30.5 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

ABG Diculik dan Diperkosa Lima Kali

Pelaku Mengaku Personel Tim Buser Poldasu

MEDAN- Bermodalkan tubuh yang atletis, Darwin Sibarani (27), warga Jalan Selamat, Medan Denai, mengaku sebagai personel Tim Buser Poldasu. Dia melakukan penculikan, penyekapan dan pemerkosaan terhadap LF (15), warga Jalan Willem Iskandar yang masih duduk di kelas 3 salah satu SMP Negeri di Medan, Minggu (25/9).
Akibat peristiwa itu, LF merasa trauma dan terus meneteskan air mata saat membuat laporan di Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin (26/9) siang. “Saya lima kali diperkosa, celana saya dibuka paksa. Saya takut dan tidak bisa lari, saya takut Bang,” katanya kepada wartawan sembari menangis tertunduk.

Diceritakannya, peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/9) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu dirinya hendak pulang bersama teman satu sekolahnya bernama Agil (15). Namun, LF tidak diantar sampai ke rumah, mereka berpisah di kawasan Simpang Mandala. Saat menunggu angkot, Darwin yang melihat LF dari jauh langsung menghampiri dan mengaku sebagai personel Tim Buser Poldasu. Dia menawarkan kepada korban untuk membuat pengaduan ke polisi atas perbuatan teman korban yang meninggalkannya sendiri di pinggir jalan pada malam hari.

Korban yang lugu menurut saja perkataan pelaku. Dia ikut bersama pelaku menuju kantor polisi. Namun di tengah jalan, pelaku malah membawa korban keliling kota hingga akhirnya dibawa ke sebuah hotel di kawasan Jalan Jamin Ginting, Padangbulan Medan. Di kamar hotek itulah korban disekap dan diperkosa hingga lima kali.

Puas melampiaskan hasratnya, pelaku malah menelepon keluarga korban dan nekat meminta tebusan kepada keluarga korban hingga Rp20 juta supaya korban dikembalikan dengan utuh. Namun, bukannya tebusan yang didapat, setelah mencari korban hingga ke sudut Kota Medan, paman korban yang sudah mengetahui keberadaan korban di Jalan Jamin Ginting, melihat pelaku sedang membonceng korban.

Tanpa buang waktu, paman korban pun langsung menangkap pelaku dan mengamankannya. “Perlakuan pelaku ini sangat bejat terhadap keponakan ku.  Saat saya tangkap di sebuah SPBU di kawasan Jalan Jamin Ginting, pelaku sempat melawan. Perlawanannya memancing masyarkat berdatangan dan memukulinya. Untuk mencegah hal yang tidak diingin, saya bawa saja dia ke Polsek Percut Sei Tuan,” ungkap Frans, paman korban.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan peristiwa tersebut. “Ya, kita sudah amankan pelaku yang mengaku anggota Polda dan kasus ini akan kita serahkan ke Polsekta Deli Tua karena TKP wilayah hukum Polsekta Deli Tua,” tegasnya.

Petugas juga mengamankan tujuh unit HP berbagai jenis, tas hitam, lampu penerang, ID Card LSM, buku dan baju.
Sementara menurut pengakuan darwin kepada wartawan Sumut Pos, dia baru pertama kali melakukan tindakan pidana penculikan dan pemerkosaan seperti itu. Ia juga membantah telah meminta tebusan hingga Rp20 juta. “Saya memang memperkosanya, tapi saya tidak pernah minta uang tebusan,” katanya sambil tertunduk. Pemuda lajang yang menggenakan T-shirt merah dan jeans biru ini, saat melakukan aksinya memang mengaku sebagai oknum polisi. “Ia saya mengaku sebagai polisi, namun dengan kejadian ini saya akan bertanggung jawab semua,” tandas Darwin.(mag-7)

Pelaku Mengaku Personel Tim Buser Poldasu

MEDAN- Bermodalkan tubuh yang atletis, Darwin Sibarani (27), warga Jalan Selamat, Medan Denai, mengaku sebagai personel Tim Buser Poldasu. Dia melakukan penculikan, penyekapan dan pemerkosaan terhadap LF (15), warga Jalan Willem Iskandar yang masih duduk di kelas 3 salah satu SMP Negeri di Medan, Minggu (25/9).
Akibat peristiwa itu, LF merasa trauma dan terus meneteskan air mata saat membuat laporan di Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin (26/9) siang. “Saya lima kali diperkosa, celana saya dibuka paksa. Saya takut dan tidak bisa lari, saya takut Bang,” katanya kepada wartawan sembari menangis tertunduk.

Diceritakannya, peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/9) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu dirinya hendak pulang bersama teman satu sekolahnya bernama Agil (15). Namun, LF tidak diantar sampai ke rumah, mereka berpisah di kawasan Simpang Mandala. Saat menunggu angkot, Darwin yang melihat LF dari jauh langsung menghampiri dan mengaku sebagai personel Tim Buser Poldasu. Dia menawarkan kepada korban untuk membuat pengaduan ke polisi atas perbuatan teman korban yang meninggalkannya sendiri di pinggir jalan pada malam hari.

Korban yang lugu menurut saja perkataan pelaku. Dia ikut bersama pelaku menuju kantor polisi. Namun di tengah jalan, pelaku malah membawa korban keliling kota hingga akhirnya dibawa ke sebuah hotel di kawasan Jalan Jamin Ginting, Padangbulan Medan. Di kamar hotek itulah korban disekap dan diperkosa hingga lima kali.

Puas melampiaskan hasratnya, pelaku malah menelepon keluarga korban dan nekat meminta tebusan kepada keluarga korban hingga Rp20 juta supaya korban dikembalikan dengan utuh. Namun, bukannya tebusan yang didapat, setelah mencari korban hingga ke sudut Kota Medan, paman korban yang sudah mengetahui keberadaan korban di Jalan Jamin Ginting, melihat pelaku sedang membonceng korban.

Tanpa buang waktu, paman korban pun langsung menangkap pelaku dan mengamankannya. “Perlakuan pelaku ini sangat bejat terhadap keponakan ku.  Saat saya tangkap di sebuah SPBU di kawasan Jalan Jamin Ginting, pelaku sempat melawan. Perlawanannya memancing masyarkat berdatangan dan memukulinya. Untuk mencegah hal yang tidak diingin, saya bawa saja dia ke Polsek Percut Sei Tuan,” ungkap Frans, paman korban.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan peristiwa tersebut. “Ya, kita sudah amankan pelaku yang mengaku anggota Polda dan kasus ini akan kita serahkan ke Polsekta Deli Tua karena TKP wilayah hukum Polsekta Deli Tua,” tegasnya.

Petugas juga mengamankan tujuh unit HP berbagai jenis, tas hitam, lampu penerang, ID Card LSM, buku dan baju.
Sementara menurut pengakuan darwin kepada wartawan Sumut Pos, dia baru pertama kali melakukan tindakan pidana penculikan dan pemerkosaan seperti itu. Ia juga membantah telah meminta tebusan hingga Rp20 juta. “Saya memang memperkosanya, tapi saya tidak pernah minta uang tebusan,” katanya sambil tertunduk. Pemuda lajang yang menggenakan T-shirt merah dan jeans biru ini, saat melakukan aksinya memang mengaku sebagai oknum polisi. “Ia saya mengaku sebagai polisi, namun dengan kejadian ini saya akan bertanggung jawab semua,” tandas Darwin.(mag-7)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/