25.6 C
Medan
Sunday, May 19, 2024

Edy Rahmayadi Jaga Cucu dan Berharap Tidak Diganggu usai Berakhir Masa Jabatan Jadi Gubsu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca meletakkan jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara bersama Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah pada 5 September 2023. Edy Rahmayadi mengungkapkan kegiatan akan dilakukan sehari-hari nantinya.

Mantan Pangkostrad itu, mengatakan akan lebih banyak beraktivitas bersama cucu pertamanya, yaitu Mikhayla Maritza Maulana.

“Jaga cucu, gendong cucu, main-main sama cucu,” jelas Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi kepada wartawan di Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Jumat (18/8/2023).

Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, mengungkapkan merdeka dan bebas dari aktivitas sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumut ini. Sehingga, Gubernur Edy mengatakan tidak ada yang boleh mengganggu dia.

“Bebas, tidak boleh lagi ganggu aku. Aku tak punya jabatan lagi,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sebelumnya, dalam pidatonya pada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023, dalam Sidang Paripurna DPRD Sumut, di Ruang Paripurna, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Rabu (16/8/2023) kemarin. Edy Rahmayadi mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat Sumut dan seluruh anggota DPRD Sumut. Karena, 5 September 2023, berakhir masa jabatan dirinya bersama Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah.

Permohonan tersebut, disampaikan mantan Pangkostrad itu, karena selama menjabat sebagai Gubernur belum dapat berbuat banyak, untuk kesejahteraan dan kemajuan di Provinsi Sumut.

Gubsu Edy mengungkapkan siapa saja yang menjadi Pj Gubernur Sumut hingga nanti terpilih jadi Gubernur Sumut melalui Pilkada 2024, harus berkomitmen untuk membangun Sumut lebih baik lagi, dari saat ini.

“Siapa pun, yang akan jadi Gubernur ke depan. Haruslah komitmen terhadap kepentingan rakyat,” kata Gubsu Edy.

Gubernur Edy mengatakan masyarakat bersatu padu mendukung pembangunan. Karena, Indonesia ini merdeka, disebabkan rakyatnya bersatu.

“Kalau ada yang salah, benarkan, jangan digerakkan massa, jangan diketok, begitu saya cari-cari (kesalahan), mau saya undang itu, mungkin ada yang benar. Tahu-tahu, rupanya ada yang nyuruh,” ucap Gubernur Edy.

Gubsu Edy mengatakan ia berpidato diluar teks yang sudah disiapkan. Karena itu, menjadi kebiasaan dirinya.

“Saya mohon maaf, nanti kalau bapak-bapak dewan marah ini, kan tak ada lagi paripurna, Sudah selesai. Tadi kata Sekwan, bapak tak boleh keluar dari teks, tapi saya mohon maaf terpaksa keluar juga dari teks,” tandas Gubsu Edy.(gus/ram)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca meletakkan jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara bersama Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah pada 5 September 2023. Edy Rahmayadi mengungkapkan kegiatan akan dilakukan sehari-hari nantinya.

Mantan Pangkostrad itu, mengatakan akan lebih banyak beraktivitas bersama cucu pertamanya, yaitu Mikhayla Maritza Maulana.

“Jaga cucu, gendong cucu, main-main sama cucu,” jelas Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi kepada wartawan di Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Jumat (18/8/2023).

Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, mengungkapkan merdeka dan bebas dari aktivitas sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumut ini. Sehingga, Gubernur Edy mengatakan tidak ada yang boleh mengganggu dia.

“Bebas, tidak boleh lagi ganggu aku. Aku tak punya jabatan lagi,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sebelumnya, dalam pidatonya pada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023, dalam Sidang Paripurna DPRD Sumut, di Ruang Paripurna, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Rabu (16/8/2023) kemarin. Edy Rahmayadi mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat Sumut dan seluruh anggota DPRD Sumut. Karena, 5 September 2023, berakhir masa jabatan dirinya bersama Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah.

Permohonan tersebut, disampaikan mantan Pangkostrad itu, karena selama menjabat sebagai Gubernur belum dapat berbuat banyak, untuk kesejahteraan dan kemajuan di Provinsi Sumut.

Gubsu Edy mengungkapkan siapa saja yang menjadi Pj Gubernur Sumut hingga nanti terpilih jadi Gubernur Sumut melalui Pilkada 2024, harus berkomitmen untuk membangun Sumut lebih baik lagi, dari saat ini.

“Siapa pun, yang akan jadi Gubernur ke depan. Haruslah komitmen terhadap kepentingan rakyat,” kata Gubsu Edy.

Gubernur Edy mengatakan masyarakat bersatu padu mendukung pembangunan. Karena, Indonesia ini merdeka, disebabkan rakyatnya bersatu.

“Kalau ada yang salah, benarkan, jangan digerakkan massa, jangan diketok, begitu saya cari-cari (kesalahan), mau saya undang itu, mungkin ada yang benar. Tahu-tahu, rupanya ada yang nyuruh,” ucap Gubernur Edy.

Gubsu Edy mengatakan ia berpidato diluar teks yang sudah disiapkan. Karena itu, menjadi kebiasaan dirinya.

“Saya mohon maaf, nanti kalau bapak-bapak dewan marah ini, kan tak ada lagi paripurna, Sudah selesai. Tadi kata Sekwan, bapak tak boleh keluar dari teks, tapi saya mohon maaf terpaksa keluar juga dari teks,” tandas Gubsu Edy.(gus/ram)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/