JAKARTA-Indonesia belum meraih emas hingga memasuki hari keenam Asian Games 2026. Kondisi tersebut membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai mengevaluasi capaian medali Kontingen Merah Putih berrsama pimpinan cabang olahraga (cabor).
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengatakan evaluasi dilakukan untuk melihat keseriusan hasil pertandingan dengan target yang telah disepakati. Menurutnya, target medali Indonesia tidak ditetapkan sepihak oleh Kemenpora, melainkan lewat pembahasan bersama pimpinan cabang olah raga (cabor).
“Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama,” kata Menpora Erick dalam keterangannya, dikutip Kamis (24/9).
“Jadi target ini bukan dibuat sepihak oleh Kemenpora, tetapi merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama. Karena itu, selama pertandingan berlangsung, kita juga harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai dengan target yang sudah kita sepakati,” sambungnya.
Hingga memasuki hari keenam Asian Games 2026, Indonesia total mengoleksi 13 medali dengan rincian satu perak dan 12 perunggu. Capaian tersebuit membuat Kontingen Merah Putih bercokol di peringkat ke-23 pada papan klasemen semetara perolehan medali.
Salah satu hasil yang belum sesuai proyeksi terjadi di cabang olahraga wushu. Indonesia sebelumnya menargetkan medali emas dari nomor taolu changquan putra, tetapi harus puas membawa pulang medali perunggu.
“Untuk Wushu, targetnya memang emas. Yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal,” ujar Menpora Erick.
Erick menegaskan evaluasi akan dilakukan secara objektif bersama pimpinan cabor. Evaluasi tersebut bukan untuk mencari pihak yang disalahkan, melainkan mengidentifikasi faktor yang membuat hasil pertandingan belum sesuai target sekaligus menentukan langkah perbaikan.
“Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Target menjadi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur,” tegas Menteri berusia 56 tahun itu.
Kemenpora juga masih memantau pertandingan yang berlangsung hingga akhir Asian Games 2026. Koordinasi dengan pimpinan cabor terus dilakukan untuk memastikan peluang medali yang masih tersedia dapat dimaksimalkan kontingen Indonesia.
Erick juga meminta seluruh atlet dan unsur kontingen tetap menjaga fokus hingga pertandingan terakhir Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dia menilai perjuangan Indonesia masih panjang sehingga evaluasi harus berjalan bersamaan dengan dukungan terhadap atlet yang sedang bertanding.
“Perjalanan Asian Games masih panjang. Kita tidak boleh berhenti. Yang paling penting sekarang kita terus dukung atlet yang bertanding, kita apresiasi perjuangan atlet. Sambil juga kita evaluasi apa yang belum sesuai, dan kita terus bergerak bersama sampai akhir Asian Games, sehingga kita pastikan setiap pertandingan diperjuangkan dengan maksimal untuk Merah Putih,” ucapnya.
Kemenpora tetap menetapkan target empat medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Target tersebut menjadi komitmen yang terus dikoordinasikan bersama NOC Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan para pimpinan cabang olahraga.
“Kemenpora tetap menargetkan empat medali emas kepada NOC Indonesia, CdM, dan para pimpinan cabang olahraga. Karena itu, meskipun ada target yang belum tercapai, kita tidak boleh kehilangan fokus. Kita akan terus melakukan evaluasi, memperkuat koordinasi dengan cabor, dan mengoptimalkan setiap peluang medali yang masih ada sampai pertandingan terakhir,” pungkas Menpora Erick. (jpc/net)

