33 C
Medan
Sunday, July 14, 2024

Partai Hidup Mati

Sumatera Utara vs Jawa Timur

KUANSING- Di pentas sepak bola nasional, utamanya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), Sumut dan Jatim adalah dua kekuatan raksasa yang selalu membuat takut para pesaingnya.

Empat tahun lalu, saat PON digelar di Kalimantan Timur (Kaltim), Jatim yang kala itu diarsiteki Aji Santoso sukses meraih medali emas. Tekad untuk mempertahankan gelar membuat para pengurus sepak bola yang ada Jatim mempersiapkan tim dua tahun lamanya.  “Ya, tim ini memang dipersiapkan jauh-jauh hari agar bisa mengulangi prestasi empat tahun lalu di Kaltim. Semua upaya telah kita lakukan termasuk melakukan try out ke Vietnam menghadapi tim profesional di sana. Alhamdulillah, di sana kita mampu memenangkan  tiga laga uji coba,” bilang Bambang Pramukantoro, manajer tim sepak bola Jatim, kemarin (10/9).  Selain durasi pemusatan latihan yang lama, di sisi lain, Jatim pun merasa beruntung karena di dalam tim ini bercokol lima pungawa timnas U-22 yakni Dani Saputra, Dicky Prayoga, Bima Ragil Satria, Fandi Eko Utomo dan Evan Dimas yang berlatih di Akademi Sepakbola Barcelona, Spanyol.

Terpisah, pelatih Jatim Danur Dara mengatakan, menatap laga kontra Sumut di Stadion Sport Centre, Kuansing, hari ini (11/9), seluruh anak asuhnya dalam kondisi bugar dan siap tempur.

“Benar jika kemarin usai mengalahkan Gorontalo tiga pemain kami mengalami cedera. Namun kini ketiganya Dany Saputra, Agus Waidi, dan Evan Dimas sudah siap dimainkan,” kata pria yang pernah melatih di Protitan itu.

Sementara itu, pelatih tim sepak bola Sumut Rudi Saari mengatakan, dirinya terobsesi untuk mengulangi kejayaan prestasi pada PON XII tahun 1989, kala Suharto AD mengantarkan Sumut meraih medali emas.  “Seluruh pemain telah bertekad untuk melakukannya. Kita tak peduli siapapun lawan yang akan dihadapi. Target kita hanya saya, yakni memenangkan seluruh pertandingan,” bilang Rudi Saari, pelatih tim PON Sumut.

Selanjutnya Rudi mengatakan, pada pertandingan nanti dirinya tak dapat menurunkan dua gelandang elegan M Irfan yang kemarin (9/9) mendapat kartu merah dari wasit dan Aidun Sastra Utami setelah menerima akumulasi kartu kuning.

“Dengan absennya mereka, kita akan memasang Deni Setiawan menggantikan posisi Aidun dan Saddam Rizal yang awalnya seorang striker akan diplot di sisi kiri menggantikan M Irfan,” urai Rudi.

“Alternatif lainnya, bisa saja kita merombak skema permainan dari 4-4-2 menjadi 4-3-1-2 dengan menempatkan Bambang Hardianto sebagai second striker dibelakang duet Sapri Koto dan Zulkifli,” tambahnya lagi.

Terkait kekuatan Jatim, Rudi tak menampik jika calon lawannya itu memiliki materi pemain yang lebih baik dan lebih merata hampir di tiap lini. Pun demikian, Rudi juga berkeyakinan, bukan suatu kemustahilan mengalahkan Jatim di fase grup.

Meski hanya membutuhkan hasil imbang untuk dapat lolos dari fase grup (lihat klasemen), namun Rudi tetap menginginkan anak asuhnya meraih kemenangan atas Jatim.

“Kita sudah lihat bagaimana Jabar mampu mengalahkan mereka. Artinya, jika Jabar saja mampu, maka kita pun pasti mampu mengalahkan mereka. Intinya, ini adalah pertandingan hidup mati, maka tak ada alasan untuk kalah. Ini harus dimenangkan,” tuntas Rudi. (jun)

Sumatera Utara vs Jawa Timur

KUANSING- Di pentas sepak bola nasional, utamanya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), Sumut dan Jatim adalah dua kekuatan raksasa yang selalu membuat takut para pesaingnya.

Empat tahun lalu, saat PON digelar di Kalimantan Timur (Kaltim), Jatim yang kala itu diarsiteki Aji Santoso sukses meraih medali emas. Tekad untuk mempertahankan gelar membuat para pengurus sepak bola yang ada Jatim mempersiapkan tim dua tahun lamanya.  “Ya, tim ini memang dipersiapkan jauh-jauh hari agar bisa mengulangi prestasi empat tahun lalu di Kaltim. Semua upaya telah kita lakukan termasuk melakukan try out ke Vietnam menghadapi tim profesional di sana. Alhamdulillah, di sana kita mampu memenangkan  tiga laga uji coba,” bilang Bambang Pramukantoro, manajer tim sepak bola Jatim, kemarin (10/9).  Selain durasi pemusatan latihan yang lama, di sisi lain, Jatim pun merasa beruntung karena di dalam tim ini bercokol lima pungawa timnas U-22 yakni Dani Saputra, Dicky Prayoga, Bima Ragil Satria, Fandi Eko Utomo dan Evan Dimas yang berlatih di Akademi Sepakbola Barcelona, Spanyol.

Terpisah, pelatih Jatim Danur Dara mengatakan, menatap laga kontra Sumut di Stadion Sport Centre, Kuansing, hari ini (11/9), seluruh anak asuhnya dalam kondisi bugar dan siap tempur.

“Benar jika kemarin usai mengalahkan Gorontalo tiga pemain kami mengalami cedera. Namun kini ketiganya Dany Saputra, Agus Waidi, dan Evan Dimas sudah siap dimainkan,” kata pria yang pernah melatih di Protitan itu.

Sementara itu, pelatih tim sepak bola Sumut Rudi Saari mengatakan, dirinya terobsesi untuk mengulangi kejayaan prestasi pada PON XII tahun 1989, kala Suharto AD mengantarkan Sumut meraih medali emas.  “Seluruh pemain telah bertekad untuk melakukannya. Kita tak peduli siapapun lawan yang akan dihadapi. Target kita hanya saya, yakni memenangkan seluruh pertandingan,” bilang Rudi Saari, pelatih tim PON Sumut.

Selanjutnya Rudi mengatakan, pada pertandingan nanti dirinya tak dapat menurunkan dua gelandang elegan M Irfan yang kemarin (9/9) mendapat kartu merah dari wasit dan Aidun Sastra Utami setelah menerima akumulasi kartu kuning.

“Dengan absennya mereka, kita akan memasang Deni Setiawan menggantikan posisi Aidun dan Saddam Rizal yang awalnya seorang striker akan diplot di sisi kiri menggantikan M Irfan,” urai Rudi.

“Alternatif lainnya, bisa saja kita merombak skema permainan dari 4-4-2 menjadi 4-3-1-2 dengan menempatkan Bambang Hardianto sebagai second striker dibelakang duet Sapri Koto dan Zulkifli,” tambahnya lagi.

Terkait kekuatan Jatim, Rudi tak menampik jika calon lawannya itu memiliki materi pemain yang lebih baik dan lebih merata hampir di tiap lini. Pun demikian, Rudi juga berkeyakinan, bukan suatu kemustahilan mengalahkan Jatim di fase grup.

Meski hanya membutuhkan hasil imbang untuk dapat lolos dari fase grup (lihat klasemen), namun Rudi tetap menginginkan anak asuhnya meraih kemenangan atas Jatim.

“Kita sudah lihat bagaimana Jabar mampu mengalahkan mereka. Artinya, jika Jabar saja mampu, maka kita pun pasti mampu mengalahkan mereka. Intinya, ini adalah pertandingan hidup mati, maka tak ada alasan untuk kalah. Ini harus dimenangkan,” tuntas Rudi. (jun)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/