Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mewisuda 2.038 sarjana, magister dan doktor di aula perguruan tinggi tersebut, Sabtu (26/9). Diantara wisudawan adalah Dr. H. Baharuddin Siagian, M.Si yang merupakan bupati Batubara.
Wisuda ini dibuka Ketua Senat UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Pagar Hasibuan, M.Ag. Wisuda turut dihadiri sekretaris dan anggota senat bersama guru besar, wakil rektor, kepala biro AUPK dan AAKK, dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga dan kepala pusat UIN Sumatera Utara. Hadir juga ketua Dharma Wanita Persatuan UIN Sumatera Utara, keluarga wisudawan dan undangan lainnya.
Peserta wisuda UIN Sumatera Utara berasal dari fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, fakultas dakwah dan komunikasi, fakultas ushuluddin dan studi Islam, fakultas ekonomi dan bisnis Islam, fakultas syariah dan hukum, fakultas sains dan teknologi, fakultas kesehatan masyarakat, fakultas ilmu sosial serta program pascasarjana.
“Hari ini, Saudara tidak sedang menutup sebuah perjalanan. Tetapi membuka lembaran baru dalam perjalanan kehidupan. Apa yang telah Saudara peroleh dibangku perkuliahan kini akan menemukan relevansinya di tengah kehidupan. Ilmu tidak boleh berhenti hanya sebagai pengetahuan. Tetapi harus tumbuh menjadi gagasan, karya dan tindakan yang memberi arti,” tegas rektor.

Gelar yang disandang, lanjut Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, membawa konsekuensi moral untuk hadir sebagai insan yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. “Karena itu, tema wisuda kita hari ini adalah alumni berdampak, berkolaborasi dan berkontribusi untuk kemandirian bangsa,” rincinya.
Tema ini adalah pesan moral sekaligus panggilan tanggung jawab bagi seluruh lulusan. Keberhasilan alumni pada akhirnya diukur dari seberapa besar keberadaannya menghadirkan manfaat. Ilmu yang saudara miliki harus mampu menjawab persoalan. “Keahlian yang Saudara kuasai harus mampu menghadirkan solusi. Integritas yang Saudara bangun harus mampu melahirkan
kepercayaan. Keberhasilan yang Saudara raih harus mampu membuka jalan bagi keberhasilan orang lain. Inilah makna alumni berdampak,” ujar mantan kepala Perpustakaan UIN Sumatera Utara tersebut.
Rektor meminta alumni harus mampu berkembang menjadi problem solver, inovator, kolaborator bahkan job creator. “Jangan hanya mencari ruang untuk berkembang. Ciptakan pula ruang agar orang lain dapat berkembang bersama. Jadilah alumni yang ketika hadir membawa solusi. Ketika berbicara membawa gagasan. Ketika bekerja membawa integritas dan ketika berhasil membawa manfaat bagi sesama,” harapnya.
Rektor UIN Sumatera Utara yang dikenal humoris dan dekat dengan para mahasiswa ini berpesan supaya alumni berdampak dalam karya, berkolaborasi dalam membangun, berkontribusi dalam pengabdian dan jadikan ilmu sebagai jalan menuju kemandirian bangsa.
Dalam kesempatan ini, rektor mengapresiasi terhadap semangat para lulusan UIN Sumatera Utara termasuk bupati Batubara. Ia meminta alumni terus berperan untuk kemajuan UIN Sumatera Utara.
Mewakili para wisudawan, Dr. H. Baharuddin Siagian, M.Si berterima kasih kepada para pimpinan UIN Sumatera Utara beserta para dosen termasuk pembimbing dan penguji. Ia pun berterima kasih atas dukungan para alumni sehingga dapat menyelesaikan pendidikan doktoral di UIN Sumatera Utara.
Tak lupa, bupati secara khusus berterima kasih kepada orangtua, istri, anak dan keluarga serta masyarakat Batubara. Dr. Baharuddin Siagian, M.Si pun berkelakar menceritakan harapan ibu agar sang anak dapat menyuntik dirinya agar lebih sehat. Bupati pun bilang pada sang ibu, bahwa ia doktor, bukan dokter.
Dalam kesempatan ini, bupati secara spontan memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister kepada wisudawati berprestasi asal Batubara. Birokrat Pemprovsu yang pernah menjadi Kadisnaker dan Kadispora Provsu ini mengutarakan pentingnya pendidikan.
Sebagai kepala daerah, Dr. Baharuddin Siagian, M.Si tak heran memberikan perhatian serius pada peningkatan kualitas pendidikan di Batubara termasuk mendukung keberhasilan pendidikan warga Batubara yang sedang kuliah. (dmp)

