33 C
Medan
Wednesday, July 17, 2024

Xenia Lawan Rampok Bermotor, 2 Tewas

MEDAN-Tak sudi kehilangan mobil, Renal Lubis (25), nekat melawan komplotan perampok yang ingin mengambil secara paksa Xenia miliknya. Bersama adiknya, Andri (22), dia berhasil melumpuhkan komplotan tersebut dengan menabrakkan mobilnya ke sepeda motor milik tersangka. Akibatnya, 2 dari lima anggota komplotan itu tewas.

REMUK: Mobil Xenia setelah menabrak komplotan rampok, kemarin.
REMUK: Mobil Xenia setelah menabrak komplotan rampok, kemarin.

Pada kejadian dini hari kemarin, sejatinya komplotan itu berjumlah 5 orang. Adalah Jhoni Gultom (28) warga Jalan Karya VII Medan Helvet dan Ronal Sitepu (19) Jalan Kapten Sumarsono Medan Helvetia yang tewas dari kejadian itu. Dua rekannya lagi, Josua P Purba (17) warga Jalan Karya VII Medan
Helvetia dan Dapot Hutauruk (16) warga Jalan Karya VII Medan Helvetia hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Bayangkara Polda Sumut. Sementara, seorang lagi masih buron setelah berhasil melarikan diri setelah ditabrak oleh Renal dan adiknya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Renal Lubis dan Andri yang merupakan warga Jalan Airlangga Kampung Madrasah beserta dan dua temannya baru saja pulang dari tempat nongkrong di salah satu distro yang ada di Jalan Halat, Kamis (3/1) dini hari 02.30 WIB. Mereka mengendarai mobil Xenia BK 1143 KW warna silver.

Saat melintas di Jalan Juanda, tepatnya di Bundaran Hotel TD Pardede, mobil yang mereka tumpangi dihentikan oleh kelima pelaku dengan menggunakan dua sepeda motor. Sepeda motor pertama ditumpangi Ronal Sitepu, Jhoni Gultom, dan satu temannya yang berhasil kabur. Sementara itu, satu sepeda motor lagi dinaiki oleh Dapot dan Josua.

Setelah mobil korban berhenti, para pelaku langsung mengancam keempatnya dengan menggunakan senjata tajam jenis klewang dan parang. Keempatnya hanya bisa terdiam sambil keluar dari dalam mobil, sementara salah satu pelaku langsung masuk ke dalam mobil. Setelah masuk ke dalam mobil, musik dari tape terdengar membahana. Bingung dengan mobil Xenia korban, pelaku pun lalu menstater mobil. Dasar pelaku tak tahu mengenai mobil, ternyata mesin mobil masih dalam keadaan menyala. Tak pelak, usahanya untuk menstarter mobil tak berhasil.

Pelaku pun keluar dari mobil dan memukul para korban. Setelah itu membiarkan korban pergi begitu saja. Namun, dua teman Renal Lubis memilih untuk turun di Simpang Bundaran Hotel Bandara dan menaiki becak bermotor (betor). Melihat korban yang pergi begitu saja, pelaku pun mengejar korban. Menyadari diikuti kelima pelaku, Renal pun langsung tancap gas dan melaju sekencang mungkin. Ternyata mobil berhasil dikejar dan korban pun memutar setir masuk ke arah Jalan Sudirman dengan tujuan agar terlihat dan dibantu warga. Tepat persis di depan rumah dinas perwira TNI, dua sepeda motor yang ditumpangi kelima pelaku langsung membagi dua arah.

Ronal Sitepu, Jhoni Gultom, dan seorang rekannya memilih di sebelah kanan mobil korban. Sementara, Dapot dan Josua memilih di sebelah kiri mobil korban. Melihat posisi terjepit, Renal dengan kecepatan tinggi pun menyenggol sepeda motor yang ditumpangi Ronal Sitepu, Jhoni Gultom, dan seorang rekannya itu. Sepeda motor pun terjatuh dan Ronal Sitepu dan Jhoni Gultom pun terpental ke badan jalan sementara temannya terjatuh. Kemudian Renal pun menancap gas mobilnya dan menabrak sepeda motor yang dikemudikan Josua dan Dapot di depan Hotel Polonia, Jalan Sudirman, Medan.

REMUK: Mobil Xenia setelah menabrak komplotan rampok, kemarin.
REMUK: Mobil Xenia setelah menabrak komplotan rampok, kemarin.

Setelah keempatnya terjatuh dan berserakan di badan jalan, warga langsung berhamburan termasuk penghuni Hotel Polonia dan mengamankan lokasi. Pengemudi mobil, Renal dan Andri, diselamatkan dan dikeluarkan dari dalam mobil. Kedua abang beradik tersebut mengalami luka lecet pada bagian tangan dan badannya. Tak berapa lama kemudian, dua petugas Sat Lantas Polresta Medan yang sedang berjaga di Pos Lantas Polresta Medan di Jalan Sudirman pun tiba di lokasi dan mengamankan lokasi kejadian. Kemudian, selang 20 menit kemudian, petugas Mapolsekta Medan Baru tiba dilokasi bersamaan dengan Kanit Sabhara Polresta Medan, AKP Raswan Effendi dan keempatnya diamankan selanjutnya dibawa ke RS Bayangkara Polda Sumut.
Josua P Purba, mengalami patah kaki kanan dan kepala koyak. Dia masih bersekolah di SMA Eka Prasetya. Dapot Hutauruk, mengalami tangan terkilir dan kaki terkilir dan tercatat sebagai siswa SLTP Eka Prasetya. Jhoni Gultom, mengalami patah tangan dan patah kaki dan Ronal Sitepu, mengalami luka memar, luka lecet dan pendarahan pada bagian kepala. Kelimanya menaiki sepeda motor yang sama yakni Yamaha Jupiter MX.

“Kami sempat kejar-kejaran dan saya pun langsung masuk ke Jalan Sudirman. Pas di depan Hotel Polonia ini mereka saya tabrak dengan mobil saya dan mereka pun terjatuh dan saya bersama dengan adik saya langsung ditolong oleh warga,” jelas Renal Lubis yang mengalami luka memar. Keduanya pun dibawa petugas untuk dimintai keterangan dan membuat laporan di Maplsekta Medan Baru.

Jhoni Gultom dan Ronal Sitepu akhirnya meninggal dunia, Kamis pagi 06.30 WIB di ICU RS Bayangkara Polda Sumut. Keduanya meninggal setelah sebelumnya mendapatkan perawatan selama dua jam di RS Bayangkara Polda Sumut. “Dua lagi masih dirawat,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Moch Yoris Marzuki SIK, di RS Bayangkara Polda Sumut.

Hal senada juga diucapkan Kapolsekta Medan Baru, Kompol Jean Calvin Simanjuntak SIK. “Kita juga masih memintai keterangan dari saksi, korban dan tersangka. Untuk kedua tersangka yang dirawat di Ruang ICU, masih kita mintai keterangan. Kita juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti klewang, parang, gunting, lakban dan kunci monyet. Satu pelaku lagi masih kita kejar sampai saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Rauli br Sianturi (43), ibu dari Ronal Sitepu yang tiba di RS Bayangkara Polda Sumut langsung menangis histeris. “Aduh, kenapa kau Ronal, padahal tadi malam sudah Mama telepon kau Ronal,” jerit Raulina br Sianturi.

Sambil menangis, Raulina br Sianturi tak percaya anaknya mati begitu saja. “Pasti diseret polisi ini… Anak saya ini baik orangnya dan tak mungkin dia begini… Baru saja bapaknya meninggal,” jerit Raulina lagi.

Sementara itu, Japormen Purba SH (50), ayahnya Josua, mengatakan, mereka sama sekali tak ada firasat buruk tentang anaknya yang berakhir dengan kondisi tragis didalam sel. Diterangkannya, anaknya itu rajin sekolah dan tak menyangka berbuat seperti ini.

