25.6 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Rasa Indonesia di Eropa

Raline Shah
Raline Shah

SUMUTPOS.CO – Menyalurkan hobi traveling di sela bekerja, itu yang kerap dilakukan Raline Shah. Seperti beberapa waktu lalu, dia keliling Eropa saat syuting film 99 Cahaya di Langit Eropa. Sebulan di Benua Biru, syuting yang melelahkan pun terasa menyenangkan karena bisa menikmati keindahan panorama di sekitar lokasi pengambilan gambar.

”Film itu seru banget karena syutingnya di Eropa selama 30 hari. Aku bisa traveling,” tuturnya ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin. Berada jauh dari keluarga memang membuat perempuan 28 tahun itu merindukan kehangatan keluarga. Tetapi setidaknya dia bisa merasakan asyiknya lepas dari kemacetan dan hiruk pikuk Jakarta.

Dan mencicipi makanan khas menjadi salah satu aktivitas wajib bagi Raline. Namun, dia tetap tidak bisa begitu saja lepas dari menu Indonesia. Beruntung, selama syuting film itu, kru menyiapkan nasi kotak yang sesuai seleranya. ”Makanannya nasi kotak, jadi aman,” katanya. Sepulangnya dari Eropa, berat badan alumnus National University of Singapore itu naik.

Rupanya, udara dingin membuat nafsu makannya meningkat dua kali lipat. Padahal, sebelumnya dia sempat khawatir makanan yang disuguhkan selama di negeri orang tidak sesuai perutnya. ”Pagi, siang, malam dikirim nasi kotak. Sampai aku gendut nih,” ungkapnya lalu tertawa. ”Percaya nggak sih, di sana ternyata ada makanan dan masakan Indonesia,” sambung Raline. (dny)

Raline Shah
Raline Shah

SUMUTPOS.CO – Menyalurkan hobi traveling di sela bekerja, itu yang kerap dilakukan Raline Shah. Seperti beberapa waktu lalu, dia keliling Eropa saat syuting film 99 Cahaya di Langit Eropa. Sebulan di Benua Biru, syuting yang melelahkan pun terasa menyenangkan karena bisa menikmati keindahan panorama di sekitar lokasi pengambilan gambar.

”Film itu seru banget karena syutingnya di Eropa selama 30 hari. Aku bisa traveling,” tuturnya ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin. Berada jauh dari keluarga memang membuat perempuan 28 tahun itu merindukan kehangatan keluarga. Tetapi setidaknya dia bisa merasakan asyiknya lepas dari kemacetan dan hiruk pikuk Jakarta.

Dan mencicipi makanan khas menjadi salah satu aktivitas wajib bagi Raline. Namun, dia tetap tidak bisa begitu saja lepas dari menu Indonesia. Beruntung, selama syuting film itu, kru menyiapkan nasi kotak yang sesuai seleranya. ”Makanannya nasi kotak, jadi aman,” katanya. Sepulangnya dari Eropa, berat badan alumnus National University of Singapore itu naik.

Rupanya, udara dingin membuat nafsu makannya meningkat dua kali lipat. Padahal, sebelumnya dia sempat khawatir makanan yang disuguhkan selama di negeri orang tidak sesuai perutnya. ”Pagi, siang, malam dikirim nasi kotak. Sampai aku gendut nih,” ungkapnya lalu tertawa. ”Percaya nggak sih, di sana ternyata ada makanan dan masakan Indonesia,” sambung Raline. (dny)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/