26 C
Medan
Saturday, April 5, 2025

Temuan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Dibawa ke KLHK

Gus mengatakan, rumah sakit memang merupakan tempat orang dirawat untuk sembuh. Karena prinsip itu jugalah mereka menggunakan banyak bahan berbahaya. โ€œNah jika limbah tidak dikelola sesuai standar bisa saja nanti orang di sekitar rumah sakit yang berpenyakit,โ€ kata Gus lagi.

Saat turun dengan Kementerian Lingkungan Hidup nanti, Gus menjanjikan untuk mendeteksi langsung pengelolaan limbah rumah sakit. โ€œTerutama yang besar-besar dan yang tidak hadir sosialisasi ini. Bukan berarti yang kecil tidak kita cek ya. Tapi kembali pada skala prioritas. Sebab rumah sakit besar, pasiennya pasti lebih banyak juga,โ€ tuturnya.

Apalagi, lanjut Gus, rumah sakit yang tarifnya mahal tentu harus mengelola limbah dengan baik. โ€œSaya mau malah raport tiap rumah sakit ini dipublish. Mau yang merah, hijau, biru itu diumumkan saja. Kita dorong agar dipublikasi semua kategori rumah sakit dengan pengelolaan limbahnya,โ€ jelasnya.

Sebab, Gus menilai ini bagian dari komitmen pemerintah ketika meratifikasi konvensi Minamata agar Indonesia lebih berpihak kepada lingkungan di segala sektor. โ€œKita tak bisa lagi membiarkan. Publikasinya nanti disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup akan membuat rumah sakit tak bisa lagi menutupi standar mereka,โ€ papar Gus.

Temuan hari ini (kemarin,Red), akan dibawa ke Jakarta, kepada KLHK. Komisi VII akan mengundang menteri untuk raker dan mempublikasi semua standar pengelolaan limbah.

Dengan begitu, rumah sakit akan berlomba-lomba rumah untuk proper karena kepentingan mereka. โ€œSaya mau sebutkan beberapa rumah sakit besar yang tidak hadir. Colombia Asia, Siloam, Permata Bunda, RS Elizabeth, Royal Prima, Grand Medika, RS Herna, Murni Teguh. Itu nama-nama rumah sakit yang familiar bagi kita. Tapi tidak hadir,โ€ jelasnya.

Gus Irawan Pasaribu mendesak agar semua rumah sakit yang ada di Sumut mengikuti standar pengelolaan limbah jika tidak mau berurusan dengan hukum. โ€œApalagi Indonesia sudah terikat dengan konvensi Minamata yang harus dipatuhi,โ€ pungkas Gus. (ila)

 

 

Gus mengatakan, rumah sakit memang merupakan tempat orang dirawat untuk sembuh. Karena prinsip itu jugalah mereka menggunakan banyak bahan berbahaya. โ€œNah jika limbah tidak dikelola sesuai standar bisa saja nanti orang di sekitar rumah sakit yang berpenyakit,โ€ kata Gus lagi.

Saat turun dengan Kementerian Lingkungan Hidup nanti, Gus menjanjikan untuk mendeteksi langsung pengelolaan limbah rumah sakit. โ€œTerutama yang besar-besar dan yang tidak hadir sosialisasi ini. Bukan berarti yang kecil tidak kita cek ya. Tapi kembali pada skala prioritas. Sebab rumah sakit besar, pasiennya pasti lebih banyak juga,โ€ tuturnya.

Apalagi, lanjut Gus, rumah sakit yang tarifnya mahal tentu harus mengelola limbah dengan baik. โ€œSaya mau malah raport tiap rumah sakit ini dipublish. Mau yang merah, hijau, biru itu diumumkan saja. Kita dorong agar dipublikasi semua kategori rumah sakit dengan pengelolaan limbahnya,โ€ jelasnya.

Sebab, Gus menilai ini bagian dari komitmen pemerintah ketika meratifikasi konvensi Minamata agar Indonesia lebih berpihak kepada lingkungan di segala sektor. โ€œKita tak bisa lagi membiarkan. Publikasinya nanti disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup akan membuat rumah sakit tak bisa lagi menutupi standar mereka,โ€ papar Gus.

Temuan hari ini (kemarin,Red), akan dibawa ke Jakarta, kepada KLHK. Komisi VII akan mengundang menteri untuk raker dan mempublikasi semua standar pengelolaan limbah.

Dengan begitu, rumah sakit akan berlomba-lomba rumah untuk proper karena kepentingan mereka. โ€œSaya mau sebutkan beberapa rumah sakit besar yang tidak hadir. Colombia Asia, Siloam, Permata Bunda, RS Elizabeth, Royal Prima, Grand Medika, RS Herna, Murni Teguh. Itu nama-nama rumah sakit yang familiar bagi kita. Tapi tidak hadir,โ€ jelasnya.

Gus Irawan Pasaribu mendesak agar semua rumah sakit yang ada di Sumut mengikuti standar pengelolaan limbah jika tidak mau berurusan dengan hukum. โ€œApalagi Indonesia sudah terikat dengan konvensi Minamata yang harus dipatuhi,โ€ pungkas Gus. (ila)

 

 

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru