25.6 C
Medan
Sunday, June 16, 2024

Cornel Simbolon: Pelaku UMKM Butuh Perhatian Pemerintah

PAMERAN: Letnan Jenderal (Letjend) Purn Cornel Simbolon saat mengunjuni pameran produk UMKM, di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/7). //sumut pos
PAMERAN: Letnan Jenderal (Letjend) Purn Cornel Simbolon saat mengunjuni pameran produk UMKM, di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/7). //sumut pos
MEDAN-Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia, terlebih di Sumatera Utara (Sumut), terkesan masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Padahal sektor UMKM merupakan salah satu sektor yang sangat potensial, untuk menunjang laju pendapatan sebagai penyangga ekonomi nasional.

“Artinya, program-program yang telah terencana dalam agenda nasional harus benar-benar dikembangkan, terutama di daerah dan khususnya Sumut,” kata bakal calon (balon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Letnan Jenderal (Letjend) Purn Cornel Simbolon, di sela-sela kunjungannya pada Pameran Produk UMKM, di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/7).

Pada kesempatan itu, Cornel yang sempat mengunjungi sejumlah stan pameran pada pameran tersebut, sempat merasa miris dengan minimnya perhatian pemerintah, khususnya pemerintah daerah terhadap UMKM. Pemerintah daerah dinilainya belum mampu menentukan arah pengembangan produk-produk UMKM yang dihasilkan.

“Produk harus lebih dikembangkan. Ide dari masyarakat tidak bisa berkembang, kalau tidak ada fasilitas dan tidak ada upaya-upaya dari pemerintah. Pemerintah harus bantu karena itu tugasnya,” ungkap mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) tersebut, usai mengunjungi sejumlah stan.
Pria yang juga duduk sebagai Ketua Departemen Politik Dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat ini, menyatakan bantuan yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM dari pemerintah antara lain kemudahan birokrasi terkait pengurusan izin usaha, bantuan modal usaha dengan bunga seringan mungkin, serta memfasilitasi pengembangan baik di dalam maupun di luar negeri.

“Membantu untuk kelancaran produk UMKM. Kalau produksinya bagus, bagaimana jaminannya, pasarnya ke mana, pengurusan izin-izinnya bagaiman, dan sebagainya. Kalau hanya sebatas pameran, ini hanya menunjukkan, mereka (pelaku UMKM, red) mampu, tapi tidak membuktikan jika usaha itu sudah lancar,” ungkap suami dari Elisabeth Ratnasari Br Sagala ini. (ari)

PAMERAN: Letnan Jenderal (Letjend) Purn Cornel Simbolon saat mengunjuni pameran produk UMKM, di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/7). //sumut pos
PAMERAN: Letnan Jenderal (Letjend) Purn Cornel Simbolon saat mengunjuni pameran produk UMKM, di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/7). //sumut pos
MEDAN-Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia, terlebih di Sumatera Utara (Sumut), terkesan masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Padahal sektor UMKM merupakan salah satu sektor yang sangat potensial, untuk menunjang laju pendapatan sebagai penyangga ekonomi nasional.

“Artinya, program-program yang telah terencana dalam agenda nasional harus benar-benar dikembangkan, terutama di daerah dan khususnya Sumut,” kata bakal calon (balon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Letnan Jenderal (Letjend) Purn Cornel Simbolon, di sela-sela kunjungannya pada Pameran Produk UMKM, di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/7).

Pada kesempatan itu, Cornel yang sempat mengunjungi sejumlah stan pameran pada pameran tersebut, sempat merasa miris dengan minimnya perhatian pemerintah, khususnya pemerintah daerah terhadap UMKM. Pemerintah daerah dinilainya belum mampu menentukan arah pengembangan produk-produk UMKM yang dihasilkan.

“Produk harus lebih dikembangkan. Ide dari masyarakat tidak bisa berkembang, kalau tidak ada fasilitas dan tidak ada upaya-upaya dari pemerintah. Pemerintah harus bantu karena itu tugasnya,” ungkap mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) tersebut, usai mengunjungi sejumlah stan.
Pria yang juga duduk sebagai Ketua Departemen Politik Dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat ini, menyatakan bantuan yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM dari pemerintah antara lain kemudahan birokrasi terkait pengurusan izin usaha, bantuan modal usaha dengan bunga seringan mungkin, serta memfasilitasi pengembangan baik di dalam maupun di luar negeri.

“Membantu untuk kelancaran produk UMKM. Kalau produksinya bagus, bagaimana jaminannya, pasarnya ke mana, pengurusan izin-izinnya bagaiman, dan sebagainya. Kalau hanya sebatas pameran, ini hanya menunjukkan, mereka (pelaku UMKM, red) mampu, tapi tidak membuktikan jika usaha itu sudah lancar,” ungkap suami dari Elisabeth Ratnasari Br Sagala ini. (ari)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/