Home Blog Page 1013

Peringati HUT ke-4 dan Hari Sumpah Pemuda, Partai Gelora Medan Ziarah ke Makam Pahlawan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia Kota Medan memperingati Hari Sumpah Pemuda 2023 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gelora ke-4, dengan berziarah di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (28/10).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara dan Pimpinan Ziarah adalah Ketua DPD Partai Gelora Kota Medan, Muhammad Nasir. Adapun Sekretaris Sudarma Emdi bertindak sebagai Perwira Upacara.

Ketua Panitia Acara HUT Gelora dan Sumpah Pemuda, Ismail Harun Sanjaya ST MM menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk syukur Partai Gelora Indonesia di Hari Sumpah Pemuda ini karena bertepatan juga HUT Partai Gelora ke-4.

“Partai Gelora berdiri bertepatan di momentum Sumpah Pemuda. Kegiatan ini demi mengingat sejarah masa lalu, refleksi masa kini, serta untuk jadi semangat dalam menyongsong masa depan,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Kota Medan itu.

Caleg DPRD Kota Medan Dapil 5 ini juga menjelaskan, kegiatan ini dihadiri kader dan fungsionaris DPD Partai Gelora Indonesia Kota Medan, DPC Partai Gelora Indonesia se Kota Medan serta Caleg DPRD se Kota Medan. “Ini juga saat silaturahim yang tepat antar kader untuk menyongsong kemenangan di 2024,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Muhammad Nasir mengungkapkan, dengan mengingat para pahlawan, para kader diharapkan bisa melanjutkan perjuangan. “Visi Gelora menjadikan Indonesia negara superpower dunia merupakan area perjuangan kita setelah para pemuda pahlawan kita berjuang dan mempertahankan kemerdekaan,” ujar Nasir yang juga merupakan Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara Dapil Sumut 1.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gelora, Sudarma Emdi mengungkapkan, peringatan HUT Gelora ini menjadikan suntikan semangat menjelang awal November dimana akan diputuskan Daftar Caleg Tetap oleh KPU.

“Insya Allah Hari Ulang Tahun ini menjadi titik tolak kemenangan di Pemilu 2024 dimana target Partai Gelora 15 kursi paling minimal satu fraksi di DPRD Kota Medan,” ujar Caleg Dapil 4 itu.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 8 pagi diawali dengan upacara lalu kemudian berziarah ke makam para pahlawan diawali ke makam Alm Gubernur Sumut Periode 1966-1977, Mayjend H Marah Halim Harahap. (adz)

Ganjar Dorong Brand Nasional Tembus Pasar Global

PENYUMBANG DEVISA: Calon presiden Ganjar Pranowo menyambangi pabrik PT Kedawung Setia Industrial di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (14/10). (Foto: Tim Media Ganjar Pranowo)

SUMUTPOS.CO – CALON presiden (bacapres) Ganjar Pranowo konsisten melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam lawatannya ke sejumlah perusahaan, Ganjar berdiskusi tentang kemudahaan investasi dan kemajuan dunia industri.

Selama berada di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (14/10), Ganjar menyambangi PT Maspion, perusahaan yang memproduksi peralatan rumah tangga. Kemudian dilanjutkan ke PT Kedawung Setia Industrial, yang juga memproduksi peralatan rumah tangga dengan desain tradisional. Perjalanan dilanjutkan ke PT Santos Jaya Abadi, yang dikenal dengan produk Kopi Kapal Api.

Ganjar mengaku bangga dengan sejumlah perusahaan tersebut karena mampu mengangkat citra produk lokal di mata internasional. Buktinya, perusahaan-perusahaan tersebut sudah melakukan ekspor produknya ke sejumlah negara.”Ternyata banyak perusahaan lokal yang berkembang baik. Produk mereka bisa tembus sampai ke pasar internasional,” ungkapnya.

Dari diskusi dengan para direksi, diketahui bahwa berbagai produk dari perusahaan di Surabaya dan sekitarnya tersebut telah dipasarkan hingga Eropa dan Amerika.”Peralatan rumah tangga produk PT Maspion misalnya, telah berkembang baik dari waktu ke waktu, hingga menembus pasar Eropa dan Amerika Serikat,” terangnya.

Begitu pula dengan peralatan rumah tangga desain tradisional yang diproduksi PT Kedawung Setia Industrial juga telah mampu dipasarkan hingga ke mancanegara.”Untuk Kopi Kapal Api juga sudah diakui dunia. Bahkan terbaik nomor tiga sedunia. Tentu ini prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia,” ungkapnya.

Mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu menambahkan, kedepan dirinya akan terus mendorong pemerintah untuk hadir memberikan perhatian kepada perusahaan lokal nasional agar terus berkembang.“Ini yang mesti mendapatkan dukungan dan dorongan agar kemudian roda usahanya tetap berjalan berkesinambungan,” tandasnya.

Selama menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah pada 2013-2023, Ganjar Pranowo juga terlihat berkomitmen mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah. Salah satu terobosan Ganjar adalah hetero space di Semarang, Surakarta, dan Banyumas. Lewat kreatif hub itu, Ganjar menjawab berbagai kebutuhan UMKM.

“UMKM bisa belajar pembukuan, packaging, branding, bahkan ketika dia mau mempromokan produknya itu, dia harus belajar fotografi kita fasilitasi. Lalu kemudian modalnya juga,” kata Ganjar.

Berkat upaya Ganjar tersebut, UMKM Jateng bisa meroket hingga level internasional. Bahkan beberapa produk UMKM terbaik difasilitasi kesempatan mengekspor produknya ke Singapura, Jepang, hingga Eropa. Hasilnya hingga triwulan pertama 2023, nilai ekspor Jateng mencapai USD 2,5 miliar, dan membuat Jateng surplus USD 708 juta.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan perusahaan lokal nasional memang harus mendapat perhatian agar terus berkembang.

“Jadi langkah yang diambil untuk menggenjot ekspor produk jadi manufaktur perlu diapresiasi Terlebih belakangan kinerja ekspor di tanah air mengalami penurunan seiring dengan melemahnya harga komoditas” kata Gunawan kemarin (29/10/23).

Gunawan mengatakan, Indonesia masih kalah oleh China dalam menghasilkan produk barang yang memilki nilai tambah tinggi. Karenanya dia berharap capres yang maju memiliki program untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan di tanah air. (wir/Ika)

Agar Ketentraman dan Ketertiban Umum Terjaga, Warga Minta Pemko Perbaiki LPJU

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat Ishaq Abrar Mustafa Tarigan saat sosialisasi produk hukum daerah Kota Medan Perda Nomor 10/2021 di Medan Deli, Sabtu (28/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Medan Deli berharap, Pemko Medan segera memfasilitasi lampu penerangan jalan umum (LPJU), agar masyarakat merasa nyaman saat beraktivitas pada malam hari. Hal ini disampaikan masyarakat saat sosialisasi produk hukum daerah Perda Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum yang dilaksanakan Anggota DPRD Medan Ishaq Abrar Mustafa Tarigan di Jalan Mangaan 1 Kelurahan Tanjung Mulia dan Jalan RPH Kelurahan Mabar, Medan Deli, Sabtu (28/10/2023) dan Minggu (29/10/2023).

“Kami mengharapkan agar penerangan jalan di Gang Santri dan Gang Keluarga dapat direalisasikan, agar ketertiban dan ketentraman umum dapat dirasakan masyarakat dengan baik,” kata Samiran, warga Jalan Wonogiri Gang Santri.

Menyahuti aspirasi masyarakat ini, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan mengaku, akan segera meminta Pemko Medan memperbaiki lampu penerangan jalan umum di sana. Diakuinya, lampu penerangan jalan umum sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas pada malam hari. “Kita minta peran serta dari pihak kepolisian juga, agar rutin melakukan patroli, guna mencegah aksi begal, agar situasi kondusif dapat tercipta,” ujarnya.

Sebelumnya, Abrar menyebutkan, sejak Perda tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum ini disahkan, dampaknya snagat signifikan terhadap pengelolaan keamanan Kota Medan. Perda ini menjadi pedoman dalam menindak setiap kegiatan yang menganggu ketentraman dan ketertiban umum. Sebagai kota besar, segala aktivitas masyarakat Kota Medan harus diatur, baik secara individu maupun kelompok.

“Setiap orang atau badan memiliki hak yang sama untuk merasakan dan menikmati ketentraman dan ketertiban umum, yang bebas dari segala bentuk gangguan dan hambatan,” ujar politisi muda Partai Demokrat ini.

Disebutkannya, Perda tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum ini meliputi tertib jalan, lalu lintas dan angkutan jalan. Tertib jalur hijau, taman dan tempat umum, tertib sungai, situ/danau selokan dan waduk. Termasuk tertib bangunan, tertib pemilik dan penghuni bangunan, tertib usaha pariwisata, tertib tempat usaha dan usaha tertentu, tertib kesehatan, tertib kependudukan serta tertib sosial.

Namun dia menegaskan, Perda ini jangan dijadikan alat kekuasaan oleh Wali Kota Medan untuk menggusur pedagang kaki lima secara sewenang-wenang. “Karena pedagang itu butuh pembinaan. Jangan mereka digusur begitu saja, harus dilakukan pendekatan secara persuasif untuk mencari solusi, sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta Pemko Medan mengakomodir hak-hak masyarakat dalam mendapatkan ketentraman dan ketertiban umum, seperti mendapatkan rasa aman dan nyaman serta mendapatkan fasilitas publik. “Sebab, masih banyak permasalahan terkait gangguan ketentraman dan ketertiban di Kota Medan, seperti banyaknya penyalahgunaan fasilitas umum, banyaknya timbunan material bangunan yang diletakkan di pinggir jalan, berubahnya fungsi sungai, penempatan papan-papan reklame dan bilboard yang tidak sesuai dengan pemanfataan tata ruang dan menjamurnya PKL akibat tidak tersedianya lokasi yang strategis,” pungkasnya. (adz)

Dukung Penanganan Stunting, DPRD Medan Dorong Pemko Tambah PMT untuk Balita

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penanganan stunting merupakan salah satu program penting dari Pemerintah Pusat yang harus dijalankan setiap pemerintah daerah, termasuk Pemko Medan. Untuk itu, setiap perangkat daerah di Pemko Medan diminta untuk berfokus dalam menekan angka stunting sebagai upaya mendukung keseriusan Wali Kota Medan, Bobby Nasution terkait hal itu.

Adapun salah satu upaya yang dimaksud adalah dengan menambah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting. Sebab, PMT merupakan program intervensi bagi balita yang menderita kurang gizi yang tujuannya untuk meningkatkan status gizi serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar terciptanya kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah, Perda Kota Medan No.6 Tahun 2009 tentang Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, dan Balita (KIBBLA) di Jalan H. Adam Malik Gg Rela, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (29/10/2023) sore.

“Alhamdulillah keseriusan Pak Bobby Nasution dalam menekan angka stunting di Kota Medan berbuah manis, sebab angka stunting di Medan terus menurun. Upaya ini harus terus ditingkatkan agar angka stunting di Medan bisa semakin rendah, salah satunya dengan menambah PMT bagi balita stunting,” ucap Robi.

Dikatakan Robi Barus dalam kesempatan yang turut dihadiri Camat Medan Barat, T. Roby Chairi itu, sejatinya kesehatan ibu dan anak juga merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah kota. Untuk itu, Pemko Medan sedang giat-giatnya melakukan upaya-upaya penanganan stunting secara masif.

“Kemudian adanya program UHC yang disiapkan Pemko Medan juga membuat warga yang ingin melahirkan dapat bersalin secara gratis, baik di faskes ataupun RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tentu kebijakan Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution ini patut kita apresiasi,” ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang warga yang bertugas sebagai petugas di salah satu Posyandu di Kelurahan Silalas, Anisa meminta Robi Barus untuk berkomunikasi dengan Pemko Medan terkait penambahan PMT di posyandu.

“Total di Silalas ini ada sembilan Posyandu pak, dan kami mohon agar setiap posyandu ditambah lah pak ketersediaan PMT untuk balita,” katanya.

Pasalnya, wanita paruh baya tersebut menyebutkan, saat ini posyandu kerap kali kekurangan PMT. Akibatnya, setiap kali balita datang ke Posyandu, hanya sebagian anak balita yang mendapatkannya.

“Kasihan anak-anaknya pak, banyak yang nggak dapat PMT karena stoknya terbatas. Tolong ditambah lah pak, supaya semua anak yang datang ke Posyandu bisa dapat PMT,” pintanya.

Pada kesempatan itu, sejumlah warga yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasinya kepada Robi Barus. Diataranya masalah penerangan jalan, masalah kesehatan, dan lain sebagainya. Mendengar keluhan warga, Robi pun mengaku akan menindaklanjutinya dengan berkoordinasi kepada pihak terkait.

Diakhir kegiatan, Robi Barus tampak membagikan souvenir secara simbolik kepada warga yang hadir. (map)

Penanganan Stunting, DPRD Medan Minta Pemko Tambah PMT untuk Balita

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penanganan stunting merupakan salah satu program penting dari Pemerintah Pusat yang harus dijalankan setiap pemerintah daerah, termasuk Pemko Medan. Untuk itu, setiap perangkat daerah di Pemko Medan diminta untuk berfokus dalam menekan angka stunting sebagai upaya mendukung keseriusan Wali Kota Medan, Bobby Nasution terkait hal itu.

Adapun salah satu upaya yang dimaksud adalah dengan menambah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting. Sebab, PMT merupakan program intervensi bagi balita yang menderita kurang gizi yang tujuannya untuk meningkatkan status gizi serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar terciptanya kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus SE MAP saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah, Perda Kota Medan No.6 Tahun 2009 tentang Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, dan Balita (KIBBLA) di Jalan H. Adam Malik Gg Rela, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (29/10/2023) sore.

“Alhamdulillah keseriusan Pak Bobby Nasution dalam menekan angka stunting di Kota Medan berbuah manis, sebab angka stunting di Medan terus menurun. Upaya ini harus terus ditingkatkan agar angka stunting di Medan bisa semakin rendah, salah satunya dengan menambah PMT bagi balita stunting,” ucap Robi.

Dikatakan Robi Barus dalam kesempatan yang turut dihadiri Camat Medan Barat, T. Roby Chairi itu, sejatinya kesehatan ibu dan anak juga merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah kota. Untuk itu, Pemko Medan sedang giat-giatnya melakukan upaya-upaya penanganan stunting secara masif.

“Kemudian adanya program UHC yang disiapkan Pemko Medan juga membuat warga yang ingin melahirkan dapat bersalin secara gratis, baik di faskes ataupun RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tentu kebijakan Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution ini patut kita apresiasi,” ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang warga yang bertugas sebagai petugas di salah satu Posyandu di Kelurahan Silalas, Anisa meminta Robi Barus untuk berkomunikasi dengan Pemko Medan terkait penambahan PMT di posyandu.

“Total di Silalas ini ada sembilan Posyandu pak, dan kami mohon agar setiap posyandu ditambah lah pak ketersediaan PMT untuk balita,” katanya.

Pasalnya, wanita paruh baya tersebut menyebutkan, saat ini posyandu kerap kali kekurangan PMT. Akibatnya, setiap kali balita datang ke Posyandu, hanya sebagian anak balita yang mendapatkannya.

“Kasihan anak-anaknya pak, banyak yang nggak dapat PMT karena stoknya terbatas. Tolong ditambah lah pak, supaya semua anak yang datang ke Posyandu bisa dapat PMT,” pintanya.

Pada kesempatan itu, sejumlah warga yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasinya kepada Robi Barus. Diantaranya masalah penerangan jalan, masalah kesehatan, dan lain sebagainya. Mendengar keluhan warga, Robi pun mengaku akan menindaklanjutinya dengan berkoordinasi kepada pihak terkait. (map)

Dukung Kemajuan Wirausaha Indonesia, bank bjb Gelar Young Entrepreneur Success Zone (YEZ) 3.0

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mendukung kemajuan wirausaha muda di Indonesia, bank bjb menggelar Young Entrepreneur Success Zone (YEZ) 3.0. Event ini sebagai bagian dari program scale up bisnis untuk para pengusaha muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Young Entrepreneur Success Zone by bank bjb 2023, merupakan event yang berjalan ke-tiga kalinya, sebagai salah satu program yang dipersembahkan bank bjb juga dalam mendukung program pemerintah.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, Young Entrepreneur Success Zone 3.0 by bank bjb ikut serta mendukung perubahan positif dalam pertumbuhan dan pemulihan ekonomi daerah.

“Melalui ajang kompetisi ide bisnis dan seminar para pengusaha muda, menghadirkan para narasumber yang dapat memberikan pengetahuan, masukan juga motivasi agar generasi muda lebih bisa berinovasi dalam membangun bisnisnya,” ucap Widi.

YEZ 3.0 by bank bjb 2023 terdiri dari beberapa tahap, mulai dai Internal Selection hingga City Selection yang akan berlangsung di 2 kota besar (Jakarta & Bandung). Adapun Grand Final YEZ yang akan di gelar di Kota Bandung tanggal 9 November 2023.

Disampaikan Widi, dalam event ini, bank bjb ingin mencari bakat dari pengusaha muda melalui sebuah pagelaran kompetisi ide bisnis ala generasi muda yang akan memperebutkan hadiah dengan total 230 juta rupiah.

Nah, bagi pengusaha muda yang ingin ikut serta, daftar secara online dengan mengisi form pendaftaran yang ada di official website bank bjb infobjb.id/yez atau yang berada di instagram @yez.official.

Syarat lainnya, pemilik usaha berusia 18 – 45 Tahun berbentuk Perseorangan/CV/PT, bisnis sudah berjalan minimal 1 Tahun, minimal Omzet 50 juta per bulan. Kemudian, usaha yang di daftarkan bukan merupakan anggota sebuah produk franchise attau reseller.

“Peserta mengisi form pendaftaran dengan menyiapkan Company Profile maks 10 slides yang berisi background bisnis, keterangan pemilik, laporan keuangan, dan segmentasi pasar dengan melampirkan legalitas usaha,” ucap Widi.

Adapun kategori bisnis yang dapat diikutsertakan yaitu kategori Food & Beverages, Fashion & Handcraft (Kriya). Bisnis yang diusulkan berlaku untuk perencanaan pengembangan usaha (up scale bisnis). Keikutsertaan tidak berlaku bagi 3 besar YEZ by bank bjb tahun 2021 & 2022.

Para peserta, bersedia mengikuti seluruh syarat dan ketentuan daripenyelenggara dan tidak pernah terjerat kasus hukum, baik pidana maupun perdata.
Tahapan kompetisi dimulai dari 18-30 Oktober.

Kemudian pengumuman Hasil Online Selection melalui instagram resmi YEZ pada 2 November 2023. City Selection Jakarta dilaksanakan 6 November 2023. Peserta diharuskan melakukan posting video terkait keikutsertaan YEZ 3.0 pada periode 6-8 November 2023.

Para pengusaha muda juga dapat mengikuti podYEZ untuk meningkatkan pengetahuan dan skill bisnis. podYEZ akan menghadirkan pembicara terbaik di bidang bisnis anak muda.

Syarat untuk ikut podYEZ juga mudah, cukup download Digicash by bank bjb di Play Store dan App Store kemudian daftar secara online dengan mengisi form di infobjb.id/yez atau melalui instagram @yez.official. Selamjutnya peserta melakukan scan QRIS bank bjb senilai Rp. 33.373,- dilokasi kegiatan.

Yuk, ikuti YEZ 3.0 bank bjb, biar bisnis kamu makin berkembang pesat dan dapat dukungan pembiayaan dari bank bjb. Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui whatsAp nomor 0821-81111-004 dan jangan lupa follow lnstagram : @yez.official dan @bankbjb. (rel/sih)

Resmikan Gedung Belajar, Disdik Deliserdang Apresiasi PAUD Generasi Amanah Desa Sampali

Korwilcam Percut Sei Tuan, Dinas Pendidikan Deliserdang Kosmaida Samosir MPd bersama Ketua PAUD Generasi Amanah Arie Dwi Ningsih MPd pada peresmian gedung PAUD, Jumat (27/10/2023).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sarana belajar yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab semua pihak, agar anak dapat memperoleh pendidikan yang baik. Karenanya, Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang sangat mengapresiasi PAUD Generasi Amanah Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang telah membangun gedung belajar yang nyaman.

“PAUD Generasi Amanah selama ini berperan sangat aktif mendidik anak usia dini, sehingga anak-anak menjadi generasi yang cerdas, unggul dan kreatif,” kata Korwilcam Percut Sei Tuan, Dinas Pendidikan Deliserdang, Kosmaida Samosir MPd saat meresmikan gedung belajar PAUD Generasi Amanah, Jumat (27/10/2023).

Sementara, Ketua PAUD Generasi Amanah yang juga merupakan Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpay) Kabupaten Deliserdang, Arie Dwi Ningsih MPd menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi anak usia dini.

