah memberi kepada warga yang kesusahan. Memang ini lain dari pengurus vihara yang ada di Tebingtinggi,” ungkap Agushul.

Seorang warga, Musni (54), asal Kota Pematangsiantar, jauh-jauh datang ingin berkunjung bertemu dengan Suhu Surya Darma, untuk memberi ucapan selamat Hari Raya Imlek. Ia menceritakan, dulu sewaktu masih tinggal di Siantar, Suhu Surya Darma orang yang baik dan mempunyai kepekaan untuk membantu warga kurang mampu. Selain bersilaturahim, Musni mengaku ingin melihat vihara yang katanya indah untuk wisata religi. “Rindu sama suhu. Ia itu orang baik dan banyak disukai masyarakat. Banyak warga Muslim yang menjadi temannya. Pada Imlek ini, baru bisa kami berkunjung sekalian silaturahim,” bebernya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Pembangunan Dua Unit Kantor Kejatisu Panggil Kadis PU Asahan KISARAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Asahan, Taswir ST untuk diminta keterangannya terkait dugaan korupsi atas pembangunan dua unit kantor; Dinas Peternakan Kabupaten Asahan dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terletak di atas tanah eks HGU PT BSP(Bakrie Sumatera Plantation) Kisaran atau di depan Pengadilan Negeri (PN) Kisaran. Panggilan Kejatisu itu berdasarkan Surat Nomor: R-266/N.2.23/Dek.3/06/2012,perihal adanya dugaan tindak pidana korupsi terhadap proyek Pembangunan Gedung Kantor Dinas Peternakan dan Gedung Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Asahan pada Tahun Anggaran 2011. Kadis PU Asahan Taswir dalam surat tersebut diperintahkan untuk bertemu dengan Kasi I pada Asisten Intelijen Kejati Sumut ,Zulfikar Nasution,SH .Sedang informasi yang diperoleh METRO (Group Sumut Pos), pemanggilan itu erat kaitannya dengan status tanah lokasi dididrikannya kedua bangunan kantor tersebut yang status kepemilikannya belum dalam penguasaan Pemkab Asahan. Bahkan disebut kini masalah tanah tempat kedua kantor itu didirikan sedang digugat Badan Penelitian Perjuangan Tanah untuk Rakyat (BPPR) di PN Kisaran. Soalnya, tanah lokasi kantor belum memiliki sertifikat kepemilikan sebagai asset Pemkab Asahan. “Hingga kini pertapakan kedua kantor masih status tanah Negara bebas. Artinya, Pemkab belum memiliki hak untuk mendirikan bangunan,” ujar sumber METRO. Mengenai adanya gugatan BPPTR di PN Kisaran soal lahan eks HGU PBSP dan sebagian dari lahan tersebut yang di atasnya telah dibangun dua kantor yakni Dinas Peternakan dan Satuan Polisi Pamong paraja dibenarkan Wakil Ketua BPPTR Asahan, Supriadi SL sedang dalam perkara di PN Kisaran. Dikatakannya, gugatan pihaknya sedang berlangsung di PN Kisaran. Adapun yang digugat adalah Bupati Asahan, Kadis PU Asahan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pembangunan kedua kantor itu. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu,Marcos Simaremare yang dikonfirmasi, Kamis (4/10) menyatakan akan segera mengecek perkara tersebut, sehingga diketahui pastinya,sejauh mana penanganan perkara itu. (ing/smg)

Tampak Vihara Avalokites Vara San See mendapat penjagaan dari aparat Polres Tebingtinggi. Hal ini untuk memberikan kenyamanan kepada warga Tionghoa yang ingin melaksanakan sembahyang arwah, dan memberikan bantuan kepada Panti Jompo Cinta Kasih.

Sementara Suhu Surya Darma mengatakan, setiap Hari Raya Imlek, banyak pengunjung yang datang ke Vihara Avalokites Vara San See, khususnya yang beragama Islam. Banyak yang datang dari Kota Tebingtinggi, Kabupaten Sergai, dan Kota Pematangsiantar. “Banyak warga yang datang. Selain etnis Tionghoa, banyak warga Muslim bersilaturahim dan wisata religi,” ungkapnya.

Suhu Surya Darma juga mengungkapkan, untuk memberikan hiburan kepada warga Panti Jompo Cinta Kasih, pihaknya memanggil odong-odong untuk berkeliling di Kota Tebingtinggi. (ian/saz)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru