Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan mulai mengoptimalkan lahan kosong di lingkungan lapas dengan menanam jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan, Selasa (30/6/2026).
Penanaman benih jagung dipusatkan di lahan kosong yang berada di samping rumah susun Lapas Medan. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pengawasan petugas dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan ketertiban.
Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri yang menekankan pembinaan warga binaan melalui kegiatan produktif.
“Pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak digunakan menjadi area pertanian produktif diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan bercocok tanam tidak hanya bertujuan menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja warga binaan selama menjalani masa pidana.
Ia menambahkan, pembinaan berbasis pertanian menjadi salah satu upaya Lapas Kelas I Medan untuk menciptakan program yang lebih produktif dan berdampak positif, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang benar-benar memberikan bekal keterampilan sehingga warga binaan memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Fonika memastikan seluruh rangkaian penanaman berlangsung aman, tertib, dan terkendali tanpa mengganggu sistem pengamanan di dalam lapas. (man/ila)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan mulai mengoptimalkan lahan kosong di lingkungan lapas dengan menanam jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan, Selasa (30/6/2026).
Penanaman benih jagung dipusatkan di lahan kosong yang berada di samping rumah susun Lapas Medan. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pengawasan petugas dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan ketertiban.
Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri yang menekankan pembinaan warga binaan melalui kegiatan produktif.
“Pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak digunakan menjadi area pertanian produktif diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan bercocok tanam tidak hanya bertujuan menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja warga binaan selama menjalani masa pidana.
Ia menambahkan, pembinaan berbasis pertanian menjadi salah satu upaya Lapas Kelas I Medan untuk menciptakan program yang lebih produktif dan berdampak positif, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang benar-benar memberikan bekal keterampilan sehingga warga binaan memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Fonika memastikan seluruh rangkaian penanaman berlangsung aman, tertib, dan terkendali tanpa mengganggu sistem pengamanan di dalam lapas. (man/ila)