“Usia dini sebagai “golden age” masa pertumbuhan anak, harus dipastikan mereka mendapatkan pendidikan, pengasuhan dan stimulasi yang baik untuk persiapan mereka di masa depan yang gemilang,” ujar Arie Dwi Ningsih.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Penilik PAUD Kecamatan Percut Sei Tuan Maknajir Simatupang MPd, Ketua Himpaudi Percut Sei Tuan M Ricky Ramadhan SPdI, tokoh masyarakat, serta orang tua murid. (adz)

KADIN Sumut Sosialisasikan Peluang dan Tantangan Era Digital kepada Pelajar

WKU KADIN Sumut Indra Prawira ST MM (tengah) dan Kepala Sekolah SMAN 2 Lubukpakam, Deliserdang, Sari Manurung MPd (pakaian batik, kanan), bersama peserta kegiatan Literasi Digital baru-baru ini (26/10).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Dalam rangkaian kegiatan Digital Literacy Campaign dan Gerakan Indonesia Makin Cakap Digital, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumut menggelar kegiatan Literasi Digital di SMAN 2 LubukPakam, Kabupaten Deliserdang, Kamis (26/10/2023). Kegiatan dengan tema “Welcoming Gen Alpha : Change and Challenge in Digital Era” tersebut merupakan kolaborasi dengan Kementerian Kominfo Republik Indonesia dan Dinas Pendidikan Sumut.

Ketua Umum KADIN Sumut Firsal Ferial Mutyara, yang diwakili Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Indra Prawira menjelaskan, tujuan dilaksanakannya program tersebut adalah untuk memberikan wawasan sejak dini pada para pelajar tentang peluang dan tantangan di era digital, terutama di dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja.

“Di era digital bukan hanya kecakapan atau kemampuan digital yang penting. Hal yang tak kalah penting lainnya seperti budaya digital yang positif dan produktif, etika digital yang beradab, juga kewaspadaan terhadap keamanan digital”, jelas Indra Prawira yang juga merupakan Ketua Tim Literasi Digital Sumatera Utara.

Kegiatan ini dibuka oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI Semuel A Pengerapan secara daring. Dalam sambutannya, Semuel mengingatkan, seiring bertambahnya pengguna teknologi digital, ada berbagai risiko muncul seperti penipuan online, hoax, cyber bullying, dan konten negatif lainnya.

“Hal ini harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas literasi digital yang mumpuni, agar pelajar dan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak dan tepat guna,” tegas Semuel.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumatera Utara M Basir S Hasibuan MPd, Dosen UIN Bandung Cecep Nur Alam ST MT, serta influencer Vean Mardhika. Kegiatan diikuti sekitar 1.200 pelajar SMAN 2 Lubukpakam, Deliserdang secara luring dan lebih dari 30.000 pelajar SMA secara daring di Kabupaten Delserdang, Langkat, dan Kota Binjai. (adz)

Mahasiswa Internasional Berlomba di UMSU pada Festival Bulan Bahasa dan Kebudayaan

INTERNASIONAL: Mahasiswa internasional mengikuti lomba dengan menggunakan Bahasa Indonesia di UMSU.ISTIMEWA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEJUMLAH mahasiswa internasional dari Amerika, Nowergia, Kolombia Jepang, Cina, Thailand, Kamboja hingga Malaysia antusias mengikuti lomba dengan menggunakan Bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Kapten M Basri, Medan, Sabtu (28/10).

Lomba yang diselenggarakan Lembaga Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMSU itu bagian dari festival bulan bahasa dan kebudayaan internasional. Festival bertema ‘Merangkul Keberagamaan melalui Pelestarian Bahasa dan Cagar Budaya’ bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Ketua BIPA UMSU Dr Muhammad Arifin MPd mengatakan kegiatan ini dalam rangka memperingati bulan bahasa dan Sumpah Pemuda. Mahasiswa asing di UMSU mendapatkan apresiasi dari Balai Bahasa Sumatera Utara. ”Alhamdulillah, mahasiswa asing di UMSU juga pernah diundang menjadi pengisi acara dan mengikuti ujian UKBI,” ujarnya.

Sekretaris BIPA UMSU Dr Cut Novita Srikandi MHum menyanpaikan bahwa kegiatan ini melibatkan mahasiswa asing se-kota Medan. ”Kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk menjelajahi kebudayaan global,” kata Dr Cut Novita Srikandi MHum.

Peserta asal Colombia, Sara Henao sangat gembira bisa mengikuti lomba nyanyi berbahasa Indonesia yakni lagu Sempurna milik Andra ‘n The Backbone.

”Saya sangat senang bisa bernyanyi, tapi tadi sempat nervous saat tampil di atas panggung,” kata Sara yang sudah 12 tahun di Indonesia dan menyukai rendang.

Festival diisi dengan seminar kebahasaan dan kebudayaan yang dibawakan oleh dua pemateri yaitu Prof Wan Syaifuddin MA PhD (Pentingnya Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) dan Dr Andi Wate Polili MHum (Kiat Belajar BIPA yang Mudah dan Menyenangkan).

