32 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Klinik Fisioterapi Bebas Cedera Dukung Performa Atlet Menuju PON 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Klinik Fisioterapi Bebas Cedera resmi beroperasi di Kota Medan. Ini ditandai dengan grand launching di Komplek Cemara Asri, Medan, Rabu (28/2).

Kehadiran Klinik Fisioterapi Bebas Cedera ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, khususnya insane olahraga Sumut. Salah satunya adalah Tokoh Olahraga Sumatera Utara, H Musa Rajekshah.

Pria yang akrab dipanggil Ijeck ini  menyambut baik kehadiran klinik fisioterapi di Medan bagi perkembangan olahraga di daerah tersebut. Terlebih, Sumut kini tengah bersiap menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 sebagai tuan rumah bersama Aceh.

Menurut dia, cedera jadi momok serius bagi atlet. Cedera bisa terjadi bukan hanya saat bertanding, tapi juga saat atlet berlatih menuju event. Makanya, dengan hadirnya Bebas Cedera, bisa membuat performa atlet lebih baik dalam persiapannya berlaga di arena pertandingan.

“Adanya Bebas Cedera ini penting bagi insan olahraga, terutama ini mau PON. Jadi atlet perlu untuk dilindungi agar otonya rileks dan terhindar dari cedera. Jangan karena semangat tanding, jadi lupa menjaga kondisi sehingga sering cedera,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Ijeck yang merupakan Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumut dan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, bakal menggandeng Bebas Cedera sebagai pendampingan atlet-altetnya. “Pasti dibutuhkan terlebih untuk atlet TI Sumut saat tanding. Harus ada fisioterapi standby mana tahu ada kejadian jadi ada penanganan segera,” tambahnya.

Dukungan juga diberikan beberapa pelaku olahraga yang turut hadir saat peresmian klinik tersebut. Mulai dari Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, Ketua Wsuhu Sumut (WI) Sumut  Darsen Song, Bendahara Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (POBI) Sumut Ridwan Loemanto, Ketua Federa Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumut Dr Hj Liliana Puspa Sari,  Ketua  Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (MITSU) Johan Tjongiran, Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Medan Pelangi Wijaya,  Dr Jeff Loren M Ked (Surg) SpOT dan lainnya.

“Kami dari FOPI Sumut tentu memberi apresiasi karena fisioterapi penting bagi atlet saat cedera maupun recovery latihan. Ini bagus dan Petanque akan menjalin kerja sama. Bisa juga untuk kampus sebagau trainer fisioterapi. Jadi memang fisioterapi ini sangat dibutuhkan,” ucap Liliana.

Sementara Founder Bebas Cedera, Asep Aziz Muslim didampingi Direksi Tony Wong dan Harry Chan menjelaskan, Bebas Cedera sudah hadir di 12 Kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabya, Malang, Yogyakarta, Makassar, Medan lainnya. Khusus untuk Medan merupakan cabang ke-14.

“Bebas Cedera hadir di Medan karena kami melihat Sumut tentunya banyak melahirkan atlet berprestasi baik nasional maupun internasional. Masyarakatnya pun harapan untuk fisioterapi demi hidup yang berkualitas,” ucapnya.

Asep Aziz Muslim memang terkenal sebagai fisioterapis di berbagai klub, termasuk di Timnas Sepak Bola Asian Games Hangzhou 2023 tersebut. Selain itu, dia juga pernah menjadi bagian di tim basket, Kemenpora dan KOI.

Pihaknya berharap, Bebas Cedera bisa bermanfaat bagi semua kalangan terkhusus atlet Sumut. Fokus utama mereka tentu untuk pencegahan cedera, serta penanganan cedera awal hingga meningkat performa. “Semoga teman-teman jadi lebih berkualitas hidupnya,” tambahnya.

Sebelumnya juga Bebas Cedera di Medan telah bekerja sama dengan beberapa cabor. Mulai dari Barongsai, Wushu dan Basket. (dek)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Klinik Fisioterapi Bebas Cedera resmi beroperasi di Kota Medan. Ini ditandai dengan grand launching di Komplek Cemara Asri, Medan, Rabu (28/2).

Kehadiran Klinik Fisioterapi Bebas Cedera ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, khususnya insane olahraga Sumut. Salah satunya adalah Tokoh Olahraga Sumatera Utara, H Musa Rajekshah.

Pria yang akrab dipanggil Ijeck ini  menyambut baik kehadiran klinik fisioterapi di Medan bagi perkembangan olahraga di daerah tersebut. Terlebih, Sumut kini tengah bersiap menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 sebagai tuan rumah bersama Aceh.

Menurut dia, cedera jadi momok serius bagi atlet. Cedera bisa terjadi bukan hanya saat bertanding, tapi juga saat atlet berlatih menuju event. Makanya, dengan hadirnya Bebas Cedera, bisa membuat performa atlet lebih baik dalam persiapannya berlaga di arena pertandingan.

“Adanya Bebas Cedera ini penting bagi insan olahraga, terutama ini mau PON. Jadi atlet perlu untuk dilindungi agar otonya rileks dan terhindar dari cedera. Jangan karena semangat tanding, jadi lupa menjaga kondisi sehingga sering cedera,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Ijeck yang merupakan Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumut dan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, bakal menggandeng Bebas Cedera sebagai pendampingan atlet-altetnya. “Pasti dibutuhkan terlebih untuk atlet TI Sumut saat tanding. Harus ada fisioterapi standby mana tahu ada kejadian jadi ada penanganan segera,” tambahnya.

Dukungan juga diberikan beberapa pelaku olahraga yang turut hadir saat peresmian klinik tersebut. Mulai dari Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, Ketua Wsuhu Sumut (WI) Sumut  Darsen Song, Bendahara Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (POBI) Sumut Ridwan Loemanto, Ketua Federa Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumut Dr Hj Liliana Puspa Sari,  Ketua  Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (MITSU) Johan Tjongiran, Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Medan Pelangi Wijaya,  Dr Jeff Loren M Ked (Surg) SpOT dan lainnya.

“Kami dari FOPI Sumut tentu memberi apresiasi karena fisioterapi penting bagi atlet saat cedera maupun recovery latihan. Ini bagus dan Petanque akan menjalin kerja sama. Bisa juga untuk kampus sebagau trainer fisioterapi. Jadi memang fisioterapi ini sangat dibutuhkan,” ucap Liliana.

Sementara Founder Bebas Cedera, Asep Aziz Muslim didampingi Direksi Tony Wong dan Harry Chan menjelaskan, Bebas Cedera sudah hadir di 12 Kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabya, Malang, Yogyakarta, Makassar, Medan lainnya. Khusus untuk Medan merupakan cabang ke-14.

“Bebas Cedera hadir di Medan karena kami melihat Sumut tentunya banyak melahirkan atlet berprestasi baik nasional maupun internasional. Masyarakatnya pun harapan untuk fisioterapi demi hidup yang berkualitas,” ucapnya.

Asep Aziz Muslim memang terkenal sebagai fisioterapis di berbagai klub, termasuk di Timnas Sepak Bola Asian Games Hangzhou 2023 tersebut. Selain itu, dia juga pernah menjadi bagian di tim basket, Kemenpora dan KOI.

Pihaknya berharap, Bebas Cedera bisa bermanfaat bagi semua kalangan terkhusus atlet Sumut. Fokus utama mereka tentu untuk pencegahan cedera, serta penanganan cedera awal hingga meningkat performa. “Semoga teman-teman jadi lebih berkualitas hidupnya,” tambahnya.

Sebelumnya juga Bebas Cedera di Medan telah bekerja sama dengan beberapa cabor. Mulai dari Barongsai, Wushu dan Basket. (dek)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/