Damkar
Cegah Stunting

Hujan Deras Bikin Longsor dan Jalan Amblas di Nias Barat, Empat Rumah Warga Rusak

NIAS BARAT – Intensitas hujan tinggi memicu longsor di Dusun III Onomondra, Desa Balodano, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat. Material tanah longsor menyebabkan jalan amblas, lahan pertanian warga terbawa longsor, serta mengakibatkan empat rumah warga mengalami keretakan pada struktur bangunan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (26/9). Kondisi itu membuat warga khawatir, terutama karena retakan pada rumah warga dikhawatirkan semakin parah apabila terjadi hujan deras atau longsor susulan.

Kepala Dusun III Onomondra, Retieli Zebua, mengatakan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Ia menyebutkan, selain rumah warga mengalami keretakan, akses jalan di lokasi juga mengalami amblas akibat pergerakan tanah.

“Warga sangat ketakutan dengan kondisi rumah yang sudah retak. Malam hari pun warga tidak tenang karena khawatir terjadi longsor susulan,” ujar Retieli.

Sementara itu, Kepala Desa Balodano, Mesona Waruwu, mengakui kejadian tersebut. Menurutnya, pihak desa telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga dan dampak yang ditimbulkan.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi longsor. Ada empat rumah warga yang mengalami retak struktur bangunan, jalan amblas, dan lahan pertanian warga terbawa longsor,” ujar Mesona kepada Sumut Pos, Senin (28/9).

Mesona mengatakan, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak Kecamatan Mandrehe Utara dan Pemerintah Kabupaten Nias Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah penanganan darurat, mengingat kondisi tanah masih berpotensi mengalami pergerakan, sementara warga yang rumahnya terdampak membutuhkan rasa aman.

“Kami berharap ada penanganan darurat dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan dan menjaga keselamatan warga,” harapnya.

Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan asesmen terhadap kondisi tanah, rumah warga, serta akses jalan yang terdampak, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (mag-8/azw)

NIAS BARAT – Intensitas hujan tinggi memicu longsor di Dusun III Onomondra, Desa Balodano, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat. Material tanah longsor menyebabkan jalan amblas, lahan pertanian warga terbawa longsor, serta mengakibatkan empat rumah warga mengalami keretakan pada struktur bangunan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (26/9). Kondisi itu membuat warga khawatir, terutama karena retakan pada rumah warga dikhawatirkan semakin parah apabila terjadi hujan deras atau longsor susulan.

Kepala Dusun III Onomondra, Retieli Zebua, mengatakan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Ia menyebutkan, selain rumah warga mengalami keretakan, akses jalan di lokasi juga mengalami amblas akibat pergerakan tanah.

“Warga sangat ketakutan dengan kondisi rumah yang sudah retak. Malam hari pun warga tidak tenang karena khawatir terjadi longsor susulan,” ujar Retieli.

Sementara itu, Kepala Desa Balodano, Mesona Waruwu, mengakui kejadian tersebut. Menurutnya, pihak desa telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga dan dampak yang ditimbulkan.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi longsor. Ada empat rumah warga yang mengalami retak struktur bangunan, jalan amblas, dan lahan pertanian warga terbawa longsor,” ujar Mesona kepada Sumut Pos, Senin (28/9).

Mesona mengatakan, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak Kecamatan Mandrehe Utara dan Pemerintah Kabupaten Nias Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah penanganan darurat, mengingat kondisi tanah masih berpotensi mengalami pergerakan, sementara warga yang rumahnya terdampak membutuhkan rasa aman.

“Kami berharap ada penanganan darurat dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan dan menjaga keselamatan warga,” harapnya.

Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan asesmen terhadap kondisi tanah, rumah warga, serta akses jalan yang terdampak, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (mag-8/azw)

Artikel Terkait

Damkar
Cegah Stunting

Terpopuler

Artikel Terbaru