Petugas Zakat IZI Dikeroyok di CFD Kesawan Medan, KH M Nuh Desak Polisi Bertindak Tegas

MEDAN, SumutPos.co— Aksi kekerasan di ruang publik kembali mencoreng kenyamanan warga Kota Medan. Rafli Kahfi, seorang petugas lembaga amil zakat Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pengendara sepeda motor di kawasan Car Free Day (CFD) Kesawan, Medan, Minggu pagi (8/11).

Insiden yang terjadi di tengah aktivitas sosial kemanusiaan ini langsung menuai kecaman keras dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara, KH. Muhammad Nuh.

Peristiwa nahas tersebut bermula ketika tiga unit sepeda motor secara nekat menerobos masuk ke area CFD Kesawan yang seharusnya steril dari kendaraan bermotor. Kelompok pengendara tersebut kemudian menabrak Rafli Kahfi yang tengah menjalankan tugas mulia menggalang donasi kemanusiaan bagi masyarakat.

Akibat tabrakan itu, kacamata korban terjatuh dan pecah. Berniat mencari kejelasan dan meminta pertanggungjawaban atas kerusakan barang pribadinya, Rafli menghampiri para pengendara motor tersebut. Alih-alih meminta maaf atau bertanggung jawab, situasi justru memanas.

Adu mulut yang terjadi seketika berkembang menjadi aksi anarkis ketika lima orang pria yang diduga bagian dari kelompok pengendara itu berbalik mengeroyok sang petugas zakat. Aksi pengeroyokan di ruang publik yang sarat warga ini sontak menjadi pusat perhatian dan meresahkan masyarakat yang sedang berolahraga maupun menikmati akhir pekan.

Menanggapi insiden memilukan ini, KH Muhammad Nuh menyampaikan keprihatinan serta penyesalan mendalam. Ia menegaskan, aksi kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan, terlebih korban adalah seorang pekerja kemanusiaan yang sedang mengemban tugas mulia.

“Kita tentu sangat menyesalkan peristiwa pengeroyokan yang terjadi di kawasan CFD Kesawan ini. Apalagi, korban merupakan petugas yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Seharusnya, setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan cara yang baik, bukan justru dengan tindakan kekerasan,” ungkap KH. Muhammad Nuh, Minggu (8/11).

Lebih lanjut, senator asal Sumut itu mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu. Ia meminta para pelaku segera diidentifikasi dan diproses sesuai undang-undang yang berlaku guna memberikan efek jera serta kepastian hukum bagi korban.

“Kita meminta kepada aparat keamanan untuk bertindak tegas. Peristiwa seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. Menurutnya, ketegasan aparat sangat krusial untuk mencegah terjadinya budaya main hakim sendiri di tengah masyarakat.

Selain menuntut keadilan bagi korban di ranah hukum, KH. Muhammad Nuh turut menyoroti lemahnya pengawasan terhadap sterilisasi kawasan CFD dari kendaraan bermotor. Ia mengingatkan bahwa ruang publik semacam ini diperuntukkan bagi warga untuk berolahraga, rekreasi, hingga beraktivitas sosial dengan rasa aman.

“CFD itu merupakan ruang publik bagi masyarakat. Karena itu, keamanan dan ketertibannya harus benar-benar dijaga. Jangan sampai masyarakat yang datang untuk berolahraga maupun mereka yang melakukan kegiatan sosial justru mengalami kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Pihaknya mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperketat pengawasan akses masuk kendaraan di sepanjang jalur CFD. Penjagaan lalu lintas yang lebih konsisten dinilai mutlak diperlukan agar insiden serupa tidak terulang kembali, sekaligus memastikan marwah kawasan bebas kendaraan benar-benar terjaga demi keselamatan warga Kota Medan. (adz)

MEDAN, SumutPos.co— Aksi kekerasan di ruang publik kembali mencoreng kenyamanan warga Kota Medan. Rafli Kahfi, seorang petugas lembaga amil zakat Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pengendara sepeda motor di kawasan Car Free Day (CFD) Kesawan, Medan, Minggu pagi (8/11).

Insiden yang terjadi di tengah aktivitas sosial kemanusiaan ini langsung menuai kecaman keras dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara, KH. Muhammad Nuh.

Peristiwa nahas tersebut bermula ketika tiga unit sepeda motor secara nekat menerobos masuk ke area CFD Kesawan yang seharusnya steril dari kendaraan bermotor. Kelompok pengendara tersebut kemudian menabrak Rafli Kahfi yang tengah menjalankan tugas mulia menggalang donasi kemanusiaan bagi masyarakat.

Akibat tabrakan itu, kacamata korban terjatuh dan pecah. Berniat mencari kejelasan dan meminta pertanggungjawaban atas kerusakan barang pribadinya, Rafli menghampiri para pengendara motor tersebut. Alih-alih meminta maaf atau bertanggung jawab, situasi justru memanas.

Adu mulut yang terjadi seketika berkembang menjadi aksi anarkis ketika lima orang pria yang diduga bagian dari kelompok pengendara itu berbalik mengeroyok sang petugas zakat. Aksi pengeroyokan di ruang publik yang sarat warga ini sontak menjadi pusat perhatian dan meresahkan masyarakat yang sedang berolahraga maupun menikmati akhir pekan.

Menanggapi insiden memilukan ini, KH Muhammad Nuh menyampaikan keprihatinan serta penyesalan mendalam. Ia menegaskan, aksi kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan, terlebih korban adalah seorang pekerja kemanusiaan yang sedang mengemban tugas mulia.

“Kita tentu sangat menyesalkan peristiwa pengeroyokan yang terjadi di kawasan CFD Kesawan ini. Apalagi, korban merupakan petugas yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Seharusnya, setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan cara yang baik, bukan justru dengan tindakan kekerasan,” ungkap KH. Muhammad Nuh, Minggu (8/11).

Lebih lanjut, senator asal Sumut itu mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu. Ia meminta para pelaku segera diidentifikasi dan diproses sesuai undang-undang yang berlaku guna memberikan efek jera serta kepastian hukum bagi korban.

“Kita meminta kepada aparat keamanan untuk bertindak tegas. Peristiwa seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. Menurutnya, ketegasan aparat sangat krusial untuk mencegah terjadinya budaya main hakim sendiri di tengah masyarakat.

Selain menuntut keadilan bagi korban di ranah hukum, KH. Muhammad Nuh turut menyoroti lemahnya pengawasan terhadap sterilisasi kawasan CFD dari kendaraan bermotor. Ia mengingatkan bahwa ruang publik semacam ini diperuntukkan bagi warga untuk berolahraga, rekreasi, hingga beraktivitas sosial dengan rasa aman.

“CFD itu merupakan ruang publik bagi masyarakat. Karena itu, keamanan dan ketertibannya harus benar-benar dijaga. Jangan sampai masyarakat yang datang untuk berolahraga maupun mereka yang melakukan kegiatan sosial justru mengalami kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Pihaknya mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperketat pengawasan akses masuk kendaraan di sepanjang jalur CFD. Penjagaan lalu lintas yang lebih konsisten dinilai mutlak diperlukan agar insiden serupa tidak terulang kembali, sekaligus memastikan marwah kawasan bebas kendaraan benar-benar terjaga demi keselamatan warga Kota Medan. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru