29 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Jokowi Beri Selamat

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

SUMUTPOS.CO, KABAR Kemenangan Donald Trump mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kepala pemerintahan negara satu per satu mulai mengucapkan selamat kepada presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut, termasuk Indonesia.

Presiden Joko Widodo memberikan selamat atas kemenangan Trump. ’’Saya mengucapkan selamat kepada presiden terpilih Donald  Trump,’’ ujar Jokowi usai membuka olimpiade matematika di Tangerang, kemarin (9/11).

Jokowi juga mengucapkan selamat kepada rakyat AS atas terselenggaranya pemilihan presiden tersebut. Dia mengapresiasi proses demokrasi yang berlangsung di Negeri Paman Sam itu. ’’Hasil pemilihan presiden tersebut mencerminkan kehendak mayoritas rakyat Amerika,’’ lanjut Presiden 55 tahun tersebut. Apapun pilihan rakyat Amerika, dia menghargainya.

Jokowi menambahkan, hubungan Indonesia dan AS akan tetap baik ke depan. Indonesia siap untuk melanjutkan kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua negara. ’’Saya juga mengajak Presiden Amerika terpilih untuk terus melanjutkan kerjasama membangun perdamaian dan menciptakan kesejahteraan dunia,’’ tambahnya.

Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla masih belum berkenan lagi memberikan tanggapan tentang kemenangan Trump. Ketika akan berangkat rapat terbatas siang kemarin dia berlasan kalau penghitungan suara belum selesai. “Nantilah nunggu selesai. Siapa tahu bisa berbalik,” ujar JK lantas tersenyum.

Tapi, sebelumnya JK menuturkan, kondisi perdamaian dan ekonomi dunia akan terpengaruh dengan kemenangan Trump. Dia menyebut, banyak orang yang berharap Hillary akan terpilih. “Ya kalau Trump wah kelihatannya susah itu, dunia nanti juga jadi susah,” ujar JK.

Dari sisi ekonomi, dia menilai Trump akan lebih protektif pada pasar domestik Amerika Serikat. Dia berharap tidak akan terlalu berpengaruh pada perdagangan sehingga kondisinya akan biasa-biasa saja. “Walaupun kelihatannya dari pidatonya Trump itu lebih protektif nasionalnya sendiri-sendiri,” imbuh dia.

Terpisah, Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengungkapkan memang awalnya banyak yang khawatir dengan Trump. Apalagi pada saat pidato dalam kampanyenya yang memberikan tekanan pada dunia Islam. Tapi, dia yakin kebijakan itu bisa lebih lunak. Lantaran, Trump akan melihat semuanya lebih bijak. “Memang khawatir, tapi saya berharap dengan seseorang menjadi Presiden maka akan lebih bijak,” ujar dia.

Salah satu yang dikhawatirkan adalah kebijakan dalam hal perang. Misalnya konflik di Timur Tengah yang dia sebut akibat kebijakan Presiden George W. Bush. Sampai sekarang perang itu tidak terselesaikan dengan baik. “Jangan sampai satu kebijakan (yang mengkhawatirkan, red) itu pengaruhnya puluhan tahun kedepan,” kata dia.

Kemenangan tersebut juga mendapat ucapan selamat dari Partai Golongan Karya. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang sempat bertemu Donald Trump pada September tahun lalu merasa senang dengan kemenangan capres dari Partai Republik itu.

”Sebagai sahabat, sebagai teman, saya mensyukuri dan bahagia tentu sebagai teman yang baik dengan kemenangan Donald Trump ini bisa menjadi sesuatu yang baik untuk saya dan buat negara,” ujar Novanto di kantor DPP Partai Golkar, kemarin (9/11).

Menurut Novanto, kemenangan Trump diharapkan menambah erat hubungan antara Indonesia dengan AS. Novanto berharap hal ini bisa menambah nilai penanaman modal negeri Paman Sam itu kepada Indonesia. ”Mudah-mudahan dengan kemenangan ini hubungan Indonesia dan Amerika akan lebih baik khususnya baik dalam perdagangan baik dalam investasi dan hubungan bilateral ini semakin akrab,” tandasnya.

Pada September tahun lalu, Novanto yang masih menjabat Ketua DPR melakukan pertemuan dengan Trump, selaku bakal calon presiden AS. Tidak hanya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga ikut serta. Pertemuan dua pimpinan DPR itu sempat memicu kontroversi di tanah air.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

SUMUTPOS.CO, KABAR Kemenangan Donald Trump mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kepala pemerintahan negara satu per satu mulai mengucapkan selamat kepada presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut, termasuk Indonesia.

