Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara (Sumut), Timbul Jaya Hamonangan Sibarani mendesak manajemen Sun Plaza Medan untuk membuka seluruh akses buka-tutup jalan di kawasan Jalan Zainul Arifin, Kecamatan Medan Baru.
Permintaan itu disampaikan setelah Komisi D DPRD Sumut melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan menerima sejumlah keluhan dari masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
“Kita meminta manajemen Mall Sun Plaza Medan untuk membuka ruas jalan di wilayah Jalan Zainul Arifin. Sebab temuan kami di lapangan, imbas ditutupnya jalan tersebut, banyak para pelaku UMKM berkeluh kesah,” ucap Timbul, Jumat (15/5/2026).
Menurut politisi Partai Golkar itu, kebijakan buka-tutup akses jalan dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Banyak pedagang kaki lima mengaku mengalami penurunan omzet akibat berkurangnya arus kendaraan dan pengunjung yang melintas di kawasan tersebut.
“Tak hanya pelaku UMKM, penutupan akses jalan juga mengganggu aktivitas jemaat Gereja Kristen Indonesia yang berada tepat di depan Sun Plaza Medan. Para jemaat mengalami kesulitan untuk memasuki area gereja, terutama saat pelaksanaan ibadah,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan tersebut harus segera ditangani agar tidak terus merugikan masyarakat sekitar. Komisi D DPRD Sumut pun meminta pihak manajemen Sun Plaza mengevaluasi kebijakan penutupan jalan dan lebih mengedepankan kepentingan publik.
“Keberadaan pusat perbelanjaan besar seharusnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, bukan justru mempersulit aktivitas warga maupun pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut,” pungkasnya. (map/ila)
Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara (Sumut), Timbul Jaya Hamonangan Sibarani mendesak manajemen Sun Plaza Medan untuk membuka seluruh akses buka-tutup jalan di kawasan Jalan Zainul Arifin, Kecamatan Medan Baru.
Permintaan itu disampaikan setelah Komisi D DPRD Sumut melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan menerima sejumlah keluhan dari masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
“Kita meminta manajemen Mall Sun Plaza Medan untuk membuka ruas jalan di wilayah Jalan Zainul Arifin. Sebab temuan kami di lapangan, imbas ditutupnya jalan tersebut, banyak para pelaku UMKM berkeluh kesah,” ucap Timbul, Jumat (15/5/2026).
Menurut politisi Partai Golkar itu, kebijakan buka-tutup akses jalan dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Banyak pedagang kaki lima mengaku mengalami penurunan omzet akibat berkurangnya arus kendaraan dan pengunjung yang melintas di kawasan tersebut.
“Tak hanya pelaku UMKM, penutupan akses jalan juga mengganggu aktivitas jemaat Gereja Kristen Indonesia yang berada tepat di depan Sun Plaza Medan. Para jemaat mengalami kesulitan untuk memasuki area gereja, terutama saat pelaksanaan ibadah,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan tersebut harus segera ditangani agar tidak terus merugikan masyarakat sekitar. Komisi D DPRD Sumut pun meminta pihak manajemen Sun Plaza mengevaluasi kebijakan penutupan jalan dan lebih mengedepankan kepentingan publik.
“Keberadaan pusat perbelanjaan besar seharusnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, bukan justru mempersulit aktivitas warga maupun pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut,” pungkasnya. (map/ila)