Teliti Peran Sibaso dalam Perawatan Kehamilan dan Persalinan: Dewi Risma Uli Bancin Raih Gelar Doktor dari FKM USU

Dosen Pendidikan Profesi Bidan Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Dewi Risma Uli Bancin berhasil meraih gelar doktor setelah menjalani sidang terbuka Program Studi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), Jumat (23/10).

Sidang yang berlangsung di Aula FKM USU tersebut dipimpin Dekan FKM USU, Dr. Umi Salmah, M.Kes dimana Dewi Risma Uli Bancin dinyatakan lulus. Dosen USM Indonesia ini pun berhak menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya berjudul: Pemanfaatan Sibaso dalam Perawatan Kehamilan dan Persalinan Ibu di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir.

Disertasi tersebut mengkaji peran sibaso, tenaga tradisional yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Batak Toba dan dipercaya membantu perawatan ibu selama kehamilan serta persalinan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diwariskan antargenerasi.

Dewi Risma Uli Bancin juga mengangkat persoalan kesehatan ibu yang masih menjadi perhatian penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses, ketimpangan pelayanan serta hambatan dalam mengenali risiko kehamilan dan memperoleh pertolongan tepat waktu.

Penelitian juga menemukan bahwa sibaso masih dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membantu mengatasi keluhan selama kehamilan, antara lain melalui mardampol atau pijat tradisional. Kemudian
memberikan dukungan emosional, kenyamanan dan rasa aman kepada ibu.

Pemanfaatan sibaso menurut hasil penelitian adalah perpaduan antara kepercayaan sosial budaya dan keterbatasan pelayanan kesehatan yang dihadapi ibu. Karena itu, penelitian ini menghasilkan model relasional dan kontekstual yang mengarahkan pemanfaatan sibaso menuju kemitraan dalam pelayanan kesehatan ibu.

“Kebaruan model tersebut terletak pada perubahan posisi sibaso dari penolong tradisional menjadi pendamping maternal berbasis budaya yang menjembatani ibu, keluarga, masyarakat dan tenaga kesehatan dengan batas peran yang jelas,” rinci Dewi Risma Uli Bancin.

Ia menambahkan bahwa penelitian ini juga merekomendasikan agar institusi pendidikan kebidanan memperkuat pembelajaran kompetensi budaya, komunikasi terapeutik, asuhan sayang ibu dan kemitraan berbasis komunitas.

“Nilai positif sibaso seperti kesabaran, kedekatan emosional, dukungan spiritual, serta kemampuan menenangkan ibu, dinilai dapat diintegrasikan dalam pendidikan melalui studi kasus, simulasi dan praktik lapangan. Namun, penguatan aspek non-klinis tersebut harus tetap sejalan dengan standar kompetensi dan keselamatan klinis kebidanan,” tegas Dewi Risma Uli Bancin.

Sepanjang sidang promosi doktor ini para promotor, co-promotor dan tim penguji menyampaikan berbagai pertanyaan, pendapat, serta saran untuk mendalami hasil penelitian. Setelah dinyatakan lulus, Dewi Risma Uli Bancin menerima ucapan selamat dari pimpinan sidang dan seluruh tim akademik yang terlibat.

Promotor pada sidang terbuka promosi doktor Dewi Risma Uli Bancin adalah Prof. Dr. Ida Yustina, M.Si., yang pernah menjadi dekan FKM USU. Sementara itu, tim co-promotor terdiri atas Dr. R. Kintoko Rochadi, M.K.M yang juga Ketua Program Studi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM USU, serta Prof. Dr. dr. Sarma N.L. Raja, M.Ked (OG), Sp.OG (K).

Sedangkan tim penguji yakni Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si, Prof. Raras Sutatminingsih, M.Psi, Ph.D, Prof. Dr. dr. M. Fidel Ganis Siregar, M.Ked (OG), Sp.OG Subsp. F.E.R yang pernah menjabat wakil rektor II USU serta Prof. Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S.

Sidang promosi doktor ini dihadiri Ketua ABP-PTSI Sumut Prof. Dr. H. Bahdin Nur Tanjung, M.M, Dekan FKM Institut Kesehatan Medistra Lubukpakam yang pernah menjadi Wakil Rektor III USM Indonesia Dr. Karnirius Harefa, M.Biomed dan  Rektor Institut Kesehatan Sumatera Utara David Siagian, SKM, M.Kes.

Sejumlah dosen USM Indonesia serta Iptu Pol. Lamsihar Simanjuntak, S.H, Sammuel A. Simanjuntak dan Alex Pudan A. Simanjuntak (keluarga Dewi Risma Uli Bancin) serta undangan lainnya juga hadir mengikuti prosesi tersebut.

Perlu diketahui bahwa Dr. Dewi Risma Uli Bancin, M.K.M merupakan akademisi yang lahir di Sidikalang pada 5 April 1983. Ia menyelesaikan pendidikan Diploma IV di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan ( 2007), Magister Kesehatan Masyarakat USM Indonesia (2014) dan Doktor FKM USU (2026).

Pencapaian akademik Dr. Dewi Risma Uli Bancin, M.K.M diharapkan turut memperkaya pengembangan ilmu kesehatan masyarakat dan pendidikan kebidanan. Khususnya dalam membangun pendekatan pelayanan kesehatan ibu yang menghargai konteks sosial budaya tanpa mengabaikan standar keselamatan medis.

Secara khusus Dr. Dewi Risma Uli Bancin, M.K.M menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan rektor USU, rektor USM Indonesia, dekan FKM USU, promotor, co-promotor, penguji, mahasiswa S3 FKM USU, sivitas akademika USM Indonesia, keluarga dan semua pihak sehingga dirinya bisa menyelesaikan kuliah strata-3 di USU. (dmp)

Dosen Pendidikan Profesi Bidan Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Dewi Risma Uli Bancin berhasil meraih gelar doktor setelah menjalani sidang terbuka Program Studi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), Jumat (23/10).