Ditegaskannya, mereka akan tetap menuntut karena tak terima perlakuan seperti ini. “Walaupun anak saya berbuat kejahatan, kan tak wajar saja sampai tersiksa begini dan sampai ada yang mati begitu. Tetap akan kita tuntut,” jelasnya. (jon)

MEDAN-Tak sudi kehilangan mobil, Renal Lubis (25), nekat melawan komplotan perampok yang ingin mengambil secara paksa Xenia miliknya. Bersama adiknya, Andri (22), dia berhasil melumpuhkan komplotan tersebut dengan menabrakkan mobilnya ke sepeda motor milik tersangka. Akibatnya, 2 dari lima anggota komplotan itu tewas.

REMUK: Mobil Xenia setelah menabrak komplotan rampok, kemarin.
REMUK: Mobil Xenia setelah menabrak komplotan rampok, kemarin.

Pada kejadian dini hari kemarin, sejatinya komplotan itu berjumlah 5 orang. Adalah Jhoni Gultom (28) warga Jalan Karya VII Medan Helvet dan Ronal Sitepu (19) Jalan Kapten Sumarsono Medan Helvetia yang tewas dari kejadian itu. Dua rekannya lagi, Josua P Purba (17) warga Jalan Karya VII Medan
Helvetia dan Dapot Hutauruk (16) warga Jalan Karya VII Medan Helvetia hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Bayangkara Polda Sumut. Sementara, seorang lagi masih buron setelah berhasil melarikan diri setelah ditabrak oleh Renal dan adiknya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Renal Lubis dan Andri yang merupakan warga Jalan Airlangga Kampung Madrasah beserta dan dua temannya baru saja pulang dari tempat nongkrong di salah satu distro yang ada di Jalan Halat, Kamis (3/1) dini hari 02.30 WIB. Mereka mengendarai mobil Xenia BK 1143 KW warna silver.

Saat melintas di Jalan Juanda, tepatnya di Bundaran Hotel TD Pardede, mobil yang mereka tumpangi dihentikan oleh kelima pelaku dengan menggunakan dua sepeda motor. Sepeda motor pertama ditumpangi Ronal Sitepu, Jhoni Gultom, dan satu temannya yang berhasil kabur. Sementara itu, satu sepeda motor lagi dinaiki oleh Dapot dan Josua.

Setelah mobil korban berhenti, para pelaku langsung mengancam keempatnya dengan menggunakan senjata tajam jenis klewang dan parang. Keempatnya hanya bisa terdiam sambil keluar dari dalam mobil, sementara salah satu pelaku langsung masuk ke dalam mobil. Setelah masuk ke dalam mobil, musik dari tape terdengar membahana. Bingung dengan mobil Xenia korban, pelaku pun lalu menstater mobil. Dasar pelaku tak tahu mengenai mobil, ternyata mesin mobil masih dalam keadaan menyala. Tak pelak, usahanya untuk menstarter mobil tak berhasil.

Pelaku pun keluar dari mobil dan memukul para korban. Setelah itu membiarkan korban pergi begitu saja. Namun, dua teman Renal Lubis memilih untuk turun di Simpang Bundaran Hotel Bandara dan menaiki becak bermotor (betor). Melihat korban yang pergi begitu saja, pelaku pun mengejar korban. Menyadari diikuti kelima pelaku, Renal pun langsung tancap gas dan melaju sekencang mungkin. Ternyata mobil berhasil dikejar dan korban pun memutar setir masuk ke arah Jalan Sudirman dengan tujuan agar terlihat dan dibantu warga. Tepat persis di depan rumah dinas perwira TNI, dua sepeda motor yang ditumpangi kelima pelaku langsung membagi dua arah.

Ronal Sitepu, Jhoni Gultom, dan seorang rekannya memilih di sebelah kanan mobil korban. Sementara, Dapot dan Josua memilih di sebelah kiri mobil korban. Melihat posisi terjepit, Renal dengan kecepatan tinggi pun menyenggol sepeda motor yang ditumpangi Ronal Sitepu, Jhoni Gultom, dan seorang rekannya itu. Sepeda motor pun terjatuh dan Ronal Sitepu dan Jhoni Gultom pun terpental ke badan jalan sementara temannya terjatuh. Kemudian Renal pun menancap gas mobilnya dan menabrak sepeda motor yang dikemudikan Josua dan Dapot di depan Hotel Polonia, Jalan Sudirman, Medan.

REMUK: Mobil Xenia setelah menabrak komplotan rampok, kemarin.
REMUK: Mobil Xenia setelah menabrak komplotan rampok, kemarin.

Setelah keempatnya terjatuh dan berserakan di badan jalan, warga langsung berhamburan termasuk penghuni Hotel Polonia dan mengamankan lokasi. Pengemudi mobil, Renal dan Andri, diselamatkan dan dikeluarkan dari dalam mobil. Kedua abang beradik tersebut mengalami luka lecet pada bagian tangan dan badannya. Tak berapa lama kemudian, dua petugas Sat Lantas Polresta Medan yang sedang berjaga di Pos Lantas Polresta Medan di Jalan Sudirman pun tiba di lokasi dan mengamankan lokasi kejadian. Kemudian, selang 20 menit kemudian, petugas Mapolsekta Medan Baru tiba dilokasi bersamaan dengan Kanit Sabhara Polresta Medan, AKP Raswan Effendi dan keempatnya diamankan selanjutnya dibawa ke RS Bayangkara Polda Sumut.
Josua P Purba, mengalami patah kaki kanan dan kepala koyak. Dia masih bersekolah di SMA Eka Prasetya. Dapot Hutauruk, mengalami tangan terkilir dan kaki terkilir dan tercatat sebagai siswa SLTP Eka Prasetya. Jhoni Gultom, mengalami patah tangan dan patah kaki dan Ronal Sitepu, mengalami luka memar, luka lecet dan pendarahan pada bagian kepala. Kelimanya menaiki sepeda motor yang sama yakni Yamaha Jupiter MX.

“Kami sempat kejar-kejaran dan saya pun langsung masuk ke Jalan Sudirman. Pas di depan Hotel Polonia ini mereka saya tabrak dengan mobil saya dan mereka pun terjatuh dan saya bersama dengan adik saya langsung ditolong oleh warga,” jelas Renal Lubis yang mengalami luka memar. Keduanya pun dibawa petugas untuk dimintai keterangan dan membuat laporan di Maplsekta Medan Baru.

Jhoni Gultom dan Ronal Sitepu akhirnya meninggal dunia, Kamis pagi 06.30 WIB di ICU RS Bayangkara Polda Sumut. Keduanya meninggal setelah sebelumnya mendapatkan perawatan selama dua jam di RS Bayangkara Polda Sumut. “Dua lagi masih dirawat,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Moch Yoris Marzuki SIK, di RS Bayangkara Polda Sumut.

Hal senada juga diucapkan Kapolsekta Medan Baru, Kompol Jean Calvin Simanjuntak SIK. “Kita juga masih memintai keterangan dari saksi, korban dan tersangka. Untuk kedua tersangka yang dirawat di Ruang ICU, masih kita mintai keterangan. Kita juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti klewang, parang, gunting, lakban dan kunci monyet. Satu pelaku lagi masih kita kejar sampai saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Rauli br Sianturi (43), ibu dari Ronal Sitepu yang tiba di RS Bayangkara Polda Sumut langsung menangis histeris. “Aduh, kenapa kau Ronal, padahal tadi malam sudah Mama telepon kau Ronal,” jerit Raulina br Sianturi.

Sambil menangis, Raulina br Sianturi tak percaya anaknya mati begitu saja. “Pasti diseret polisi ini… Anak saya ini baik orangnya dan tak mungkin dia begini… Baru saja bapaknya meninggal,” jerit Raulina lagi.

Sementara itu, Japormen Purba SH (50), ayahnya Josua, mengatakan, mereka sama sekali tak ada firasat buruk tentang anaknya yang berakhir dengan kondisi tragis didalam sel. Diterangkannya, anaknya itu rajin sekolah dan tak menyangka berbuat seperti ini.

Ditegaskannya, mereka akan tetap menuntut karena tak terima perlakuan seperti ini. “Walaupun anak saya berbuat kejahatan, kan tak wajar saja sampai tersiksa begini dan sampai ada yang mati begitu. Tetap akan kita tuntut,” jelasnya. (jon)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/