28 C
Medan
Friday, April 4, 2025

Geng Rampok Bertato Kelabang Ditembak

DIPIMPIN KULI BANGUNAN

Rizky Andika yang jadi kepala komplotan, saat ditemui mengaku nekat merampok karena kecanduan sabu. โ€œTiap anggota memang diwajibkan membuat tato kelabang. Udah lupa berapa kali kami maen bang, biasanya uangnya kami pakai beli sabu untuk dipakai sama-sama,โ€ kata pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu.

Rizky mengaku berkenalan dengan para anggotanya yang mayoritas pekerja meubel ini adanya kesamaan latar belakang yakni โ€˜pecandu narkobaโ€™. Ya, iming-iming bekerja cepat dengan hasil uang jutaan yang diberikan oleh Rizky membuat anggotanya manut saja.

โ€œSebenarnya bukan ketua, tapi karena aku paling tua ajanya makanya dianggap gitu. Kawan-kawan mau, ya mau gimana bang? Kita enggak ada maksa untuk ikut, kalau memang mau ya ayok. Kalau berhasil, bisa dipake beli sabu, itu aja yang buat kami maen,โ€ kata Rizky yang tampak mendapat perhatian khusus ini.

Sepintas, Rizky terlihat seperti pria biasa. Namun, pria ini selalu menatap sinis sekelilingnya. Dalam menjalankan aksinya, biasanya kawanan ini beraksi 4 orang dengan 2 sepeda motor. Komplotan ini dilengkapi senjata tajam dan tak segan-segan melukai korban melakukan perlawanan.

Nah, selanjutnya jika berhasil rekannya Sutrisno yang berperan untuk menjual sepeda motor hasil rampokan bersama Eka Yudha Purba. Sementara 2 pelaku lainnya, Suherman dan Edy Syahputra sama sekali tak dikenal oleh Rizky. โ€œKenalnya sama Sutris sama Eka, kalau dua lagi nggak tahu siapa. Dapat Rp 1,5-2 juta untuk kereta matic. Kalau kereta besar kayak Ninja bisalah dapat Rp 4 juta,โ€ tandasnya. (wel/deo)

DIPIMPIN KULI BANGUNAN

Rizky Andika yang jadi kepala komplotan, saat ditemui mengaku nekat merampok karena kecanduan sabu. โ€œTiap anggota memang diwajibkan membuat tato kelabang. Udah lupa berapa kali kami maen bang, biasanya uangnya kami pakai beli sabu untuk dipakai sama-sama,โ€ kata pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu.

Rizky mengaku berkenalan dengan para anggotanya yang mayoritas pekerja meubel ini adanya kesamaan latar belakang yakni โ€˜pecandu narkobaโ€™. Ya, iming-iming bekerja cepat dengan hasil uang jutaan yang diberikan oleh Rizky membuat anggotanya manut saja.

โ€œSebenarnya bukan ketua, tapi karena aku paling tua ajanya makanya dianggap gitu. Kawan-kawan mau, ya mau gimana bang? Kita enggak ada maksa untuk ikut, kalau memang mau ya ayok. Kalau berhasil, bisa dipake beli sabu, itu aja yang buat kami maen,โ€ kata Rizky yang tampak mendapat perhatian khusus ini.

Sepintas, Rizky terlihat seperti pria biasa. Namun, pria ini selalu menatap sinis sekelilingnya. Dalam menjalankan aksinya, biasanya kawanan ini beraksi 4 orang dengan 2 sepeda motor. Komplotan ini dilengkapi senjata tajam dan tak segan-segan melukai korban melakukan perlawanan.

Nah, selanjutnya jika berhasil rekannya Sutrisno yang berperan untuk menjual sepeda motor hasil rampokan bersama Eka Yudha Purba. Sementara 2 pelaku lainnya, Suherman dan Edy Syahputra sama sekali tak dikenal oleh Rizky. โ€œKenalnya sama Sutris sama Eka, kalau dua lagi nggak tahu siapa. Dapat Rp 1,5-2 juta untuk kereta matic. Kalau kereta besar kayak Ninja bisalah dapat Rp 4 juta,โ€ tandasnya. (wel/deo)

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru