Fadia Tebus Luka 2023

SAARBRUCKEN – Tiga tahun lalu, Siti Fadia Silva Ramadhanti menelan pil pahit dalam final ganda putri Hylo Open di Saarbrucken, Jerman. Gelar yang sudah di depan mata bersama Apriyani Rahayu sirna setelah partner Fadia tersebut mengalami cedera betis kanan.

Apri/Fadia yang memenangi game pertama (21-18) atas pasangan Tiongkok Zhang ShuXian/Zheng Yu pada akhirnya mundur saat skor masih 1-1 di game kedua. Pengalaman pahit tersebut rupanya masih membekas bagi Fadia. Menjelang final Hylo Open 2026, kenangan itu sempat kembali membayangi.

“Sempat ada trauma. Tetapi, saya berusaha fokus lagi saat di lapangan. Lebih tenang dan lebih diatur lagi napasnya lagi,” ungkap Fadia.

Cerita berbeda pun diukir Fadia kali ini. Berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi, mereka sukses merengkuh juara. Pasangan unggulan kelima tersebut menundukkan unggulan pertama asal Taiwan, Hsu Yin-hui/Lin Jhih-yun, dengan straight game (21-18, 21-19) pada Minggu (1/11) waktu setempat.

Kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Tiwi/Fadia harus menjaga konsentrasi sejak awal hingga poin-poin akhir. Perlawanan Hsu/Lin membuat pertandingan berjalan ketat, terutama pada game kedua.

“Secara permainan sebenarnya tidak ada yang berubah dari lawan. Kami menerapkan strategi yang sama di game pertama maupun kedua. Namun, di game kedua kami banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga lawan lebih berani menyerang kami,” beber Fadia.

Tiwi juga mengakui ketatnya pertandingan. Karena itu, dia dan Fadia berusaha tetap tenang, fokus, serta tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Arahan pelatih Karel Mainaky untuk bermain lebih berani, nekat, dan saling menutup satu sama lain, turut membantu kemenangan Tiwi/Fadia.

“Perasaannya sangat senang serta bersyukur bisa meraih gelar bersama Fadia,” ucap Tiwi. (fiq/dns)

SAARBRUCKEN – Tiga tahun lalu, Siti Fadia Silva Ramadhanti menelan pil pahit dalam final ganda putri Hylo Open di Saarbrucken, Jerman. Gelar yang sudah di depan mata bersama Apriyani Rahayu sirna setelah partner Fadia tersebut mengalami cedera betis kanan.

Apri/Fadia yang memenangi game pertama (21-18) atas pasangan Tiongkok Zhang ShuXian/Zheng Yu pada akhirnya mundur saat skor masih 1-1 di game kedua. Pengalaman pahit tersebut rupanya masih membekas bagi Fadia. Menjelang final Hylo Open 2026, kenangan itu sempat kembali membayangi.

“Sempat ada trauma. Tetapi, saya berusaha fokus lagi saat di lapangan. Lebih tenang dan lebih diatur lagi napasnya lagi,” ungkap Fadia.

Cerita berbeda pun diukir Fadia kali ini. Berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi, mereka sukses merengkuh juara. Pasangan unggulan kelima tersebut menundukkan unggulan pertama asal Taiwan, Hsu Yin-hui/Lin Jhih-yun, dengan straight game (21-18, 21-19) pada Minggu (1/11) waktu setempat.

Kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Tiwi/Fadia harus menjaga konsentrasi sejak awal hingga poin-poin akhir. Perlawanan Hsu/Lin membuat pertandingan berjalan ketat, terutama pada game kedua.

“Secara permainan sebenarnya tidak ada yang berubah dari lawan. Kami menerapkan strategi yang sama di game pertama maupun kedua. Namun, di game kedua kami banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga lawan lebih berani menyerang kami,” beber Fadia.

Tiwi juga mengakui ketatnya pertandingan. Karena itu, dia dan Fadia berusaha tetap tenang, fokus, serta tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Arahan pelatih Karel Mainaky untuk bermain lebih berani, nekat, dan saling menutup satu sama lain, turut membantu kemenangan Tiwi/Fadia.

“Perasaannya sangat senang serta bersyukur bisa meraih gelar bersama Fadia,” ucap Tiwi. (fiq/dns)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru