25.6 C
Medan
Sunday, May 19, 2024

Erupsi Gunung Semeru Terus Berlangsung, Tinggi Letusan Capai 600 Meter dari Atas Puncak

Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, telah mengalami tiga kali erupsi pada Minggu (21/4) hingga pukul 14.00 WIB.

Tinggi letusan gunung semeru, tercatat mencapai 600 meter di atas puncak, hingga menciptakan kondisi yang memprihatinkan bagi warga sekitar.

Dengan ketinggian mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Semeru mengalami letusan pertama pada pukul 07.44 WIB, diikuti oleh letusan kedua pada pukul 07.47 WIB, dan letusan ketiga pada pukul 10.53 WIB.

Laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, sebagaimana dimuat ANTARA menyebutkan bahwa, pada letusan pertama, kolom letusan teramati mencapai ketinggian sekitar 300 meter di atas puncak atau 3.976 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Saat ini, kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang menuju ke arah selatan, dan letusan masih berlangsung.

“Erupsi Gunung Semeru pada pukul 07.44 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau 3.976 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulisnya di Lumajang.

Letusan kedua, pada pukul 07.47 WIB, menunjukkan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut. Kolom abu juga berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang menuju ke arah selatan, dan letusan masih berlanjut.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya.

Meskipun letusan ketiga pada pukul 10:53 WIB tidak teramati secara visual, kegiatan erupsi masih berlangsung. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar.

Gunung Semeru saat ini masih berstatus Siaga atau Level III. PVMBG memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam jarak 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Selain itu, warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Warga sekitar diminta untuk tetap tenang dan mematuhi semua himbauan dan peringatan dari pihak berwenang guna menjaga keselamatan diri dan keluarga mereka dalam menghadapi kondisi ini. (jpc/saz)

Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, telah mengalami tiga kali erupsi pada Minggu (21/4) hingga pukul 14.00 WIB.

Tinggi letusan gunung semeru, tercatat mencapai 600 meter di atas puncak, hingga menciptakan kondisi yang memprihatinkan bagi warga sekitar.

Dengan ketinggian mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Semeru mengalami letusan pertama pada pukul 07.44 WIB, diikuti oleh letusan kedua pada pukul 07.47 WIB, dan letusan ketiga pada pukul 10.53 WIB.

Laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, sebagaimana dimuat ANTARA menyebutkan bahwa, pada letusan pertama, kolom letusan teramati mencapai ketinggian sekitar 300 meter di atas puncak atau 3.976 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Saat ini, kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang menuju ke arah selatan, dan letusan masih berlangsung.

“Erupsi Gunung Semeru pada pukul 07.44 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau 3.976 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulisnya di Lumajang.

Letusan kedua, pada pukul 07.47 WIB, menunjukkan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut. Kolom abu juga berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang menuju ke arah selatan, dan letusan masih berlanjut.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya.

Meskipun letusan ketiga pada pukul 10:53 WIB tidak teramati secara visual, kegiatan erupsi masih berlangsung. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar.

Gunung Semeru saat ini masih berstatus Siaga atau Level III. PVMBG memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam jarak 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Selain itu, warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Warga sekitar diminta untuk tetap tenang dan mematuhi semua himbauan dan peringatan dari pihak berwenang guna menjaga keselamatan diri dan keluarga mereka dalam menghadapi kondisi ini. (jpc/saz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/