Jalan Sopobutar-Pardomuan Dairi Longsor, Akses Lalulintas Sempat Putus

Badan jalan yang menghubungkan Desa Sopobutar dengan Desa Pardomuan tepatnya di Dusun Barisan Sirait, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, longsor, Senin (14/9). Akibatnya, arus lalulintas dari dua arah sempat terputus.

Salah satu warga, Pindot Simbolon (52) mengabarkan, kerusakan infrastruktur jalan itu membuat kenderaan tidak bisa melintas. Satu unit truk milik pengumpul hasil bumi sempat terperosok pada badan jalan yang rusak.

Sebelumnya, jalan tersebut memang telah mengalami longsor. Karena penanganan dirasa lamban, warga menyiasati dengan memasang jembatan terbuat dari batang kelapa

“Sudah lama sebenarnya jalan longsor. Tetapi penanganan lamban,” kata Simbolon.

Karena hanya dipasang jembatan darurat berupa batang kelapa. Konstruksi jembatan itu rapuh, sehingga membuat truk terperosok. “Jembatannya amblas. Mobil truk pengangkut hasil bumi terperosok,” sebutnya.

Simbolon mengakui upaya rehabilitasi sedang dilaksanakan di lapangan. Hanya saja, penduduk mempertanyakan kualitas pekerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, Erwin Sitorus dikonfirmasi, Selasa (15/9) mengakui badan jalan itu longsor. Namun sekarang sudah ditangani.

“Dinas PUTR saat ini sedang melakukan pekerjaan tembok penahan tanah (TPT) di lokasi badan jalan longsor,” ungkap Erwin. (rud)

Badan jalan yang menghubungkan Desa Sopobutar dengan Desa Pardomuan tepatnya di Dusun Barisan Sirait, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, longsor, Senin (14/9). Akibatnya, arus lalulintas dari dua arah sempat terputus.

Salah satu warga, Pindot Simbolon (52) mengabarkan, kerusakan infrastruktur jalan itu membuat kenderaan tidak bisa melintas. Satu unit truk milik pengumpul hasil bumi sempat terperosok pada badan jalan yang rusak.

Sebelumnya, jalan tersebut memang telah mengalami longsor. Karena penanganan dirasa lamban, warga menyiasati dengan memasang jembatan terbuat dari batang kelapa

“Sudah lama sebenarnya jalan longsor. Tetapi penanganan lamban,” kata Simbolon.

Karena hanya dipasang jembatan darurat berupa batang kelapa. Konstruksi jembatan itu rapuh, sehingga membuat truk terperosok. “Jembatannya amblas. Mobil truk pengangkut hasil bumi terperosok,” sebutnya.

Simbolon mengakui upaya rehabilitasi sedang dilaksanakan di lapangan. Hanya saja, penduduk mempertanyakan kualitas pekerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, Erwin Sitorus dikonfirmasi, Selasa (15/9) mengakui badan jalan itu longsor. Namun sekarang sudah ditangani.

“Dinas PUTR saat ini sedang melakukan pekerjaan tembok penahan tanah (TPT) di lokasi badan jalan longsor,” ungkap Erwin. (rud)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru