30 C
Medan
Wednesday, June 26, 2024

Akibat Tanah Longsor, Berastagi-Medan Masih Satu Jalur

Alat Berat Disiagakan di Lokasi Longsor

MEDAN-Jalan Berastagi-Medan hingga Kamis, (26/4) pukul 15.00 WIB masih setengah jalan atau satu jalur yang digunakan. Sebab, jalur setengahnya masih tertimbun tanah longsoran. Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut juga menyatakan peringatan (warning) pada pengguna jalan yang menuju Berastagi.

“Kita tidak perlu keluarkan warning secara tertulis. Masyarakat maupun pelaku usaha sudah tahu dan memahami adanya longsor di jalur Berastagi-Medan,” kata Kabid Perhubungan Darat Dishub Sumut Darwin Purba, Kamis (26/4).

Dikatakannya, meski begitu pihaknya menyatakan agar masyarakat dan wisatawan tetap berhati-hati. Sebab, kawasan itu masih rawan longsor khususnya di kawasan terjadinya longsor saat ini.

“Alat berat masih di sana. Mereka masih bekerja, polisi dan petugas kita juga masih di sana mengatur lalu lintas. Sampai saat ini, masih satu jalur yang bisa digunakan, karena ruas jalan sebelahnya masih tertutup tanah longsor. Mungkin diusahakan secepatnya akan kembali normal, jalur bisa dua arah lagi. Macet di sana masih dibatas normal dan bisa dikontrol. Mungkin, Jumat (27/4) sudah bisa normal, diusahakan secepatnya lagi,” cetusnya.
Dijelaskannya, pihaknya tetap berusaha mengatur lalu lintas berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk kelancaran lalu lintas. Hingga saat ini, jalur distribusi hasil pertanian dari Berastagi menuju Medan juga sudah normal dan tidak ada gangguan sama sekali.

“Tidak ada gangguan. Meski begitu, petugas alat berat juga berhati-hati mengangkut material tanah longsor itu. Karena tanah diatasnya tidak padat lagi, jadi kalau diangkut semuanya takutnya akan longsor lagi, tanah diatasnya jadi turun karena tidak padat. Ini yang diantisipasi, untuk itu kita sudah sampaikan juga pada pelaku usaha pariwisata seperti travel mengenai peringatan bahaya longsor di jalur Berastagi-Medan agar membawa wisatawan hati-hati,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut Haposan Siallagan menyatakan tiga perusahaan pengangkutan orang (PO) bus dari Medan menuju Berastagi sudah normal dan tidak ada lagi yang tidak beroperasi. “Semua sudah normal, tidak ada lagi kendala dan tidak ada lagi perusahaan angkutan yang tidak beroperasi. Semuanya sudah berjalan baik dan normal. Tapi kepada sopir dan penumpang juga sudah kita berikan peringatan agar berhati-hati berjalan di kawasan itu, karena rawan longsor. Semuanya di kawasan itu rawan longsor. Warning juga sudah kita sampaikan pada pengelola PO bus yang memiliki rute ke Berastagi,” tegas.(adl)

Alat Berat Disiagakan di Lokasi Longsor

MEDAN-Jalan Berastagi-Medan hingga Kamis, (26/4) pukul 15.00 WIB masih setengah jalan atau satu jalur yang digunakan. Sebab, jalur setengahnya masih tertimbun tanah longsoran. Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut juga menyatakan peringatan (warning) pada pengguna jalan yang menuju Berastagi.

“Kita tidak perlu keluarkan warning secara tertulis. Masyarakat maupun pelaku usaha sudah tahu dan memahami adanya longsor di jalur Berastagi-Medan,” kata Kabid Perhubungan Darat Dishub Sumut Darwin Purba, Kamis (26/4).

Dikatakannya, meski begitu pihaknya menyatakan agar masyarakat dan wisatawan tetap berhati-hati. Sebab, kawasan itu masih rawan longsor khususnya di kawasan terjadinya longsor saat ini.

“Alat berat masih di sana. Mereka masih bekerja, polisi dan petugas kita juga masih di sana mengatur lalu lintas. Sampai saat ini, masih satu jalur yang bisa digunakan, karena ruas jalan sebelahnya masih tertutup tanah longsor. Mungkin diusahakan secepatnya akan kembali normal, jalur bisa dua arah lagi. Macet di sana masih dibatas normal dan bisa dikontrol. Mungkin, Jumat (27/4) sudah bisa normal, diusahakan secepatnya lagi,” cetusnya.
Dijelaskannya, pihaknya tetap berusaha mengatur lalu lintas berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk kelancaran lalu lintas. Hingga saat ini, jalur distribusi hasil pertanian dari Berastagi menuju Medan juga sudah normal dan tidak ada gangguan sama sekali.

“Tidak ada gangguan. Meski begitu, petugas alat berat juga berhati-hati mengangkut material tanah longsor itu. Karena tanah diatasnya tidak padat lagi, jadi kalau diangkut semuanya takutnya akan longsor lagi, tanah diatasnya jadi turun karena tidak padat. Ini yang diantisipasi, untuk itu kita sudah sampaikan juga pada pelaku usaha pariwisata seperti travel mengenai peringatan bahaya longsor di jalur Berastagi-Medan agar membawa wisatawan hati-hati,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut Haposan Siallagan menyatakan tiga perusahaan pengangkutan orang (PO) bus dari Medan menuju Berastagi sudah normal dan tidak ada lagi yang tidak beroperasi. “Semua sudah normal, tidak ada lagi kendala dan tidak ada lagi perusahaan angkutan yang tidak beroperasi. Semuanya sudah berjalan baik dan normal. Tapi kepada sopir dan penumpang juga sudah kita berikan peringatan agar berhati-hati berjalan di kawasan itu, karena rawan longsor. Semuanya di kawasan itu rawan longsor. Warning juga sudah kita sampaikan pada pengelola PO bus yang memiliki rute ke Berastagi,” tegas.(adl)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/