30 C
Medan
Monday, March 16, 2026

Warga Binaan Lapas Medan Ikuti Pelatihan Barbershop

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah program pelatihan barbershop yang dilaksanakan di area pembinaan kerja.

Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, mengatakan bahwa program pembinaan kemandirian seperti pelatihan barbershop merupakan bagian dari komitmen lapas dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

“Melalui pelatihan keterampilan ini, kami berharap warga binaan memiliki kemampuan yang bisa menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Program ini, kata dia, tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi para warga binaan.

“Melalui kegiatan tersebut, WBP mendapatkan kesempatan untuk belajar teknik dasar hingga praktik memangkas rambut sebagai bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” katanya.

Menjelang Lebaran, layanan pangkas rambut di dalam lapas juga mengalami peningkatan peminat. Para warga binaan tampak antusias memanfaatkan fasilitas tersebut untuk merapikan penampilan agar terlihat lebih bersih dan rapi saat menyambut hari raya.

Selain memberikan pelayanan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi warga binaan yang memiliki minat di bidang tata rambut untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Dengan pembinaan tersebut, diharapkan para WBP memiliki keahlian praktis yang bisa menjadi peluang usaha maupun pekerjaan setelah kembali ke masyarakat.

Petugas pembinaan kerja Lapas Kelas I Medan turut melakukan pengawasan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan program berjalan tertib, aman, serta memberikan manfaat maksimal bagi warga binaan. (man/ila)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah program pelatihan barbershop yang dilaksanakan di area pembinaan kerja.

Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, mengatakan bahwa program pembinaan kemandirian seperti pelatihan barbershop merupakan bagian dari komitmen lapas dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

“Melalui pelatihan keterampilan ini, kami berharap warga binaan memiliki kemampuan yang bisa menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Program ini, kata dia, tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi para warga binaan.

“Melalui kegiatan tersebut, WBP mendapatkan kesempatan untuk belajar teknik dasar hingga praktik memangkas rambut sebagai bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” katanya.

Menjelang Lebaran, layanan pangkas rambut di dalam lapas juga mengalami peningkatan peminat. Para warga binaan tampak antusias memanfaatkan fasilitas tersebut untuk merapikan penampilan agar terlihat lebih bersih dan rapi saat menyambut hari raya.

Selain memberikan pelayanan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi warga binaan yang memiliki minat di bidang tata rambut untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Dengan pembinaan tersebut, diharapkan para WBP memiliki keahlian praktis yang bisa menjadi peluang usaha maupun pekerjaan setelah kembali ke masyarakat.

Petugas pembinaan kerja Lapas Kelas I Medan turut melakukan pengawasan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan program berjalan tertib, aman, serta memberikan manfaat maksimal bagi warga binaan. (man/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru