30 C
Medan
Tuesday, March 10, 2026

Suara Hati Kader dari Acara Bukber di Jalan Sena: Harapan Baru untuk Demokrat Medan di Momen Ramadan

MEDAN, SumutPos.co– Suasana syahdu Bulan Suci Ramadan di internal DPC Partai Demokrat Kota Medan diwarnai dengan dinamika organisasi yang cukup menarik perhatian. Di tengah momentum berbagi keberkahan, muncul dua agenda buka puasa bersama yang digelar di waktu dan lokasi berbeda oleh dua pucuk pimpinan partai tersebut.

Agenda pertama berlangsung di Kantor DPC, Jalan Mengkara, Sabtu (7/3/2026) , yang diinisiasi oleh Ketua DPC, Iswanda Ramli. Namun, selang dua hari kemudian, Senin (9/3/2026), Sekretaris DPC Besri Nazir menggelar pertemuan serupa di sebuah kafe di kawasan Jalan Sena, Medan, yang dihadiri puluhan pengurus DPC serta belasan pengurus DPAC se-Kota Medan.

Pertemuan di Jalan Sena tersebut tidak sekadar menjadi ajang buka puasa, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi dan penyampaian aspirasi arus bawah. Dalam suasana penuh keakraban, Besri Nazir secara terbuka mengungkapkan pandangannya mengenai tata kelola organisasi saat ini.

Ia menyoroti persoalan administrasi terkait nama-nama baru dalam kepengurusan yang dinilai belum melalui prosedur resmi sesuai aturan partai. “Kami ingin memastikan roda organisasi berjalan di atas rel yang benar. Ada aturan main dan AD/ART yang harus kita hormati bersama agar perjuangan kader yang telah berdarah-darah sejak Pileg 2024 tidak sia-sia,” ujar Besri di hadapan para kader.

Kondisi ini memancing keprihatinan mendalam dari Burhanuddin Sitepu, Dewan Penasehat DPC sekaligus mantan Ketua Demokrat Medan. Politisi senior ini menilai, nakhoda saat ini tidak menghargai proses dan keringat para kader lama. “Mungkin karena terlalu mudah mendapatkan posisi Ketua, jadi dia tidak merasakan pahit getirnya membesarkan partai ini. Akibatnya, orang-orang yang berjuang justru terpinggirkan,” sindir Burhanuddin.

Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Sumut ini menekankan pentingnya menghargai proses dan sejarah perjuangan kader lama. Ia berharap kepemimpinan saat ini bisa lebih merangkul semua elemen demi menjaga soliditas partai ke depan.

“Membangun partai membutuhkan kepekaan terhadap keringat para pejuang di lapangan. Kita tentu berharap DPP dapat melihat kondisi ini secara objektif demi kebaikan bersama,” tutur Burhanuddin.

Mantan anggota DPRD Medan tiga periode ini juga meragukan legalitas perombakan pengurus yang dilakukan sepihak. Ia yakin di bawah kepemimpinan AHY, DPP tidak akan mengeluarkan SK jika menabrak AD/ART.

Meski sempat muncul pernyataan tegas dari perwakilan DPAC mengenai mosi ketidakpuasan, pertemuan di Jalan Sena ini lebih menonjolkan semangat untuk mengembalikan marwah organisasii melalui jalur konstitusional partai.

Para tokoh yang hadir, seperti Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPD Sumut Ibrahim Tarigan, Sekretaris Dewan Pertimbangan Demokrat Medan Parlindungan Sipahutar, Ketua OKK DPC Demokrat Medan Michael Siregar, Kepala Bidang Jaringan Konstituen Demokrat Medan Nurbaiti Silalahi, Ketua PDRI Kota Medan Maharani, dan lainnya, tampak sepakat bahwa transparansi administrasi adalah kunci menjaga marwah Partai Demokrat di Kota Medan.

Acara yang berakhir dengan penuh kekeluargaan ini menjadi potret bahwa di balik dinamika politik yang ada, ruang dialog dan silaturahmi tetap menjadi jalan utama bagi para kader dalam menyuarakan harapan mereka. (adz)

MEDAN, SumutPos.co– Suasana syahdu Bulan Suci Ramadan di internal DPC Partai Demokrat Kota Medan diwarnai dengan dinamika organisasi yang cukup menarik perhatian. Di tengah momentum berbagi keberkahan, muncul dua agenda buka puasa bersama yang digelar di waktu dan lokasi berbeda oleh dua pucuk pimpinan partai tersebut.

Agenda pertama berlangsung di Kantor DPC, Jalan Mengkara, Sabtu (7/3/2026) , yang diinisiasi oleh Ketua DPC, Iswanda Ramli. Namun, selang dua hari kemudian, Senin (9/3/2026), Sekretaris DPC Besri Nazir menggelar pertemuan serupa di sebuah kafe di kawasan Jalan Sena, Medan, yang dihadiri puluhan pengurus DPC serta belasan pengurus DPAC se-Kota Medan.

Pertemuan di Jalan Sena tersebut tidak sekadar menjadi ajang buka puasa, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi dan penyampaian aspirasi arus bawah. Dalam suasana penuh keakraban, Besri Nazir secara terbuka mengungkapkan pandangannya mengenai tata kelola organisasi saat ini.

Ia menyoroti persoalan administrasi terkait nama-nama baru dalam kepengurusan yang dinilai belum melalui prosedur resmi sesuai aturan partai. “Kami ingin memastikan roda organisasi berjalan di atas rel yang benar. Ada aturan main dan AD/ART yang harus kita hormati bersama agar perjuangan kader yang telah berdarah-darah sejak Pileg 2024 tidak sia-sia,” ujar Besri di hadapan para kader.

Kondisi ini memancing keprihatinan mendalam dari Burhanuddin Sitepu, Dewan Penasehat DPC sekaligus mantan Ketua Demokrat Medan. Politisi senior ini menilai, nakhoda saat ini tidak menghargai proses dan keringat para kader lama. “Mungkin karena terlalu mudah mendapatkan posisi Ketua, jadi dia tidak merasakan pahit getirnya membesarkan partai ini. Akibatnya, orang-orang yang berjuang justru terpinggirkan,” sindir Burhanuddin.

Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Sumut ini menekankan pentingnya menghargai proses dan sejarah perjuangan kader lama. Ia berharap kepemimpinan saat ini bisa lebih merangkul semua elemen demi menjaga soliditas partai ke depan.

“Membangun partai membutuhkan kepekaan terhadap keringat para pejuang di lapangan. Kita tentu berharap DPP dapat melihat kondisi ini secara objektif demi kebaikan bersama,” tutur Burhanuddin.

Mantan anggota DPRD Medan tiga periode ini juga meragukan legalitas perombakan pengurus yang dilakukan sepihak. Ia yakin di bawah kepemimpinan AHY, DPP tidak akan mengeluarkan SK jika menabrak AD/ART.

Meski sempat muncul pernyataan tegas dari perwakilan DPAC mengenai mosi ketidakpuasan, pertemuan di Jalan Sena ini lebih menonjolkan semangat untuk mengembalikan marwah organisasii melalui jalur konstitusional partai.

Para tokoh yang hadir, seperti Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPD Sumut Ibrahim Tarigan, Sekretaris Dewan Pertimbangan Demokrat Medan Parlindungan Sipahutar, Ketua OKK DPC Demokrat Medan Michael Siregar, Kepala Bidang Jaringan Konstituen Demokrat Medan Nurbaiti Silalahi, Ketua PDRI Kota Medan Maharani, dan lainnya, tampak sepakat bahwa transparansi administrasi adalah kunci menjaga marwah Partai Demokrat di Kota Medan.

Acara yang berakhir dengan penuh kekeluargaan ini menjadi potret bahwa di balik dinamika politik yang ada, ruang dialog dan silaturahmi tetap menjadi jalan utama bagi para kader dalam menyuarakan harapan mereka. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru