25.6 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Sopir yang Ditembak telah Bekerja 21 Tahun

Foto: Gatha Ginting/PM Kerumunan warga melihat mobil milik pengusaha swalayan, yang di berondong perampok di Delitua.
Foto: Gatha Ginting/PM
Kerumunan warga melihat mobil milik pengusaha swalayan, yang di berondong perampok di Delitua.

SUMUTPOS.CO – Sopir pengusaha swalayan yang ditembak perampok, Misran Purba (54), hingga kemarin belum sadarkan diri dan masih dirawat intensif di Ruang ICU Lantai II RS Elisabeth Medan.

Saat disambangi di rumah sakit, terlihat keluarga korban tengah berbincang-bincang di ruang tunggu ICU rumah sakit tersebut. Tampak juga korban yang dirampok pasa saat itu, Samiem boru Purba.

Perempuan berusia 55 tahun ini mengaku kalau Misran masih belum sadarkan diri. “Tadi aku baru masuk ke dalam, belum sadar juga dia dik,” ujar perempuan yang mengenakan baju berwarna hijau tersebut.

Samiem juga sempat menjelaskan bahwa Misran bukanlah supir pribadinya, melainkan adalah adiknya yang sudah bekerja dengannya sejak 21 tahun. “Dia ini bukan supirku, tapi adikku. Dia sudah lama kerjasama dengan kami. Sudah ada 21 tahun,” terangnya seraya menyeka keringat di keningnya.

Samiem mengatakan, mereka masih bersaudara dari kakek mereka. Yang pasti mereka dalah keluarga dekat yang sudah lama saling membantu.

Disinggung soal kejadian yang menimpa korban pada saat itu, Samiem langsung mengatakan belum bisa memberikan keterangan. Pasalnya, dia masih trauma dan masih mengalami sakit yang belum sembuh total. “Masih pening kepalaku dek, belum bisa bicara panjang lebar soal kejadian tersebut,” ujarnya mengakhir pembicaraan.

Diberitakan sebelumnya, aksi perampokan terjadi di KM 10 Jalan Medan-Delitua, Selasa (1/7) pagi. Saat itu korban Samiem boru Purba (55) bersama Misran mengendarai mobil Mitsubishi Strada BK 9893 BT.

Saat itu mereka hendak menyetorkan uang sekitar 300 juga ke Bank Mestika yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kel. Kampung Baru. Namun naas, saat dalam perjalanan, tiba-tiba mobil mereka dipepet pengendara sepedamotor dan menyuruh supaya berhenti.

Lantaran tak mau berhenti, seorang dari pelaku pun langsung meletuskan senjata ke udara. Melihat itu, mobil pun diberhentikan. Selanjutnya para pelaku pun langsung turun dan mengetuk kaca mobil supaya kedua korban keluar dari dalam mobil.

Tapi karena tahu mereka akan dirampok, kedua korban pun memilih berdam diri di dalam mobil tanpa membuka pintu. Saat itulah para pelaku menembak kaca mobil tersebut dan segera menodong kedua korban. Karena sempat melakukan perlawanan, akhirnya Misran pun ditembak oleh pelaku. (bar/tun/ind/bd)

Foto: Gatha Ginting/PM Kerumunan warga melihat mobil milik pengusaha swalayan, yang di berondong perampok di Delitua.
Foto: Gatha Ginting/PM
Kerumunan warga melihat mobil milik pengusaha swalayan, yang di berondong perampok di Delitua.

SUMUTPOS.CO – Sopir pengusaha swalayan yang ditembak perampok, Misran Purba (54), hingga kemarin belum sadarkan diri dan masih dirawat intensif di Ruang ICU Lantai II RS Elisabeth Medan.

Saat disambangi di rumah sakit, terlihat keluarga korban tengah berbincang-bincang di ruang tunggu ICU rumah sakit tersebut. Tampak juga korban yang dirampok pasa saat itu, Samiem boru Purba.

Perempuan berusia 55 tahun ini mengaku kalau Misran masih belum sadarkan diri. “Tadi aku baru masuk ke dalam, belum sadar juga dia dik,” ujar perempuan yang mengenakan baju berwarna hijau tersebut.

Samiem juga sempat menjelaskan bahwa Misran bukanlah supir pribadinya, melainkan adalah adiknya yang sudah bekerja dengannya sejak 21 tahun. “Dia ini bukan supirku, tapi adikku. Dia sudah lama kerjasama dengan kami. Sudah ada 21 tahun,” terangnya seraya menyeka keringat di keningnya.

Samiem mengatakan, mereka masih bersaudara dari kakek mereka. Yang pasti mereka dalah keluarga dekat yang sudah lama saling membantu.

Disinggung soal kejadian yang menimpa korban pada saat itu, Samiem langsung mengatakan belum bisa memberikan keterangan. Pasalnya, dia masih trauma dan masih mengalami sakit yang belum sembuh total. “Masih pening kepalaku dek, belum bisa bicara panjang lebar soal kejadian tersebut,” ujarnya mengakhir pembicaraan.

Diberitakan sebelumnya, aksi perampokan terjadi di KM 10 Jalan Medan-Delitua, Selasa (1/7) pagi. Saat itu korban Samiem boru Purba (55) bersama Misran mengendarai mobil Mitsubishi Strada BK 9893 BT.

Saat itu mereka hendak menyetorkan uang sekitar 300 juga ke Bank Mestika yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kel. Kampung Baru. Namun naas, saat dalam perjalanan, tiba-tiba mobil mereka dipepet pengendara sepedamotor dan menyuruh supaya berhenti.

Lantaran tak mau berhenti, seorang dari pelaku pun langsung meletuskan senjata ke udara. Melihat itu, mobil pun diberhentikan. Selanjutnya para pelaku pun langsung turun dan mengetuk kaca mobil supaya kedua korban keluar dari dalam mobil.

Tapi karena tahu mereka akan dirampok, kedua korban pun memilih berdam diri di dalam mobil tanpa membuka pintu. Saat itulah para pelaku menembak kaca mobil tersebut dan segera menodong kedua korban. Karena sempat melakukan perlawanan, akhirnya Misran pun ditembak oleh pelaku. (bar/tun/ind/bd)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/