Tangkal Hoaks di Media Sosial, Tifatul Sembiring Ajak Warga Deliserdang Rawat Kebangsaan 

DELISERDANG, SumutPos.co– Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ir. H. Tifatul Sembiring, mengajak masyarakat Kabupaten Deli Serdang untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah masifnya peredaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Langkah strategis ini dinilai krusial guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan tersebut disampaikan Tifatul saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Rabu (16/9/2026). Acara yang berlangsung di Aula Masjid Al Hidayah, Desa Namorambe, Kabupaten Deli Serdang ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari perwakilan Majelis Taklim ibu-ibu di wilayah setempat.

Dalam pemaparannya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyoroti tantangan ganda era digital. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan konektivitas, namun di sisi lain berpotensi memecah belah bangsa akibat maraknya disinformasi.

“Empat pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus selalu kita rawat dan jaga bersama. Jangan sampai berita hoaks melenyapkan kebesaran bangsa ini,” ujar Tifatul di hadapan para peserta.

Secara khusus, Tifatul mengingatkan masyarakat—terutama umat Islam—untuk menerapkan prinsip tabayyun atau konfirmasi sebelum membagikan informasi. Ia mengimbau agar publik tidak terburu-buru menyebarluaskan berita yang bersumber dari kanal yang tidak jelas validitasnya.

Sebagai bagian dari edukasi politik dan kebangsaan, legislator Fraksi PKS ini menjabarkan secara komprehensif substansi dari Empat Pilar MPR RI, yang terdiri atas; Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

UUD NRI 1945 sebagai konstitusi hukum tertinggi negara dan ketetapan MPR. NKRI sebagai wujud dan bentuk kedaulatan negara. Dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman bangsa.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah seorang anggota Majelis Taklim yang hadir mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan bertatap muka langsung dengan perwakilan rakyat pusat, sekaligus berharap aspirasi yang mereka titipkan dapat dikawal dengan baik di parlemen. (adz)

DELISERDANG, SumutPos.co– Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ir. H. Tifatul Sembiring, mengajak masyarakat Kabupaten Deli Serdang untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah masifnya peredaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Langkah strategis ini dinilai krusial guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan tersebut disampaikan Tifatul saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Rabu (16/9/2026). Acara yang berlangsung di Aula Masjid Al Hidayah, Desa Namorambe, Kabupaten Deli Serdang ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari perwakilan Majelis Taklim ibu-ibu di wilayah setempat.

Dalam pemaparannya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyoroti tantangan ganda era digital. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan konektivitas, namun di sisi lain berpotensi memecah belah bangsa akibat maraknya disinformasi.

“Empat pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus selalu kita rawat dan jaga bersama. Jangan sampai berita hoaks melenyapkan kebesaran bangsa ini,” ujar Tifatul di hadapan para peserta.

Secara khusus, Tifatul mengingatkan masyarakat—terutama umat Islam—untuk menerapkan prinsip tabayyun atau konfirmasi sebelum membagikan informasi. Ia mengimbau agar publik tidak terburu-buru menyebarluaskan berita yang bersumber dari kanal yang tidak jelas validitasnya.

Sebagai bagian dari edukasi politik dan kebangsaan, legislator Fraksi PKS ini menjabarkan secara komprehensif substansi dari Empat Pilar MPR RI, yang terdiri atas; Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

UUD NRI 1945 sebagai konstitusi hukum tertinggi negara dan ketetapan MPR. NKRI sebagai wujud dan bentuk kedaulatan negara. Dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman bangsa.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah seorang anggota Majelis Taklim yang hadir mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan bertatap muka langsung dengan perwakilan rakyat pusat, sekaligus berharap aspirasi yang mereka titipkan dapat dikawal dengan baik di parlemen. (adz)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru