28 C
Medan
Thursday, June 27, 2024

Video Porno Anggota DPR Bikin Geger

Diduga Pasangan Anggota DPR dari Fraksi PDIP

JAKARTA-Badan Kehormatan (BK) DPR kembali ‘kerepotan’. Pelanggaran etika yang cukup fatal diduga melibatkan oknum wakil rakyat di Senayan. Isunya sangat serius, yakni tersebarnya video porno milik oknum anggota bersangkutan.

Video porno itu menampilkan sosok perempuan yang diduga adalah Caroline Margareth Natasha (30).

Sosok ini mirip anggota Komisi IX DPR dari fraksi PDIP yang terpilih dari dapil Kalimantan Barat itu. Saat diminta konfirmasinya melalui nomor 081156xxxx, ponselnya tak aktif. Pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas.

Pasangan Caroline Margareth Natasha diduga juga anggota dewan dari fraksi yang sama, Aria Bima. Dia termasuk anggota dewan yang cukup vokal. Namun, seperti halnya Caroline Margareth Natasha, Aria Bima juga belum bisa dikonfirmasi.

Ketua BK M Prakosa menegaskan tidak akan tinggal diam. BK akan melakukan pengusutan untuk memastikan kebenaran rumor yang mencoreng citra DPR itu. “BK tentu akan melakukan penyelidikan kasus ini,” kata Prakosa di Jakarta, Selasa (24/4).

Tapi, BK masih menunggu berakhirnya masa reses DPR. Sesuai jadwal, DPR akan kembali bersidang pada minggu kedua Mei mendatang.
Menurut Prakosa, selama reses DPR memang tidak punya agenda formal ataupun rapat-rapat. Hal ini sesuai dengan tata tertib DPR. “Makanya, kami menunggu sampai dimulainya lagi masa sidang. Setelah itu, BK akan melakukan langkah-langkah formal untuk menindaklanjuti kasus ini,” tegasnya.
Dalam sidang nanti, BK akan mengundang pakar telematika untuk mengidentifikasi siapa pemeran dalam video porno itu. “Kami akan undang yang benar-benar ahli di bidang telematika,” tegas politikus PDIP itu.

Prakosa mengaku belum mendapatkan video yang kini ramai digosipkan di jaringan media online dan situs jejaring social itu. “Saya belum lihat,” kata Prakosa.

Sementara itu, politikus Partai Demokrat Roy Suryo mengaku sudah mempelajari sejumlah kolase foto adegan yang diambil dari source asli video porno tersebut. Menurut Roy, tidak ada rekayasa atau editing apa pun terhadap sosok perempuan yang terlihat dalam kolase foto itu. Sedangkan sosok prianya dia mengaku tidak bisa mengidentifikasi karena tidak terlihat.

“Sulit dibantah atau disangkal kalau si perempuan itu disebut-sebut anggota DPR,” tegas anggota Komisi I DPR itu.

Roy kemarin datang ke sekretariat BK DPR untuk memberikan masukan terkait pengusutan kasus itu. Bahkan, dia memberikan rekomendasi pakar telematika yang layak diminta pendapatnya. Roy tidak mau melibatkan diri lebih jauh karena dirinya juga anggota DPR.
“Guna menghindari adanya konflik kepentingan dan politisasi di luar kasus ini,” tegasnya.

Ini bukan kali pertama anggota DPR menghadapi skandal video porno. Pada DPR periode lalu, anggota Fraksi Partai Golkar Yahya Zaini juga terlibat skandal video porno dengan penyanyi dangdut Maria Eva. Yahya langsung mengundurkan diri.

Dalam kadar yang lebih ringan, awal 2011 politikus PKS Arifinto juga bernasib sial. Dia terjepret kamera wartawan tengah menonton gambar porno melalui iPad saat mengikuti sidang paripurna DPR. Tanpa menunggu lama, Arifinto juga mengundurkan diri dari DPR. (pri/ari/jpnn)

Diduga Pasangan Anggota DPR dari Fraksi PDIP

JAKARTA-Badan Kehormatan (BK) DPR kembali ‘kerepotan’. Pelanggaran etika yang cukup fatal diduga melibatkan oknum wakil rakyat di Senayan. Isunya sangat serius, yakni tersebarnya video porno milik oknum anggota bersangkutan.

Video porno itu menampilkan sosok perempuan yang diduga adalah Caroline Margareth Natasha (30).

Sosok ini mirip anggota Komisi IX DPR dari fraksi PDIP yang terpilih dari dapil Kalimantan Barat itu. Saat diminta konfirmasinya melalui nomor 081156xxxx, ponselnya tak aktif. Pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas.

Pasangan Caroline Margareth Natasha diduga juga anggota dewan dari fraksi yang sama, Aria Bima. Dia termasuk anggota dewan yang cukup vokal. Namun, seperti halnya Caroline Margareth Natasha, Aria Bima juga belum bisa dikonfirmasi.

Ketua BK M Prakosa menegaskan tidak akan tinggal diam. BK akan melakukan pengusutan untuk memastikan kebenaran rumor yang mencoreng citra DPR itu. “BK tentu akan melakukan penyelidikan kasus ini,” kata Prakosa di Jakarta, Selasa (24/4).

Tapi, BK masih menunggu berakhirnya masa reses DPR. Sesuai jadwal, DPR akan kembali bersidang pada minggu kedua Mei mendatang.
Menurut Prakosa, selama reses DPR memang tidak punya agenda formal ataupun rapat-rapat. Hal ini sesuai dengan tata tertib DPR. “Makanya, kami menunggu sampai dimulainya lagi masa sidang. Setelah itu, BK akan melakukan langkah-langkah formal untuk menindaklanjuti kasus ini,” tegasnya.
Dalam sidang nanti, BK akan mengundang pakar telematika untuk mengidentifikasi siapa pemeran dalam video porno itu. “Kami akan undang yang benar-benar ahli di bidang telematika,” tegas politikus PDIP itu.

Prakosa mengaku belum mendapatkan video yang kini ramai digosipkan di jaringan media online dan situs jejaring social itu. “Saya belum lihat,” kata Prakosa.

Sementara itu, politikus Partai Demokrat Roy Suryo mengaku sudah mempelajari sejumlah kolase foto adegan yang diambil dari source asli video porno tersebut. Menurut Roy, tidak ada rekayasa atau editing apa pun terhadap sosok perempuan yang terlihat dalam kolase foto itu. Sedangkan sosok prianya dia mengaku tidak bisa mengidentifikasi karena tidak terlihat.

“Sulit dibantah atau disangkal kalau si perempuan itu disebut-sebut anggota DPR,” tegas anggota Komisi I DPR itu.

Roy kemarin datang ke sekretariat BK DPR untuk memberikan masukan terkait pengusutan kasus itu. Bahkan, dia memberikan rekomendasi pakar telematika yang layak diminta pendapatnya. Roy tidak mau melibatkan diri lebih jauh karena dirinya juga anggota DPR.
“Guna menghindari adanya konflik kepentingan dan politisasi di luar kasus ini,” tegasnya.

Ini bukan kali pertama anggota DPR menghadapi skandal video porno. Pada DPR periode lalu, anggota Fraksi Partai Golkar Yahya Zaini juga terlibat skandal video porno dengan penyanyi dangdut Maria Eva. Yahya langsung mengundurkan diri.

Dalam kadar yang lebih ringan, awal 2011 politikus PKS Arifinto juga bernasib sial. Dia terjepret kamera wartawan tengah menonton gambar porno melalui iPad saat mengikuti sidang paripurna DPR. Tanpa menunggu lama, Arifinto juga mengundurkan diri dari DPR. (pri/ari/jpnn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/