25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 10

Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Sumut Tes NAPZA Puluhan Pekerja Operasional

PEMERIKSAAN: KAI Sumut saat melaksanakan pemeriksaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) kepada pekerja operasional bersama BNN.
PEMERIKSAAN: KAI Sumut saat melaksanakan pemeriksaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) kepada pekerja operasional bersama BNN.

Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperketat pengawasan terhadap kesiapan sumber daya manusia dengan menggelar pemeriksaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) bagi para pekerja operasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Dipo Lokomotif Medan dan diikuti oleh 30 pekerja yang terdiri dari masinis, kondektur, awak kereta api (crew KA), Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), petugas sarana dan prasarana, petugas pengamanan, petugas stasiun, hingga frontliner, pada Sabtu (14/3/2026). Pemeriksaan ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara.

Plt Manager Hubungan Masyarakat KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pemeriksaan NAPZA merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional kereta api berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya KAI memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sehingga keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga,” ujar Anwar.

Selain pemeriksaan NAPZA, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan kesehatan kepada para peserta. Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkotika, pentingnya menjaga kesehatan pekerja operasional, serta penerapan pola hidup sehat dalam mendukung keselamatan kerja.

Menurut Anwar, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan operasional kereta api, terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat seperti masa Ramadan dan Angkutan Lebaran.

“KAI memastikan seluruh pekerja operasional berada dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal kepada masyarakat,” jelas Anwar.

Melalui kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan tersebut, Anwar Yuli menegaskan KAI Divre I Sumatera Utara terus memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap pekerja untuk memastikan operasional kereta api berjalan selamat, aman, dan terpercaya.

“Kami berkomitmen menjaga profesionalisme pekerja agar layanan kereta api kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan nyaman,” tutup Anwar.(san/ila)

Serangan Air Keras ke Aktivis HAM, Anggota DPD RI Penrad Siagian Desak Presiden dan Kapolri Bertindak

JAKARTA, SumutPos.co- Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian mengecam keras peristiwa penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Penrad menegaskan, serangan tersebut bukan sekadar tindak kekerasan biasa, melainkan kuat diduga sebagai percobaan pembunuhan berencana yang harus diusut secara serius oleh aparat penegak hukum.

“Ini adalah tindakan keji dan pengecut. Cara pelaku menyiramkan cairan kimia berbahaya ke bagian vital tubuh korban menunjukkan adanya niat untuk melukai secara serius bahkan berpotensi menghilangkan nyawa korban. Karena itu, saya menilai ini sebagai dugaan kuat percobaan pembunuhan berencana,” kata Penrad dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026)..

Seperti diketahui, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada sekitar 24 persen tubuhnya, termasuk wajah, mata, dada, serta kedua tangan. Serangan dilakukan oleh dua orang pelaku yang mendekati korban menggunakan sepeda motor lalu menyiramkan cairan kimia berbahaya atau air keras sebelum melarikan diri.

Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah Andrie menyelesaikan kegiatan advokasi publik, termasuk perekaman siniar atau Podcast mengenai isu remiliterisasi dan uji materi Undang-Undang TNI di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Penrad menilai, serangan terhadap Andrie tidak bisa dilepaskan dari aktivitasnya sebagai pembela hak asasi manusia yang selama ini aktif mengkritik penyalahgunaan kekuasaan serta memperjuangkan ruang sipil di Indonesia. “Ketika seorang pembela HAM diserang secara brutal di ruang publik di ibu kota negara, ini adalah peringatan serius bagi demokrasi kita. Negara tidak boleh menutup mata terhadap konteks dan motif di balik serangan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Penrad juga menuntut Presiden RI Prabowo Subianto untuk bertanggung jawab secara politik dalam memastikan perlindungan terhadap para pembela HAM di Indonesia. “Saya meminta Presiden untuk tidak diam. Negara harus hadir dan bertanggung jawab memastikan keselamatan warga negara, terutama mereka yang memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia,” tuturnya.

Selain itu, Senator asal Sumatra Utara (Sumut) ini secara tegas mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar mengusut kasus tersebut hingga tuntas. “Saya mendesak Kapolri untuk segera mengungkap pelaku, termasuk aktor intelektual di balik serangan ini. Jangan berhenti pada pelaku lapangan. Kasus seperti ini tidak boleh menguap seperti sejumlah teror terhadap aktivis sebelumnya,” tegasnya.

Penrad juga meminta aparat kepolisian memberikan perlindungan maksimal kepada korban serta memastikan Andrie Yunus mendapatkan perawatan medis terbaik dan pemulihan secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal proses penegakan hukum dalam kasus tersebut hingga seluruh pelaku diproses secara adil. “Teror terhadap satu pembela HAM adalah teror terhadap masyarakat sipil secara keseluruhan. Saya akan terus mengawal kasus ini sampai pelaku dan pihak yang bertanggung jawab benar-benar diadili dan dihukum seadil-adilnya,” pungkas Penrad Siagian. (adz)

Lagi, Saksi Cabut BAP dalam Sidang Kredit Sritex

JAKARTA, SumutPos.co- Persidangan kasus dugaan korupsi fasilitas kredit PT Sritex kembali diwarnai aksi pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (12/3/2026), tiga saksi auditor internal Bank DKI menarik poin-poin krusial dalam keterangan mereka setelah dicecar oleh tim penasihat hukum terdakwa.

Ketiga saksi tersebut adalah Dewi Sumampow, Ulima Fauzia, dan Dhimas Adi Prasetyo. Ini merupakan kali kedua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencabut BAP, setelah sebelumnya Herman Wibowo (SPV PT Sritex) melakukan hal serupa terkait kekeliruan data aset dan ekuitas.

Tim penasihat hukum Pri Agung (Direktur IT Bank DKI) menilai, kehadiran para auditor ini tidak relevan dengan pokok perkara. Mereka disebut bukan “saksi kejadian” karena kredit dikucurkan pada tahun 2020, sementara audit baru dilakukan pada tahun 2023. Terlebih, audit tersebut bersifat reguler, bukan audit investigasi khusus untuk mencari unsur pidana.

Kritik tajam juga datang dari tim pembela Babay Farid Wazdi (Direktur UMKM Bank DKI). Di persidangan terungkap bahwa para auditor hanya menggunakan metode analisis horizontal tanpa analisis vertikal. Penggunaan metode tunggal ini dinilai menghasilkan angka yang bias dan tidak komprehensif, sehingga para saksi akhirnya memilih mencabut keterangan BAP terkait temuan angka tersebut.

Fakta persidangan lain mengungkap, para auditor diduga mengabaikan perangkat analisis kredit utama, yakni Memorandum Analisa Kredit (MAK) dan Ikhtisar Pengusulan Kredit (IPK). Akibatnya, penilaian auditor mengenai reputable name Sritex dianggap tidak akurat.

Penasihat hukum menegaskan, pada periode Oktober 2020, Sritex menyandang status sebagai Perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Emiten saham bluechip (masuk indeks LQ45). Pemasok seragam militer untuk 44 negara. Memiliki fasilitas kredit di lebih dari 25 bank lokal maupun asing dengan status kolektibilitas Lancar berdasarkan data SLIK-OJK.

“Bagaimana mungkin parameter tersebut dinilai kurang memadai jika tidak merujuk pada MAK dan IPK yang menjadi dasar pengambilan keputusan kredit saat itu?” ujar salah satu anggota tim pembela.

Aksi pencabutan BAP yang berulang ini diprediksi akan menjadi catatan serius bagi majelis hakim dalam menilai validitas dakwaan jaksa terkait prosedur pemberian kredit kepada raksasa tekstil tersebut. (rel/adz)

Kejaksaan Dairi Tebar Kebaikan, Bagikan Takjil untuk Masyarakat

BAGIKAN: Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Bima Yudha bersama Ketua Ikatan Adyaksa Dharmakarini (IAD) Tuti Bima, membagikan menu berbuka puasa kepada pengendara melintas di depan Kantor Kejaksaan Dairi, Kamis (12/3).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
BAGIKAN: Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Bima Yudha bersama Ketua Ikatan Adyaksa Dharmakarini (IAD) Tuti Bima, membagikan menu berbuka puasa kepada pengendara melintas di depan Kantor Kejaksaan Dairi, Kamis (12/3).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Menyambut bulan suci Ramadan 1 Syawal 1447 H, Kejaksaan Negeri Dairi menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan membagikan menu berbuka puasa atau takjil secara langsung.

Kegiatan sosial ini dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Bima Yudha, didampingi Kepala Seksi Intelijen Gerry Gultom, beserta jajaran, yang membagikan takjil kepada para pengendara dan masyarakat di depan kantor Kejaksaan Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Kamis (12/3).

Bima Yudha bersama istri dan jajaran terlihat antusias menyerahkan ratusan kotak menu berbuka kepada masyarakat yang melintas. Menurut Gerry Gultom, kegiatan ini merupakan program rutin Kejaksaan bekerja sama dengan Ikatan Adyaksa Dharmakarini (IAD).

“Kegiatan berbagi menu berbuka puasa ini kami tujukan khususnya untuk saudara-saudara yang menjalankan ibadah puasa. Semoga kegiatan ini juga dapat mempererat silaturahmi antara Kejaksaan dengan masyarakat,” ujar Gerry.

Kegiatan sederhana ini diharapkan mampu menebarkan kebahagiaan dan membangun rasa kebersamaan di bulan penuh berkah, sambil menegaskan peran Kejaksaan tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kepedulian sosial. (rud/ila)

Apresiasi Zakat ASN Kota Tebingtinggi, Iman Siapkan Perwal Pemotongan Penghasilan 2,5 Persen

PENYERAHAN: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih menyerahkan secara simbolis bantuan zakat Ramadhan kepada mustahik pada kegiatan penyaluran zakat oleh BAZNAS Kota Tebingtinggi di Masjid Raya Nur Addin, Jalan MT Haryono, Kamis (12/3) Azan Purba/sumut pos.
PENYERAHAN: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih menyerahkan secara simbolis bantuan zakat Ramadhan kepada mustahik pada kegiatan penyaluran zakat oleh BAZNAS Kota Tebingtinggi di Masjid Raya Nur Addin, Jalan MT Haryono, Kamis (12/3) Azan Purba/sumut pos.

TEBINGTINGGI-Wali Kota Tebingtinggi, H Iman Irdian Saragih secara khusus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi atas konsistensi para ASN dalam menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tebintinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Iman dalam acara Penyaluran Zakat Ramadhan 1447 Hijriah dengan tema ‘Nikmat Berzakat, Tentramnya Muzakki, Bahagianya Mustahik,’ yang berlangsung di Masjid Raya Nur Addin, Jalan MT Haryono, Kamis (12/3).

Sebagai bentuk penguatan atas kepedulian ASN, Iman mengungkapkan rencana strategis untuk menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait optimalisasi zakat. Jika sebelumnya zakat dipotong secara tahunan, ke depan akan diberlakukan pemotongan rutin setiap bulan sebesar 2,5%.

“Saya apresiasi dan beri ucapan ribuan terimakasih kepada ASN. Selama ini dipotong setiap tahun, ke depan kita segerakan, Perwal-nya untuk dipotong setiap bulan (sebesar 2.5%). Insyaallah, saya sudah berkoordinasi dengan para ASN dan BAZNAS, ada potensi-potensi ke depan yang bisa kita tingkatkan,” ujar Wali Kota.

Iman berharap zakat yang bersumber dari penghasilan para ASN ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat penerima manfaat.

“Zakat ini adalah titipan dari para muzakki, khususnya ASN kita. Saya minta kepada bapak dan ibu penerima, doakan para pemimpin dan para ASN agar selalu diberi kesehatan, kemudahan urusan, dan keberkahan rezeki,” tutur Iman.

Dalam kesempatan tersebut, Iman juga turut menyampaikan ucapan terima kasih dan memuji kinerja BAZNAS Kota Tebing Tinggi yang dinilai semakin profesional, transparan, dan efektif dalam mengelola dana umat.

Iman pun mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban selama proses penyaluran zakat berupa bantuan tunai sebesar Rp250.000 per orang tersebut.

“Proses pemberian zakat, saya minta kepada bapak, ibu sekalian, jaga kondusifitas, keamanan, ketertiban. Jangan ada dorong-dorongan, Insya Allah semua ini dapat,” tambah Iman.

Sebelumnya, Ketua BAZNAS Kota Tebing Tinggi H Khuzamri Amar dalam laporannya mengatakan, bahwa tahun ini BAZNAS Kota Tebingtinggi menyalurkan zakat kepada 1.046 mustahik. Ketua BAZNAS Kota Tebing Tinggi, merincikan bahwa 310 mustahik telah menerima zakat melalui rangkaian Safari Ramadhan dan peringatan Nuzulul Quran, sementara sisanya sebanyak 736 orang menerima penyaluran pada kegiatan hari ini.

“Tugas utama kami adalah menghimpun zakat, infak, dan sedekah, lalu memastikannya sampai ke tangan yang berhak. Kami berharap bantuan ini dapat membawa kebahagiaan bagi para mustahik di bulan suci ini. Kami juga mohon doa kepada bapak, ibu sekalian, sehingga para muzakki dan Bapak Wali Kota diberikan kesehatan, rejeki dan keselamatan, sukses di dunia dan akhirat,” tandas Ketua BAZNAS.

Acara kemudian turut dihadiri oleh Kabag Log Polres Kompol. Enda Iwan Iskandar Tarigan, Kakan Kemenag H Muhammad David Saragih, Kabag Kesra Setdako Azanul Akbar Lubis, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, jajaran Komisioner BAZNAS Kota Tebingtinggi, Ketua MUI HM Ghazali Saragih, Ketua DMI Ustadz H Yusnul Adhary, masyarakat penerima bantuan dan tim peliputan Diskominfo. (mag-3/azw)

Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel-Madina, Polda Sumut Tetapkan dua Tersangka

DAMPINGI: Direskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rahmad Budi Handoko didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan. Istimewa/Sumut Pos
DAMPINGI: Direskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rahmad Budi Handoko didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Direktorat (Dit) Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) menetapkan dua tersangka dari 12 penambang emas ilegal yang diamankan dari lokasi di pinggiran Sungai Batanggadis, Kecamatan Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuliselatan (Tapsel), perbatasan Kabupaten Mandailingnatal (Madina).

Direskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rahmad Budi Handoko mengatakan, kedua tersangka memiliki peran berbeda. Keduanya adalah, AB (58), warga Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dan AD (46), warga Kabupaten Madina.

“Tersangka AB sebagai operator beko (excavator) dan AD tukang dulang (emas),” jelas Rahmad didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, Kamis (12/3) malam.

Menjawab wartawan, Rahmad Budi mengakui bisa saja tersangka bertambah, karena penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga perusahaan ‘raksasa’ yang diduga terlibat dalam praktik tambang tersebut.

“Bisa saja (tersangka bertambah). Kita lihat nanti hasil pemeriksaannya, karena dari 12 yang diperiksa baru dua dinaikkan status jadi tersangka dan penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga perusahaan penyewa beko.

Ia menambahkan, tiga perusahaan itu sebagai penyewa alat berat (Axcavator), ya tentu mereka tahu siapa yang menyewa alat berat mereka itu. Tapi yang jelas, penambangan emas illegal itu diketahui masih perseorangan bukan perusahaan,” jelasnya.

Adapun, tiga perusahaan yang akan diperiksa itu adalah, PT Hexindo, PT Sany dan PT Zoomlion. Barang bukti yang disita dari lokasi tambang telah diamankan di Markas Brimob Batalyon C Sipirok, Kabupaten Tapsel, antara lain 12 unit axcavator, 2 mesin genset, 4 mesin penyedap air, satu fice starling, 6 alat dulang mas dan lain-lain.

Budi memastikan proses penyidikan akan tuntas sampai diketahui siapa-siapa lagi yang terlibat dalam pertambangan emas illegal tersebut. “Kita akan memanggil saksi ahli, baik dari BKSDA, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan dan kementerian Minerba karena lokasi tambang ems illegal itu berada diwilayah hutan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim gabungan Ditreskrimsus Polda Sumut bersama Satuan Brimob menggerebek praktik penambangan emas ilegal di kawasan aliran sungai Batang Gadis Kecamatan Tano Tombangan Kabupaten Tapsel berbatasan dengan Madina pada Senin (2/3).  Pertambangan emas illegal itu diketahui atas informasi dari masyarakat yang kemudian Tim Brimob Poldasu dan Ditreskrimsus turun ke lokasi.

Sebanyak 12 unit excavator diamankan di lokasi tambang, 2 di jalan menuju pertambangan dan 17 orang pekerja. Ditaksir penambangan emas ilegal itu mampu meraup hasil kejahatan sekitar Rp1,5 miliar setiap hari.

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan menyebutkan, hasil penyelidikan sementara, aktivitas penambangan sudah beroperasi sekitar 2 atau 3 bulan. (dwi/azw)

Wesly Silalahi Dukung Kegiatan Bazar Ramadan

BAZAR: Pelaksanaan Bazar Ramadan yang digelar di Lapangan H Adam Malik, Pematangsiantar, Jumat (13/2). 
BAZAR: Pelaksanaan Bazar Ramadan yang digelar di Lapangan H Adam Malik, Pematangsiantar, Jumat (13/2). 

SIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan bersama Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana SSos MMAS MHan, menghadiri Pembukaan Bazar Ramadan Serentak di seluruh wilayah teritorial Indonesia, secara virtual.

Wesly yang diwakili Zainal mengikuti Pembukaan Bazar Ramadan dari Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka Pematangsiantar, Jumat (13/2).

Pembukaan Bazar Ramadan terpusat di Mabes TNI, dan diresmikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Dalam kegiatan ini, Kodim 0207/Simalungun menggelar kegiatan Bazar Murah di halaman Lapangan Parkir Pariwisata.

Zainal menyampaikan Bazar Ramadan yang diselenggarakan TNI bukan sekadar kegiatan ekonomi atau aktivitas jual beli. Tetapi juga menjadi ruang kebersamaan serta sarana mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Bazar Ramadan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana harga kebutuhan pokok biasanya mengalami peningkatan. Dengan adanya bazar ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Selain membantu masyarakat, kata Zainal, kegiatan tersebut juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sebelumnya, Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan Wakaster TNI Mayjen TNI Suhardi, menyampaikan kegiatan Bazar Ramadhan merupakan bentuk kepedulian TNI kepada prajurit, PNS TNI, maupun masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memeroleh berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Sekaligus mendorong kecintaan terhadap produk dalam negeri serta meningkatkan kesejahteraan bersama.

Selain itu, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, di antaranya Perum Bulog, Bapanas, serta para pelaku UMKM yang turut berpartisipasi menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat.

Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus mengatakan, kegiatan Bazar Ramadhan bertujuan membantu masyarakat memeroleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Ia juga menuturkan, selain membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga murah, kegiatan ini bertujuan mendorong perekonomian masyarakat.

“Tujuan utama tentu untuk membantu masyarakat menyediakan barang-barang murah menjelang Lebaran,” katanya.

Lebih lanjut Gede Agus mengatakan, kegiatan bazar juga diharapkan dapat membantu menekan laju inflasi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dipengaruhi situasi politik global maupun nasional. (pra/azw)

Antisipasi Aksi Kejahatan Jelang Lebaran, DPRD Dorong Polisi Maksimalkan Patroli

Anggota DPRD Medan, Fauzi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Fauzi, mendorong pihak kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan di pusat-pusat keramaian. Langkah ini dianggap penting untuk mengantisipasi potensi kejahatan seperti pencurian, begal, hingga peredaran uang palsu (upal).

“Setiap hari besar keagamaan pasti angka kriminal meningkat. Hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Situasi ini harus diantisipasi, dan patroli perlu dimaksimalkan,” ujar Fauzi, Rabu (11/3/2026).

Fauzi menyoroti maraknya peredaran upal yang biasanya terjadi menjelang Lebaran, terutama di pasar-pasar tradisional. Ia mengimbau masyarakat, baik pembeli maupun penjual, selalu waspada dan memastikan keaslian uang yang diterima.

Selain itu, politisi yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan ini menekankan pentingnya keberadaan polisi di sekitar pusat perbelanjaan. “Dengan polisi di lokasi ramai, masyarakat bisa segera melapor jika menjadi korban kejahatan. Penanganannya pun bisa cepat, dan pelaku dapat ditindak,” jelas Fauzi.

Tak hanya itu, Fauzi juga mengingatkan potensi aksi teror yang kerap memanfaatkan keramaian. Kehadiran aparat di pusat perbelanjaan, menurutnya, dapat meredam kepanikan masyarakat dan mencegah penyebaran hoaks terkait aksi teror.

Fauzi optimis Polda Sumut dan Polrestabes Medan mampu menjaga situasi tetap kondusif saat Lebaran, namun menekankan bahwa keamanan juga membutuhkan peran aktif masyarakat. “Mari bersama-sama waspada dan peduli ketika melihat atau mengetahui adanya kejahatan,” pungkasnya. (map/ila)

Jelang Idul Fitri 1447H, Kios Kue Kering di Pasar Petisah Diserbu Pembeli

DISERBU PEMBELI: Salah satu kios pedagang kue kering di lantas dasar Pasar Petisah, diserbu pembeli.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
DISERBU PEMBELI: Salah satu kios pedagang kue kering di lantas dasar Pasar Petisah, diserbu pembeli.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447H, Pasar Petisah di Kota Medan dipenuhi pembeli yang membanjiri kios-kios penjual kue kering.

Pantauan Sumut Pos di lantai dasar pasar, Kamis (12/3/2026), para pembeli tampak antusias memilih aneka kue kering favorit untuk persiapan Lebaran.

Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan, membenarkan lonjakan pengunjung ini. Menurutnya, peningkatan jumlah pembeli sudah terlihat sejak pertengahan Bulan Ramadan 1447H, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga menjelang Idul Fitri.

“Pasar Petisah selalu menjadi tujuan utama masyarakat Kota Medan dan sekitarnya untuk membeli kue kering. Salah satu kelebihan pedagang di sini adalah memberikan kue tester, sehingga pembeli bisa mencicipi sebelum membeli, serta stok kue yang selalu tersedia untuk dibawa pulang,” jelas Anggia.

Tidak hanya kue kering, kios-kios pasar basah juga mengalami peningkatan pembeli selama Ramadan, terutama menjelang Lebaran. PUD Pasar Kota Medan berencana menata pasar tradisional lebih baik, sesuai arahan Wali Kota Medan, untuk menjaga Pasar Petisah tetap menjadi pusat belanja favorit masyarakat.

“Perbaikan tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga manajemen dan pelayanan. Tujuannya agar pasar tradisional tetap diminati meskipun ada persaingan dengan pedagang online,” pungkas Anggia.

Dengan ramainya pengunjung ini, suasana Pasar Petisah semakin hidup dan menjadi salah satu indikator tradisi belanja Lebaran yang tetap lestari di Kota Medan. (map/ila)