25 C
Medan
Saturday, April 20, 2024

Dugaan Rekaman Pungli di Rutan Kelas I Medan, Karutan Nimrot: Hoaks

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rekaman yang menyebutkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, diduga melakukan pungutan liar (pungli) soal pengurusan bebas bersyarat terhadap narapidana (napi) adalah hoaks atau tidak benar.

Hal itu ditepis Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Medan, Nimrot Sihotang yang mengatakan pihaknya telah membentuk tim pengawas untuk memberantas pungli di wilayahnya.

“Itu hoaks. Saya tegaskan rekaman itu tidak benar. Sudah gak zaman lagi seperti itu. Sebab, saat ini kita berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan masyarakat terutama dalam bidang pelayanan berbasis Hak Asasi Manusia (HAM),” tegasnya, Selasa (26/3/2024).

Kendati demikian, mantan Karutan Labuhan Deli itu meminta kepada masyarakat jangan mudah tergiring dengan opini atau isu yang belum tentu kebenarannya. Apabila masyarakat ada menemukan dugaan pungli atau hal lainnya yang merugikan, silahkan laporkan.

“Silahkan bagi masyarakat melaporkan apabila ada menemukan atau menjadi korban dugaan pungli di Rutan Kelas I Medan, kita siap menindaklanjuti dan akan kita tindak tegas perbuatan tersebut apabila terbukti,” katanya.

Selain memberikan pelayanan berbasis HAM kepada warga binaan, lanjut dikatakan Nimrot, pihaknya di bulan Ramadhan 1445 H, juga mendukung puluhan warga binaan di Rutan Kelas I Medan mengikuti pelatihan menjadi seorang da’i.

“Nantinya, warga binaan yang mendapat pelatihan akan memberikan tausiah kepada warga binaan lainnya,” sebutnya.

Pelatihan menjadi seorang da’i ini sendiri, kata Nimrot, berawal dari diskusi sejumlah warga binaan yang melihat banyaknya kegiatan keagamaan di lingkungan Rutan Medan.

“Harapan kita nantinya, apabila warga binaan ketika sudah pulang, mereka punya bekal hidup dan mudah berinteraksi dengan masyarakat, sehingga mereka tidak mengulangi lagi pidana yang sama,” pungkasnya. (man/han)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rekaman yang menyebutkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, diduga melakukan pungutan liar (pungli) soal pengurusan bebas bersyarat terhadap narapidana (napi) adalah hoaks atau tidak benar.

Hal itu ditepis Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Medan, Nimrot Sihotang yang mengatakan pihaknya telah membentuk tim pengawas untuk memberantas pungli di wilayahnya.

“Itu hoaks. Saya tegaskan rekaman itu tidak benar. Sudah gak zaman lagi seperti itu. Sebab, saat ini kita berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan masyarakat terutama dalam bidang pelayanan berbasis Hak Asasi Manusia (HAM),” tegasnya, Selasa (26/3/2024).

Kendati demikian, mantan Karutan Labuhan Deli itu meminta kepada masyarakat jangan mudah tergiring dengan opini atau isu yang belum tentu kebenarannya. Apabila masyarakat ada menemukan dugaan pungli atau hal lainnya yang merugikan, silahkan laporkan.

“Silahkan bagi masyarakat melaporkan apabila ada menemukan atau menjadi korban dugaan pungli di Rutan Kelas I Medan, kita siap menindaklanjuti dan akan kita tindak tegas perbuatan tersebut apabila terbukti,” katanya.

Selain memberikan pelayanan berbasis HAM kepada warga binaan, lanjut dikatakan Nimrot, pihaknya di bulan Ramadhan 1445 H, juga mendukung puluhan warga binaan di Rutan Kelas I Medan mengikuti pelatihan menjadi seorang da’i.

“Nantinya, warga binaan yang mendapat pelatihan akan memberikan tausiah kepada warga binaan lainnya,” sebutnya.

Pelatihan menjadi seorang da’i ini sendiri, kata Nimrot, berawal dari diskusi sejumlah warga binaan yang melihat banyaknya kegiatan keagamaan di lingkungan Rutan Medan.

“Harapan kita nantinya, apabila warga binaan ketika sudah pulang, mereka punya bekal hidup dan mudah berinteraksi dengan masyarakat, sehingga mereka tidak mengulangi lagi pidana yang sama,” pungkasnya. (man/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/