Presiden Joko Widodo memberikan selamat atas kemenangan Trump. ’’Saya mengucapkan selamat kepada presiden terpilih Donald  Trump,’’ ujar Jokowi usai membuka olimpiade matematika di Tangerang, kemarin (9/11).

Jokowi juga mengucapkan selamat kepada rakyat AS atas terselenggaranya pemilihan presiden tersebut. Dia mengapresiasi proses demokrasi yang berlangsung di Negeri Paman Sam itu. ’’Hasil pemilihan presiden tersebut mencerminkan kehendak mayoritas rakyat Amerika,’’ lanjut Presiden 55 tahun tersebut. Apapun pilihan rakyat Amerika, dia menghargainya.

Jokowi menambahkan, hubungan Indonesia dan AS akan tetap baik ke depan. Indonesia siap untuk melanjutkan kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua negara. ’’Saya juga mengajak Presiden Amerika terpilih untuk terus melanjutkan kerjasama membangun perdamaian dan menciptakan kesejahteraan dunia,’’ tambahnya.

Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla masih belum berkenan lagi memberikan tanggapan tentang kemenangan Trump. Ketika akan berangkat rapat terbatas siang kemarin dia berlasan kalau penghitungan suara belum selesai. “Nantilah nunggu selesai. Siapa tahu bisa berbalik,” ujar JK lantas tersenyum.

Tapi, sebelumnya JK menuturkan, kondisi perdamaian dan ekonomi dunia akan terpengaruh dengan kemenangan Trump. Dia menyebut, banyak orang yang berharap Hillary akan terpilih. “Ya kalau Trump wah kelihatannya susah itu, dunia nanti juga jadi susah,” ujar JK.

Dari sisi ekonomi, dia menilai Trump akan lebih protektif pada pasar domestik Amerika Serikat. Dia berharap tidak akan terlalu berpengaruh pada perdagangan sehingga kondisinya akan biasa-biasa saja. “Walaupun kelihatannya dari pidatonya Trump itu lebih protektif nasionalnya sendiri-sendiri,” imbuh dia.

Terpisah, Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengungkapkan memang awalnya banyak yang khawatir dengan Trump. Apalagi pada saat pidato dalam kampanyenya yang memberikan tekanan pada dunia Islam. Tapi, dia yakin kebijakan itu bisa lebih lunak. Lantaran, Trump akan melihat semuanya lebih bijak. “Memang khawatir, tapi saya berharap dengan seseorang menjadi Presiden maka akan lebih bijak,” ujar dia.

Salah satu yang dikhawatirkan adalah kebijakan dalam hal perang. Misalnya konflik di Timur Tengah yang dia sebut akibat kebijakan Presiden George W. Bush. Sampai sekarang perang itu tidak terselesaikan dengan baik. “Jangan sampai satu kebijakan (yang mengkhawatirkan, red) itu pengaruhnya puluhan tahun kedepan,” kata dia.

Kemenangan tersebut juga mendapat ucapan selamat dari Partai Golongan Karya. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang sempat bertemu Donald Trump pada September tahun lalu merasa senang dengan kemenangan capres dari Partai Republik itu.

”Sebagai sahabat, sebagai teman, saya mensyukuri dan bahagia tentu sebagai teman yang baik dengan kemenangan Donald Trump ini bisa menjadi sesuatu yang baik untuk saya dan buat negara,” ujar Novanto di kantor DPP Partai Golkar, kemarin (9/11).

Menurut Novanto, kemenangan Trump diharapkan menambah erat hubungan antara Indonesia dengan AS. Novanto berharap hal ini bisa menambah nilai penanaman modal negeri Paman Sam itu kepada Indonesia. ”Mudah-mudahan dengan kemenangan ini hubungan Indonesia dan Amerika akan lebih baik khususnya baik dalam perdagangan baik dalam investasi dan hubungan bilateral ini semakin akrab,” tandasnya.

Pada September tahun lalu, Novanto yang masih menjabat Ketua DPR melakukan pertemuan dengan Trump, selaku bakal calon presiden AS. Tidak hanya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga ikut serta. Pertemuan dua pimpinan DPR itu sempat memicu kontroversi di tanah air.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/