Sidang yang berlangsung di Aula FKM USU tersebut dipimpin Dekan FKM USU, Dr. Umi Salmah, M.Kes dimana Dewi Risma Uli Bancin dinyatakan lulus. Dosen USM Indonesia ini pun berhak menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya berjudul: Pemanfaatan Sibaso dalam Perawatan Kehamilan dan Persalinan Ibu di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir.

Disertasi tersebut mengkaji peran sibaso, tenaga tradisional yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Batak Toba dan dipercaya membantu perawatan ibu selama kehamilan serta persalinan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diwariskan antargenerasi.

Dewi Risma Uli Bancin juga mengangkat persoalan kesehatan ibu yang masih menjadi perhatian penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses, ketimpangan pelayanan serta hambatan dalam mengenali risiko kehamilan dan memperoleh pertolongan tepat waktu.

Penelitian juga menemukan bahwa sibaso masih dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membantu mengatasi keluhan selama kehamilan, antara lain melalui mardampol atau pijat tradisional. Kemudian
memberikan dukungan emosional, kenyamanan dan rasa aman kepada ibu.

Pemanfaatan sibaso menurut hasil penelitian adalah perpaduan antara kepercayaan sosial budaya dan keterbatasan pelayanan kesehatan yang dihadapi ibu. Karena itu, penelitian ini menghasilkan model relasional dan kontekstual yang mengarahkan pemanfaatan sibaso menuju kemitraan dalam pelayanan kesehatan ibu.

“Kebaruan model tersebut terletak pada perubahan posisi sibaso dari penolong tradisional menjadi pendamping maternal berbasis budaya yang menjembatani ibu, keluarga, masyarakat dan tenaga kesehatan dengan batas peran yang jelas,” rinci Dewi Risma Uli Bancin.

Ia menambahkan bahwa penelitian ini juga merekomendasikan agar institusi pendidikan kebidanan memperkuat pembelajaran kompetensi budaya, komunikasi terapeutik, asuhan sayang ibu dan kemitraan berbasis komunitas.

“Nilai positif sibaso seperti kesabaran, kedekatan emosional, dukungan spiritual, serta kemampuan menenangkan ibu, dinilai dapat diintegrasikan dalam pendidikan melalui studi kasus, simulasi dan praktik lapangan. Namun, penguatan aspek non-klinis tersebut harus tetap sejalan dengan standar kompetensi dan keselamatan klinis kebidanan,” tegas Dewi Risma Uli Bancin.

Sepanjang sidang promosi doktor ini para promotor, co-promotor dan tim penguji menyampaikan berbagai pertanyaan, pendapat, serta saran untuk mendalami hasil penelitian. Setelah dinyatakan lulus, Dewi Risma Uli Bancin menerima ucapan selamat dari pimpinan sidang dan seluruh tim akademik yang terlibat.

Promotor pada sidang terbuka promosi doktor Dewi Risma Uli Bancin adalah Prof. Dr. Ida Yustina, M.Si., yang pernah menjadi dekan FKM USU. Sementara itu, tim co-promotor terdiri atas Dr. R. Kintoko Rochadi, M.K.M yang juga Ketua Program Studi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM USU, serta Prof. Dr. dr. Sarma N.L. Raja, M.Ked (OG), Sp.OG (K).

Sedangkan tim penguji yakni Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si, Prof. Raras Sutatminingsih, M.Psi, Ph.D, Prof. Dr. dr. M. Fidel Ganis Siregar, M.Ked (OG), Sp.OG Subsp. F.E.R yang pernah menjabat wakil rektor II USU serta Prof. Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S.

Sidang promosi doktor ini dihadiri Ketua ABP-PTSI Sumut Prof. Dr. H. Bahdin Nur Tanjung, M.M, Dekan FKM Institut Kesehatan Medistra Lubukpakam yang pernah menjadi Wakil Rektor III USM Indonesia Dr. Karnirius Harefa, M.Biomed dan  Rektor Institut Kesehatan Sumatera Utara David Siagian, SKM, M.Kes.

Sejumlah dosen USM Indonesia serta Iptu Pol. Lamsihar Simanjuntak, S.H, Sammuel A. Simanjuntak dan Alex Pudan A. Simanjuntak (keluarga Dewi Risma Uli Bancin) serta undangan lainnya juga hadir mengikuti prosesi tersebut.

Perlu diketahui bahwa Dr. Dewi Risma Uli Bancin, M.K.M merupakan akademisi yang lahir di Sidikalang pada 5 April 1983. Ia menyelesaikan pendidikan Diploma IV di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan ( 2007), Magister Kesehatan Masyarakat USM Indonesia (2014) dan Doktor FKM USU (2026).

Pencapaian akademik Dr. Dewi Risma Uli Bancin, M.K.M diharapkan turut memperkaya pengembangan ilmu kesehatan masyarakat dan pendidikan kebidanan. Khususnya dalam membangun pendekatan pelayanan kesehatan ibu yang menghargai konteks sosial budaya tanpa mengabaikan standar keselamatan medis.

Secara khusus Dr. Dewi Risma Uli Bancin, M.K.M menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan rektor USU, rektor USM Indonesia, dekan FKM USU, promotor, co-promotor, penguji, mahasiswa S3 FKM USU, sivitas akademika USM Indonesia, keluarga dan semua pihak sehingga dirinya bisa menyelesaikan kuliah strata-3 di USU. (dmp)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru