26 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

Merawat Kecantikan Sejak SMA

Nabila Azhar

Nabila Azhar, Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010 ini, merawat kecantikan sangat perlu bagi wanita. Dirinya juga sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), sudah mulai fokus menjaga kecantikkannya.

“Waktu SMA dulu, saya sudah mulai fokus merawat kecantikkan, lebih banyak mengkonsumsi sayur, air putih dan kulit,” ujar wanita kelahiran Medan 2 Maret 1991 ini.

Mahasiswi kedokteran USU inipun rajin mengkonsumsi sayur dan buah untuk menjaga kesehatannya dari dalam dan melakukan perawatan kecantikan. “Kalau menjaga penampilan luar saya rutin melakukan lulur,” ungkapnya.

Baginya, kecantikan merupakan pemberian dari yang Maha Kuasa, karena itu harus dijaga. Untuk menjaga kecantikan, ia selalu mengkonsumsi makanan yang sehat. Bahkan sejak kecil sayuran dan buahan sudah menjadi santapan rutinnya. “Sejak kecil saya sudah mengkonsumsi sayuran karena mama selalu menyediakannya di rumah,” tambahnya.

Kecantikan yang dimilikinya juga tidak dijadikannya sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain, terutama kaum adam. Menurutnya, kecantikan seseorang itu relatif, tetapi berbeda dengan inner beauty. “Jangan pikir pria akan melirik wanita karena kecantikannya. Sebab, kecantikan fisik itu relatif, jadi inner beauty saja yang diperdalam dan tentu saja rapi. Kalau rapi pasti enak dipandang,” ujarnya.

Tapi, wanita yang akrab disapa Nabila ini berpendapat kalau kecantikkan wanita tidak hanya terlihat dari luar saja. Tetapi, kecantikan terlihat dari sifat (attitude) seseorang, dan cara berfikir yang positif dan optimis dalam menghadapi hidup.

Menurutnya, dengan keoptimisan tersebut akan membuat seseorang memancarkan semangat yang dapat membuat dampak positif pada orang lain. “Optimis akan memancarkan semangat, sehingga akan memberikan dampak positif pada orang disekitar kita,” ujar gadis berhidung bangir ini.

Selain itu, kata dia, dengan hati bersih dan senyuman akan membuat seseorang akan terlihat lebih cantik. “Menurut saya pribadi, senyuman akan menambah kecantikan seseorang. Lihat saja orang yang tersenyum pasti lebih baik dibandingkan dengan yang tidak tersenyum,” ucapnya.

Walaupun sudah sangat dekat dengan ketenaran karena posisinya sebagai Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010 yang ditunjang dengan kecantikannya, tetapi hal tersebut tidak mebuat dirinya lupa akan pendidikan.

Menurutnya, ilmu lebih penting dibandingkan dengan apapun. Bahkan dirinya, sudah sering kali menolak tawaran untuk bermain film dan menetap di Jakarta. Selain itu, Nabila juga tidak mau dicap sebagai wanita bodoh yang hanya bermodalkan wajah cantik saja. “Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depannya, entertaiment dan kecantikan hanya bersifat sementara, sementara ilmu untuk bekal selamanya,” tuturnya.

Dengan modal ilmu kedokteran yang dimilikinya, harapan ke depannya dapat membuat dirinya mandiri. Walau pun dirinya menyadari posisinya sebagai wanita yang nantinya akan menjadi ibu dan istri.

“Walau wanita, bukan berarti tidak menuntut ilmu, saya sadar akan posisi saya. Tapi sebagai wanita juga kita harus mandiri, jangan hanya bergantung pada suami nantinya. Apalagi pria zaman sekarang lebih suka melihat wanita mandiri daripada yang berpangku tangan saja,” pungkasnya.(juli ramadhani rambe)

Nabila Azhar

Nabila Azhar, Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010 ini, merawat kecantikan sangat perlu bagi wanita. Dirinya juga sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), sudah mulai fokus menjaga kecantikkannya.

“Waktu SMA dulu, saya sudah mulai fokus merawat kecantikkan, lebih banyak mengkonsumsi sayur, air putih dan kulit,” ujar wanita kelahiran Medan 2 Maret 1991 ini.

Mahasiswi kedokteran USU inipun rajin mengkonsumsi sayur dan buah untuk menjaga kesehatannya dari dalam dan melakukan perawatan kecantikan. “Kalau menjaga penampilan luar saya rutin melakukan lulur,” ungkapnya.

Baginya, kecantikan merupakan pemberian dari yang Maha Kuasa, karena itu harus dijaga. Untuk menjaga kecantikan, ia selalu mengkonsumsi makanan yang sehat. Bahkan sejak kecil sayuran dan buahan sudah menjadi santapan rutinnya. “Sejak kecil saya sudah mengkonsumsi sayuran karena mama selalu menyediakannya di rumah,” tambahnya.

Kecantikan yang dimilikinya juga tidak dijadikannya sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain, terutama kaum adam. Menurutnya, kecantikan seseorang itu relatif, tetapi berbeda dengan inner beauty. “Jangan pikir pria akan melirik wanita karena kecantikannya. Sebab, kecantikan fisik itu relatif, jadi inner beauty saja yang diperdalam dan tentu saja rapi. Kalau rapi pasti enak dipandang,” ujarnya.

Tapi, wanita yang akrab disapa Nabila ini berpendapat kalau kecantikkan wanita tidak hanya terlihat dari luar saja. Tetapi, kecantikan terlihat dari sifat (attitude) seseorang, dan cara berfikir yang positif dan optimis dalam menghadapi hidup.

Menurutnya, dengan keoptimisan tersebut akan membuat seseorang memancarkan semangat yang dapat membuat dampak positif pada orang lain. “Optimis akan memancarkan semangat, sehingga akan memberikan dampak positif pada orang disekitar kita,” ujar gadis berhidung bangir ini.

Selain itu, kata dia, dengan hati bersih dan senyuman akan membuat seseorang akan terlihat lebih cantik. “Menurut saya pribadi, senyuman akan menambah kecantikan seseorang. Lihat saja orang yang tersenyum pasti lebih baik dibandingkan dengan yang tidak tersenyum,” ucapnya.

Walaupun sudah sangat dekat dengan ketenaran karena posisinya sebagai Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010 yang ditunjang dengan kecantikannya, tetapi hal tersebut tidak mebuat dirinya lupa akan pendidikan.

Menurutnya, ilmu lebih penting dibandingkan dengan apapun. Bahkan dirinya, sudah sering kali menolak tawaran untuk bermain film dan menetap di Jakarta. Selain itu, Nabila juga tidak mau dicap sebagai wanita bodoh yang hanya bermodalkan wajah cantik saja. “Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depannya, entertaiment dan kecantikan hanya bersifat sementara, sementara ilmu untuk bekal selamanya,” tuturnya.

Dengan modal ilmu kedokteran yang dimilikinya, harapan ke depannya dapat membuat dirinya mandiri. Walau pun dirinya menyadari posisinya sebagai wanita yang nantinya akan menjadi ibu dan istri.

“Walau wanita, bukan berarti tidak menuntut ilmu, saya sadar akan posisi saya. Tapi sebagai wanita juga kita harus mandiri, jangan hanya bergantung pada suami nantinya. Apalagi pria zaman sekarang lebih suka melihat wanita mandiri daripada yang berpangku tangan saja,” pungkasnya.(juli ramadhani rambe)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/