Kemudian dilanjutkan ragam perlombaan kebahasaan dan budaya. Ada lomba menyanyi lagu Bahasa Indonesia, pantun dan puisi. Selain itu, setiap mahasiswa internasional UMSU turut mempersembahkan parade kebudayaan dan menyanyikan lagu dari negara asal mereka.

Festival ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dari setiap kategori dan penampilan dari mahasiswa asal Kamboja dan Thailand. (dmp)

Capai Rp24 Miliar, Komisi III Dorong Pemko Kejar Potensi PPJ Hingga Rp40 Miliar Perbulan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution SH MH, menyebutkan bahwa upaya pihaknya di DPRD Kota Medan dalam mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus membuahkan hasil yang lebih baik. Salah satunya dari sektor Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution SH MH saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.16 Tahun 2011 tentang Pajak Penerangan Jalan di Jalan Pendidikan, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (28/10/2023) sore.

“Kita hitung pada saat itu, dan Alhamdulillah saat ini kita (Pemko Medan) bisa mendapatkan PAD dari Pajak Penerangan Jalan hingga Rp24 miliar perbulan,” ucap Mulia dalam kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Polonia, Kelurahan Polonia Kelana, dan Dinas SDABMBK Kota Medan tersebut.

Namun, jelas politisi Partai Gerindra itu, capaian PAD dari sektor PPJ senilai Rp24 miliar perbulan tersebut belum membuat pihaknya berpuas hati. Sebab seharusnya, nilai potensi PAD dari sektor PPJ perbulan melebihi angka tersebut.

“Untuk itu sekarang kita kejar PLN, kita minta datanya, karena semua warga Kota Medan pengguna listrik PLN pasti kena pajak (penerangan jalan). Sementara saat ini masih ada sekitar 30 persen data PLN terkait warga Kota Medan pelanggan PLN yang belum diberikan ke kita, ini menjadi ‘permainan’ lama. Maka ini kita kejar, masalah PPJ ini, untuk meningkatkan PAD Kota Medan,” ujarnya.

Bila semua data tersebut telah rampung dan diterima, maka pihaknya meyakini bahwa PAD Kota Medan dari sektor PPJ akan dapat meningkat secara signifikan, yakni mencapai Rp30 hingga Rp40 Miliar.

“Dan kita yakini dalam satu bulan itu, potensi PAD dari sektor PPJ bisa diangka Rp30 Miliar hingga Rp40 Miliar,” katanya.

Dijelaskan Mulia, capaian PAD Kota Medan dari sektor PPJ senilai Rp24 miliar perbulan tersebut mendapatkan pujian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat KPK melakukan kunjungannya ke Kota Medan baru-baru ini.

“KPK salut, karena (Kota Medan) satu-satunya yang paling besar mendapatkan pajak retribusi di kabupaten/kota, itu hanya di Kota Medan. Kota Bandung saja (PAD PPJ) hanya sekitar Rp3 Miliar sampai Rp4 Miliar. Dan kita akan terus membantu menghitung dan mengawal berapa pajak yang harus dibayar PLN ke Kota Medan,” jelasnya.

Yang menjadi masalah hingga saat ini, sambung Mulia, masih banyak lampu-lampu jalan di Kota Medan yang tidak menyala meskipun masyarakat telah membayar PPJ lewat tagihan listrik ataupun token listrik yang dibelinya.

“Dan ini terus kita koordinasikan. Alhamdulillah sebagai contoh, baru-baru ini puluhan titik lampu jalan telah dipasang di Kelurahan Polonia,” sambungnya.

Mulia menegaskan, saat ini pihaknya di DPRD Kota Medan dan Pemko Medan hanya ingin memastikan bahwa semua pajak yang dibayarkan masyarakat harus dikembalikan untuk kepentingan masyarakat melalui program-program yang ada.

“Sebab pajak yang dibayarkan harus dapat dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya.

Pantauan Sumut Pos, kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh warga untuk menyampaikan berbagai keluhannya, mulai dari masalah bantuan sosial, bantuan pendidikan, dan berbagai aspirasi lainnya.

Menanggapi hal itu, Mulia pun mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkai. Selanjutnya, Mulia juga memberikan sejumlah informasi penting terkait program-program Pemko Medan yang saat ini tengah berjalan. (map)