Sultan Deli XIV Seri Paduka Tuanku Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah menegaskan bahwa Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) merupakan sebuah keniscayaan yang wajib didukung bersama demi menjamin keberlanjutan pembangunan daerah dan nasional.
Pesan tersebut disampaikan Sultan saat menghadiri Diskusi Tim Ad Hoc Forum PRKBI Sumatera Utara di Srikandi Coffee Medan, Jumat (25/9). “Pembangunan rendah karbon adalah sebuah keniscayaan yang harus kita dukung untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan. Wadah forum PRKBI yang mensinergikan berbagai pihak sangat strategis untuk memperkuat implementasi PRKBI di lapangan,” ujar sultan.
Dalam mengatasi tantangan perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan, menurut Seri Paduka Tuanku Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Keterlibatan lintas sektor dan pemangku kepentingan menjadi kunci utama.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, berbagai pihak harus terlibat dalam mengimplementasikan PRKBI. Melalui forum inilah kolaborasi yang kuat akan terbangun,” tegasnya.
Sultan Deli XIV bukan hanya sekadar hadir sebagai tokoh adat dan daerah. Ia juga mengambil peran aktif sebagai salah satu anggota tim ad hoc yang turut merancang serta menyusun framework (kerangka kerja) Forum PRKBI Sumatera Utara.
Diskusi strategis ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan lintas lembaga. Antara lain Ir. Soekirman (tokoh senior sekaligus brand ambassador Asian Local Governments for Organic Agriculture/ALGOA) dan Prof. Hamdani Harahap (akademisi Universitas Sumatera Utara).
Turut hadir perwakilan dari Center for Environment and Disaster Management Association (CEDMA) USU, perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Bitra Indonesia, perwakilan dari Yayasan Kemanusiaan Ibu (YKI), perwakilan dari Gugah Nurani Indonesia dan perwakilan dari Bapperida Provinsi Sumut.
Diskusi ini difasilitasi OPML dan PT Hatfield melalui dukungan program Low Carbon Development Initiative (LCDI). Melalui forum ini, diharapkan penyusunan kerangka kerja forum PRKBI dapat menjadi wadah inkubasi gagasan, penyelarasan kebijakan dan aksi nyata kolaboratif antar-pemangku kepentingan di Sumatera Utara. (dmp)
Sultan Deli XIV Seri Paduka Tuanku Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah menegaskan bahwa Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) merupakan sebuah keniscayaan yang wajib didukung bersama demi menjamin keberlanjutan pembangunan daerah dan nasional.
Pesan tersebut disampaikan Sultan saat menghadiri Diskusi Tim Ad Hoc Forum PRKBI Sumatera Utara di Srikandi Coffee Medan, Jumat (25/9). “Pembangunan rendah karbon adalah sebuah keniscayaan yang harus kita dukung untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan. Wadah forum PRKBI yang mensinergikan berbagai pihak sangat strategis untuk memperkuat implementasi PRKBI di lapangan,” ujar sultan.
Dalam mengatasi tantangan perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan, menurut Seri Paduka Tuanku Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Keterlibatan lintas sektor dan pemangku kepentingan menjadi kunci utama.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, berbagai pihak harus terlibat dalam mengimplementasikan PRKBI. Melalui forum inilah kolaborasi yang kuat akan terbangun,” tegasnya.
Sultan Deli XIV bukan hanya sekadar hadir sebagai tokoh adat dan daerah. Ia juga mengambil peran aktif sebagai salah satu anggota tim ad hoc yang turut merancang serta menyusun framework (kerangka kerja) Forum PRKBI Sumatera Utara.
Diskusi strategis ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan lintas lembaga. Antara lain Ir. Soekirman (tokoh senior sekaligus brand ambassador Asian Local Governments for Organic Agriculture/ALGOA) dan Prof. Hamdani Harahap (akademisi Universitas Sumatera Utara).
Turut hadir perwakilan dari Center for Environment and Disaster Management Association (CEDMA) USU, perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Bitra Indonesia, perwakilan dari Yayasan Kemanusiaan Ibu (YKI), perwakilan dari Gugah Nurani Indonesia dan perwakilan dari Bapperida Provinsi Sumut.
Diskusi ini difasilitasi OPML dan PT Hatfield melalui dukungan program Low Carbon Development Initiative (LCDI). Melalui forum ini, diharapkan penyusunan kerangka kerja forum PRKBI dapat menjadi wadah inkubasi gagasan, penyelarasan kebijakan dan aksi nyata kolaboratif antar-pemangku kepentingan di Sumatera Utara. (dmp)