28 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Puasa, Tetap Jaga Kelembaban Kulit

Kulit yang sehat adalah kulit yang mempunyai fungsi normal, serta tanpa kelainan dan penyakit. Secara klinis, kulit sehat akan tampak tidak pucat, bersinar, cerah, halus bila diraba, kencang, lembab, serta bersih.

Dan tentunya kulit seperti itu menjadi idaman setiap perempuan.

Pelembab
Pelembab

Dengan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini dimana saat panas bisa mencapai 36 derajat celcius dan tiba-tiba hujan akan membuat kulit menjadi rusak. “Jadi bagaimanapun usahakan agar kulit tidak terpapar sinar matahari langsung karena kulit bisa kering karena sinar ultra violet,”ucap Dokter Kulit Farida Lubis saat diwawancarai Sumut Pos.
Selain itu, tambahnya harus menggunakan pelembab yang mengandung SPF. Agar terlindung dari sengatan matahari. “Jadi kalau memang ingin keluar ruangan usahakan menutup atau menghindari kulit dari sinar matahari. Bukan hanya terkena secara langsung bahkan di dalam ruangan juga bisa terkena sinar matahari dari pantulan misalnya dari kaca juga bisa,” tambahnya.
Maka, lanjutnya usahakan gunakan pelembab. Apalagi menjelang puasa.
“Tentunya kita tidak dengan bebas mengkonsumsi makanan karena sedang menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, saat berpuasa makanlah makanan yang berserat tinggi saat sahur, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Dan konsumsi suplemen saat sahur dan buka atau sebelum tidur, dan saat berbuka minum air putih biasa jangan es,” katanya.

Sementara itu, tambahnya perlu diketahui bahwa kulit yang tinggal di daerah tropis memang dapat menahan dari sinar matahari secara langsung. “Seperti bila terpampar sinar matahari kulit akan berubah dari normal menjadi paning atau kecoklatan. Namun beberapa menit lagi akan kembali menjadi normal lagi. Namun bila terus-menerus terpapar sinar UV secara lama maka bisa mengakibatkan kanker kulit,” ungkapnya.

Namun, itu sangat jarang terjadi di Indonesia karena di Indonesia sendiri penyakit yang sering menyerang kulit seperti kutil, panu atau jamur. “Karena pigmentasi pada kulit kita cukup menangkal penyakit kanker tersebut. Hanya saja memang kesannya kulit masyarakat Indonesia lebih cepat terbakar, dan cepat juga kembali seperti semula. Ya karena mekanisme pertahanan diri seperti sel melanotik lebih. Untuk itu usahakan selalu menjaga kelembapan kulit kita,” tukasnya. (nit)

Kulit yang sehat adalah kulit yang mempunyai fungsi normal, serta tanpa kelainan dan penyakit. Secara klinis, kulit sehat akan tampak tidak pucat, bersinar, cerah, halus bila diraba, kencang, lembab, serta bersih.

Dan tentunya kulit seperti itu menjadi idaman setiap perempuan.

Pelembab
Pelembab

Dengan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini dimana saat panas bisa mencapai 36 derajat celcius dan tiba-tiba hujan akan membuat kulit menjadi rusak. “Jadi bagaimanapun usahakan agar kulit tidak terpapar sinar matahari langsung karena kulit bisa kering karena sinar ultra violet,”ucap Dokter Kulit Farida Lubis saat diwawancarai Sumut Pos.
Selain itu, tambahnya harus menggunakan pelembab yang mengandung SPF. Agar terlindung dari sengatan matahari. “Jadi kalau memang ingin keluar ruangan usahakan menutup atau menghindari kulit dari sinar matahari. Bukan hanya terkena secara langsung bahkan di dalam ruangan juga bisa terkena sinar matahari dari pantulan misalnya dari kaca juga bisa,” tambahnya.
Maka, lanjutnya usahakan gunakan pelembab. Apalagi menjelang puasa.
“Tentunya kita tidak dengan bebas mengkonsumsi makanan karena sedang menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, saat berpuasa makanlah makanan yang berserat tinggi saat sahur, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Dan konsumsi suplemen saat sahur dan buka atau sebelum tidur, dan saat berbuka minum air putih biasa jangan es,” katanya.

Sementara itu, tambahnya perlu diketahui bahwa kulit yang tinggal di daerah tropis memang dapat menahan dari sinar matahari secara langsung. “Seperti bila terpampar sinar matahari kulit akan berubah dari normal menjadi paning atau kecoklatan. Namun beberapa menit lagi akan kembali menjadi normal lagi. Namun bila terus-menerus terpapar sinar UV secara lama maka bisa mengakibatkan kanker kulit,” ungkapnya.

Namun, itu sangat jarang terjadi di Indonesia karena di Indonesia sendiri penyakit yang sering menyerang kulit seperti kutil, panu atau jamur. “Karena pigmentasi pada kulit kita cukup menangkal penyakit kanker tersebut. Hanya saja memang kesannya kulit masyarakat Indonesia lebih cepat terbakar, dan cepat juga kembali seperti semula. Ya karena mekanisme pertahanan diri seperti sel melanotik lebih. Untuk itu usahakan selalu menjaga kelembapan kulit kita,” tukasnya. (nit)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/