27 C
Medan
Thursday, June 20, 2024

Warga Kampung Kompak Minta Polisi Tangkap Komplotan Kamiso

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Kampung Kompak, Jalan H Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, menggeruduk Maporelrestabes Medan, Kamis (16/5/2024).

Kedatangan warga bersama kuasa hukumnya Poltak Silitonga itu, meminta polisi menangkap komplotan Kamiso, terkait kasus pembacokan.

“Kedatangan saya bersama warga Kampung Kompak diterima langsung oleh penyidik dan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan. Dalam pertemuan itu saya menanyakan tindak lanjut perkara tindak pidana penyerangan/pembacokan terhadap klien saya yang diketahui pelakunya sekitar 50 orang,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini polisi masih menangkap 3 orang sedangkan pelaku lainnya masih bebas berkeliaran. Bahkan kata Poltak, pelaku malakukan penutupan jalan dan masih meneror warga Kampung Kompak.

“Kita sangat percaya pihak Polrestabes Medan akan atensikan perkara ini untuk segera menangkap pelaku lainnnya. Guna mendapatkan keadilan hukum yang pasti terhadap klien saya. Dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada penyidik dan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan yang sudah menerima kedatangan kami dan melayani dengan baik,” katanya.

Lanjut dikatakannya, perkara ini akan terus diawasi dan dikawal serta mendukung pihak Polrestabes Medan untuk memberantas preman-preman yang sangat meresahkan di kota Medan.

“Perkara ini akan saya awasi dan kawal hingga warga Kampung Kompak mendapatkan keadilan hukum. Karena saat ini warga Kampung Kompak sangat terancam dan diteror habis oleh preman-preman. Dan saya mendukung pihak Polrestabes Medan untuk memberantas preman-preman yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Hal senada, Rahman Tua Nasution (korban pembacokan) mewakili warga Kampung Kompak juga berharap pihak Polrestabes Medan segera menangkap semua pelaku itu, yang diketahui para pelaku masih berkeliaran serta meneror warga.

“Harapan saya, pihak Polrestabes Medan segera menangkap komplotan Kamiso yang menyerang saya. Karena, para pelaku masih bebas berkeliaran dan meneror kami dengan senjata tajam. Supaya kami warga Kampung Kompak merasa nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” tandasnya. (man/han)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Kampung Kompak, Jalan H Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, menggeruduk Maporelrestabes Medan, Kamis (16/5/2024).

Kedatangan warga bersama kuasa hukumnya Poltak Silitonga itu, meminta polisi menangkap komplotan Kamiso, terkait kasus pembacokan.

“Kedatangan saya bersama warga Kampung Kompak diterima langsung oleh penyidik dan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan. Dalam pertemuan itu saya menanyakan tindak lanjut perkara tindak pidana penyerangan/pembacokan terhadap klien saya yang diketahui pelakunya sekitar 50 orang,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini polisi masih menangkap 3 orang sedangkan pelaku lainnya masih bebas berkeliaran. Bahkan kata Poltak, pelaku malakukan penutupan jalan dan masih meneror warga Kampung Kompak.

“Kita sangat percaya pihak Polrestabes Medan akan atensikan perkara ini untuk segera menangkap pelaku lainnnya. Guna mendapatkan keadilan hukum yang pasti terhadap klien saya. Dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada penyidik dan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan yang sudah menerima kedatangan kami dan melayani dengan baik,” katanya.

Lanjut dikatakannya, perkara ini akan terus diawasi dan dikawal serta mendukung pihak Polrestabes Medan untuk memberantas preman-preman yang sangat meresahkan di kota Medan.

“Perkara ini akan saya awasi dan kawal hingga warga Kampung Kompak mendapatkan keadilan hukum. Karena saat ini warga Kampung Kompak sangat terancam dan diteror habis oleh preman-preman. Dan saya mendukung pihak Polrestabes Medan untuk memberantas preman-preman yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Hal senada, Rahman Tua Nasution (korban pembacokan) mewakili warga Kampung Kompak juga berharap pihak Polrestabes Medan segera menangkap semua pelaku itu, yang diketahui para pelaku masih berkeliaran serta meneror warga.

“Harapan saya, pihak Polrestabes Medan segera menangkap komplotan Kamiso yang menyerang saya. Karena, para pelaku masih bebas berkeliaran dan meneror kami dengan senjata tajam. Supaya kami warga Kampung Kompak merasa nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” tandasnya. (man/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/