26.7 C
Medan
Saturday, May 18, 2024

Pakai Fast Track, Jamaah Tak Perlu Dicek Lagi di Saudi

SUMUTPOS.CO – PERSIAPAN menyambut kedatangan calon jamaah haji (CJH) terus dikebut pengelola sejumlah asrama haji. Khususnya bagi asrama haji yang mulai menerima CJH hari ini, Sabtu (11/5).

Misalnya, yang dilakukan pengelola Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Sesuai jadwal pagi ini pukul 07.00 WIB, jamaah mulai masuk asrama.

Ketua PPIH Jakarta Pondok Gede (JKG) Cecep Khairul Anwar mengatakan, salah satu persiapan yang dikawal adalah layanan fast track di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta. Dia menjelaskan, dengan layanan fast track tersebut, seluruh pelayanan keimigrasian kedatangan Arab Saudi dilakukan di Indonesia. “Kesiapan fast track sangat urgen karena meliputi pemeriksaan visa dan biometrik,” ujarnya, kemarin (10/5).

Cecep mengatakan, dengan adanya layanan fast track tersebut, jamaah tidak perlu lagi melakoni pemeriksaan imigrasi setiba di Madinah atau Jeddah. Nanti jamaah langsung naik bus, kemudian menuju ke hotel.

Cecep menyatakan, jika tanpa layanan fast track, jamaah capek dua kali. Pertama, capek melakoni penerbangan berjam-jam. Kemudian mengikuti proses imigrasi di bandara Saudi yang juga butuh waktu berjam-jam. Dikhawatirkan berpengaruh terhadap kesehatan jamaah saat menjalani ibadah.

Dia juga menjelaskan, tahun ini pemerintah Saudi menyiapkan personel pelayanan fast track mobile. Petugas itu nanti melihat di setiap kloter apakah ada lansia atau jamaah yang sulit untuk mobilitas. Petugas fast track mobile akan mendatangi jamaah yang kesulitan mobilitas itu. Dengan demikian, jamaah ini tidak perlu ikut antre mengikuti proses di fast track seperti yang lain.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab mengatakan, tahun ini layanan fast track diterapkan di Soekarno-Hatta, embarkasi Solo, dan embarkasi Surabaya. “Total ada 128 ribuan jamaah yang mendapatkan fasilitas fast track ini,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk jamaah yang tidak mendapatkan fasilitas fast track, bus dari asrama haji akan masuk sampai mendekati pesawat terbang. Kemudian, jamaah keluar bus dan langsung masuk ke pesawat. Untuk layanan fast track, jamaah turun dari bus masuk ke terminal yang sudah disiapkan. Setelah itu baru masuk ke pesawat seperti biasanya.

Sementara itu, di pengujung lawatan ke Saudi, Menag Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan layanan jamaah di Madinah. Seperti diketahui, penerbangan gelombang pertama jamaah haji mengambil rute dari tanah air menuju Madinah. Yaqut, antara lain, meninjau kesiapan layanan hotel dan dapur katering di Madinah. Yaqut melihat langsung kesiapan kamar di Hotel Emaar Elite yang berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi. Hotel itu memiliki kapasitas 1.400 jamaah.

Yaqut menilai, layanan di hotel tersebut sudah baik. “Saya lihat hotel untuk jamaah haji Indonesia representatif, bagus, dan bersih. Ini sesuai kontrak,” katanya. Termasuk layanan tambahan untuk menunjang keberadaan jamaah lansia.

Yaqut kemudian meninjau dapur katering Meez Mary Kitchen for Serve Meals yang berada di wilayah Hatim, Madinah. Nanti dapur katering tersebut melayani 11 ribu jamaah haji Indonesia setiap hari. Dapur itu akan menyediakan menu cita rasa Indonesia. Misalnya, nasi kuning, ayam goreng saus mentega, nasi uduk, sampai opor ayam. Kemudian ikan patin bumbu balado, rendang daging, serta gepuk daging sapi.

 

Masa Kerja Petugas Haji Diperpendek

Sementara itu, mulai musim haji 2024, Kemenag memberlakukan kebijakan pengurangan durasi masa tugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) di sejumlah bidang kerja.

Jika biasanya PPIH bertugas selama 72 hari, tahun ini diperpendek dengan rata-rata 52 hari.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pengurangan itu didasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan selama beberapa tahun terakhir serta masukan. “Salah satu pertimbangannya untuk mengurangi tingkat kejenuhan,” kata Yaqut saat bertemu dengan seluruh petugas PPIH Arab Saudi daker Madinah dan bandara di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Madinah di kawasan Sayyid As Syuhada, Madinah, pada Kamis (9/5) malam.

Dengan diperpendeknya masa tugas itu, sebagian PPIH akan pulang sebelum berakhirnya musim haji 2024. Namun, Yaqut memastikan jumlah petugas haji tetap tidak akan berkurang sampai masa akhir kepulangan jamaah asal Indonesia.

Sebab, untuk mengganti PPIH yang dipulangkan, sudah ada tenaga baru yang menggantikan. “Jadi, nanti tenaganya di-back up dengan tenaga petugas baru,” kata Yaqut.

Sesuai rencana, ada beberapa petugas yang mengalami pengurangan durasi masa tugas. Di antaranya, layanan bimbingan ibadah, petugas layanan pertolongan selama Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), dan beberapa bidang kerja lain yang tidak melekat dengan layanan dasar jamaah haji. (wan/c19/ttg/jpg)

SUMUTPOS.CO – PERSIAPAN menyambut kedatangan calon jamaah haji (CJH) terus dikebut pengelola sejumlah asrama haji. Khususnya bagi asrama haji yang mulai menerima CJH hari ini, Sabtu (11/5).

Misalnya, yang dilakukan pengelola Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Sesuai jadwal pagi ini pukul 07.00 WIB, jamaah mulai masuk asrama.

Ketua PPIH Jakarta Pondok Gede (JKG) Cecep Khairul Anwar mengatakan, salah satu persiapan yang dikawal adalah layanan fast track di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta. Dia menjelaskan, dengan layanan fast track tersebut, seluruh pelayanan keimigrasian kedatangan Arab Saudi dilakukan di Indonesia. “Kesiapan fast track sangat urgen karena meliputi pemeriksaan visa dan biometrik,” ujarnya, kemarin (10/5).

Cecep mengatakan, dengan adanya layanan fast track tersebut, jamaah tidak perlu lagi melakoni pemeriksaan imigrasi setiba di Madinah atau Jeddah. Nanti jamaah langsung naik bus, kemudian menuju ke hotel.

Cecep menyatakan, jika tanpa layanan fast track, jamaah capek dua kali. Pertama, capek melakoni penerbangan berjam-jam. Kemudian mengikuti proses imigrasi di bandara Saudi yang juga butuh waktu berjam-jam. Dikhawatirkan berpengaruh terhadap kesehatan jamaah saat menjalani ibadah.

Dia juga menjelaskan, tahun ini pemerintah Saudi menyiapkan personel pelayanan fast track mobile. Petugas itu nanti melihat di setiap kloter apakah ada lansia atau jamaah yang sulit untuk mobilitas. Petugas fast track mobile akan mendatangi jamaah yang kesulitan mobilitas itu. Dengan demikian, jamaah ini tidak perlu ikut antre mengikuti proses di fast track seperti yang lain.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab mengatakan, tahun ini layanan fast track diterapkan di Soekarno-Hatta, embarkasi Solo, dan embarkasi Surabaya. “Total ada 128 ribuan jamaah yang mendapatkan fasilitas fast track ini,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk jamaah yang tidak mendapatkan fasilitas fast track, bus dari asrama haji akan masuk sampai mendekati pesawat terbang. Kemudian, jamaah keluar bus dan langsung masuk ke pesawat. Untuk layanan fast track, jamaah turun dari bus masuk ke terminal yang sudah disiapkan. Setelah itu baru masuk ke pesawat seperti biasanya.

Sementara itu, di pengujung lawatan ke Saudi, Menag Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan layanan jamaah di Madinah. Seperti diketahui, penerbangan gelombang pertama jamaah haji mengambil rute dari tanah air menuju Madinah. Yaqut, antara lain, meninjau kesiapan layanan hotel dan dapur katering di Madinah. Yaqut melihat langsung kesiapan kamar di Hotel Emaar Elite yang berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi. Hotel itu memiliki kapasitas 1.400 jamaah.

Yaqut menilai, layanan di hotel tersebut sudah baik. “Saya lihat hotel untuk jamaah haji Indonesia representatif, bagus, dan bersih. Ini sesuai kontrak,” katanya. Termasuk layanan tambahan untuk menunjang keberadaan jamaah lansia.

Yaqut kemudian meninjau dapur katering Meez Mary Kitchen for Serve Meals yang berada di wilayah Hatim, Madinah. Nanti dapur katering tersebut melayani 11 ribu jamaah haji Indonesia setiap hari. Dapur itu akan menyediakan menu cita rasa Indonesia. Misalnya, nasi kuning, ayam goreng saus mentega, nasi uduk, sampai opor ayam. Kemudian ikan patin bumbu balado, rendang daging, serta gepuk daging sapi.

 

Masa Kerja Petugas Haji Diperpendek

Sementara itu, mulai musim haji 2024, Kemenag memberlakukan kebijakan pengurangan durasi masa tugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) di sejumlah bidang kerja.

Jika biasanya PPIH bertugas selama 72 hari, tahun ini diperpendek dengan rata-rata 52 hari.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pengurangan itu didasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan selama beberapa tahun terakhir serta masukan. “Salah satu pertimbangannya untuk mengurangi tingkat kejenuhan,” kata Yaqut saat bertemu dengan seluruh petugas PPIH Arab Saudi daker Madinah dan bandara di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Madinah di kawasan Sayyid As Syuhada, Madinah, pada Kamis (9/5) malam.

Dengan diperpendeknya masa tugas itu, sebagian PPIH akan pulang sebelum berakhirnya musim haji 2024. Namun, Yaqut memastikan jumlah petugas haji tetap tidak akan berkurang sampai masa akhir kepulangan jamaah asal Indonesia.

Sebab, untuk mengganti PPIH yang dipulangkan, sudah ada tenaga baru yang menggantikan. “Jadi, nanti tenaganya di-back up dengan tenaga petugas baru,” kata Yaqut.

Sesuai rencana, ada beberapa petugas yang mengalami pengurangan durasi masa tugas. Di antaranya, layanan bimbingan ibadah, petugas layanan pertolongan selama Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), dan beberapa bidang kerja lain yang tidak melekat dengan layanan dasar jamaah haji. (wan/c19/ttg/jpg)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/