Banjir Bandang di Lau Petundal, Bupati Dairi Instruksikan Kajian Relokasi Warga

DAIRI – Banjir bandang menerjang Dusun Lau Petundal, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sabtu (31/10) sore. Peristiwa itu mengakibatkan 16 rumah warga di sepanjang aliran Sungai Lau Mbelin terdampak luapan air yang membawa material batu dan kayu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Erwin Sitorus, Senin (2/11) menerangkan, bencana alam di Dusun Lau Petundal, sudah berulang. Menurut keterangan warga, banjir sering terjadi setiap musim penghujan, karena sungai tidak mampu menampung debit air.

Selain intensitas hujan tinggi, kondisi lingkungan disekitar kawasan tersebut juga menjadi perhatian. Tofografi kawasan perbukitan itu saat ini telah alih fungsi dari tanaman keras seperti kemiri dan durian beralih ke tanaman jagung.

Kondisi itu mempengaruhi daerah aliran sungai. Selain itu, keberadaan rumah warga yang dibangun di bantaran sungai juga meningkatkan risiko terdampak ketika debit air meningkat.

Menyikapi hal itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga menginstruksikan Satgas BPBD segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan menginventarisasi seluruh dampak yang ditimbulkan. Bupati menekankan perlunya kajian menyeluruh terhadap keberadaan rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Lau Mbelin.

“Mengingat banjir telah berulang kali terjadi, perlu dikaji kemungkinan relokasi bagi rumah penduduk yang berada di kawasan rawan bencana,” ungkapnya.

Bupati juga turut mendorong keterlibatan lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan, berperan mengidentifikasi faktor penyebab dan melakukan upaya mitigasi guna mengurangi resiko banjir bandang di masa mendatang pungkasnya. (rud)

DAIRI – Banjir bandang menerjang Dusun Lau Petundal, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sabtu (31/10) sore. Peristiwa itu mengakibatkan 16 rumah warga di sepanjang aliran Sungai Lau Mbelin terdampak luapan air yang membawa material batu dan kayu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Erwin Sitorus, Senin (2/11) menerangkan, bencana alam di Dusun Lau Petundal, sudah berulang. Menurut keterangan warga, banjir sering terjadi setiap musim penghujan, karena sungai tidak mampu menampung debit air.

Selain intensitas hujan tinggi, kondisi lingkungan disekitar kawasan tersebut juga menjadi perhatian. Tofografi kawasan perbukitan itu saat ini telah alih fungsi dari tanaman keras seperti kemiri dan durian beralih ke tanaman jagung.

Kondisi itu mempengaruhi daerah aliran sungai. Selain itu, keberadaan rumah warga yang dibangun di bantaran sungai juga meningkatkan risiko terdampak ketika debit air meningkat.

Menyikapi hal itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga menginstruksikan Satgas BPBD segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan menginventarisasi seluruh dampak yang ditimbulkan. Bupati menekankan perlunya kajian menyeluruh terhadap keberadaan rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Lau Mbelin.

“Mengingat banjir telah berulang kali terjadi, perlu dikaji kemungkinan relokasi bagi rumah penduduk yang berada di kawasan rawan bencana,” ungkapnya.

Bupati juga turut mendorong keterlibatan lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan, berperan mengidentifikasi faktor penyebab dan melakukan upaya mitigasi guna mengurangi resiko banjir bandang di masa mendatang pungkasnya. (rud)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru