Aksi Tegas Berantas Begal di Belawan, Hadi Suhendra Apresiasi Camat

Upaya pemberantasan aksi begal di kawasan Medan Belawan mulai menunjukkan hasil dan mendapat sorotan positif dari berbagai pihak. Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Hadi Suhendra, secara terbuka memberikan apresiasi kepada Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan, atas langkah cepat dan konkret dalam menekan angka kriminalitas di wilayah tersebut.

Menurut Suhendra, aksi kejahatan jalanan khususnya begal di Medan Belawan selama ini telah menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat. Bahkan, tidak sedikit korban yang mengalami luka berat hingga kehilangan harta benda akibat aksi brutal para pelaku.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Camat Medan Belawan. Meski baru dua bulan menjabat, beliau sudah menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas begal,” ujar Suhendra, Sabtu (18/4/2026).

Langkah strategis yang dilakukan Robby Kurniawan dinilai tepat, terutama dalam membangun koordinasi lintas instansi. Ia menggandeng aparat dari Polres Pelabuhan Belawan serta unsur TNI melalui Danpomal Belawan untuk memperkuat pengamanan di wilayah rawan kriminalitas.

Hasilnya mulai terlihat. Dalam beberapa waktu terakhir, aparat berhasil mengamankan sejumlah pelaku begal yang kerap meresahkan warga. Penindakan cepat tersebut memberi rasa aman bagi masyarakat yang sebelumnya diliputi ketakutan, terutama saat beraktivitas di malam hari.

“Koordinasi yang baik antara pemerintah kecamatan dan aparat penegak hukum ini patut diapresiasi. Kita juga memberikan penghargaan kepada pihak kepolisian dan Danpomal yang sigap dalam menangani kasus-kasus begal,” tambahnya.

Meski demikian, Suhendra mengingatkan bahwa upaya menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada camat semata. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, mulai dari aparat kelurahan hingga lingkungan masyarakat.

“Camat tidak mungkin bekerja sendiri. Semua perangkat di bawahnya harus bergerak bersama, termasuk dukungan masyarakat,” tegas politisi Partai Golkar yang dikenal vokal tersebut.

Lebih jauh, Suhendra juga menyoroti bahwa persoalan di Medan Belawan tidak hanya sebatas aksi begal. Ia menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, seperti maraknya tawuran antar pemuda, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, kondisi permukiman kumuh, hingga persoalan banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir tersebut.

Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kota Medan, lanjutnya, terus mendorong percepatan pembangunan di wilayah Medan Utara, termasuk Belawan. Salah satu langkah konkret yang dikawal adalah alokasi sekitar 35 persen APBD Kota Medan untuk mendukung pembangunan kawasan tersebut.

“Pembangunan harus merata. Kami di DPRD akan terus mengawal agar anggaran untuk Medan Utara benar-benar terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan Medan Belawan dapat bertransformasi menjadi kawasan yang lebih aman, nyaman, dan layak huni bagi seluruh warganya. (map/ila)

Upaya pemberantasan aksi begal di kawasan Medan Belawan mulai menunjukkan hasil dan mendapat sorotan positif dari berbagai pihak. Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Hadi Suhendra, secara terbuka memberikan apresiasi kepada Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan, atas langkah cepat dan konkret dalam menekan angka kriminalitas di wilayah tersebut.

Menurut Suhendra, aksi kejahatan jalanan khususnya begal di Medan Belawan selama ini telah menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat. Bahkan, tidak sedikit korban yang mengalami luka berat hingga kehilangan harta benda akibat aksi brutal para pelaku.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Camat Medan Belawan. Meski baru dua bulan menjabat, beliau sudah menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas begal,” ujar Suhendra, Sabtu (18/4/2026).

Langkah strategis yang dilakukan Robby Kurniawan dinilai tepat, terutama dalam membangun koordinasi lintas instansi. Ia menggandeng aparat dari Polres Pelabuhan Belawan serta unsur TNI melalui Danpomal Belawan untuk memperkuat pengamanan di wilayah rawan kriminalitas.

Hasilnya mulai terlihat. Dalam beberapa waktu terakhir, aparat berhasil mengamankan sejumlah pelaku begal yang kerap meresahkan warga. Penindakan cepat tersebut memberi rasa aman bagi masyarakat yang sebelumnya diliputi ketakutan, terutama saat beraktivitas di malam hari.

“Koordinasi yang baik antara pemerintah kecamatan dan aparat penegak hukum ini patut diapresiasi. Kita juga memberikan penghargaan kepada pihak kepolisian dan Danpomal yang sigap dalam menangani kasus-kasus begal,” tambahnya.

Meski demikian, Suhendra mengingatkan bahwa upaya menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada camat semata. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, mulai dari aparat kelurahan hingga lingkungan masyarakat.

“Camat tidak mungkin bekerja sendiri. Semua perangkat di bawahnya harus bergerak bersama, termasuk dukungan masyarakat,” tegas politisi Partai Golkar yang dikenal vokal tersebut.

Lebih jauh, Suhendra juga menyoroti bahwa persoalan di Medan Belawan tidak hanya sebatas aksi begal. Ia menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, seperti maraknya tawuran antar pemuda, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, kondisi permukiman kumuh, hingga persoalan banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir tersebut.

Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kota Medan, lanjutnya, terus mendorong percepatan pembangunan di wilayah Medan Utara, termasuk Belawan. Salah satu langkah konkret yang dikawal adalah alokasi sekitar 35 persen APBD Kota Medan untuk mendukung pembangunan kawasan tersebut.

“Pembangunan harus merata. Kami di DPRD akan terus mengawal agar anggaran untuk Medan Utara benar-benar terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan Medan Belawan dapat bertransformasi menjadi kawasan yang lebih aman, nyaman, dan layak huni bagi seluruh warganya. (map/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru