Home Blog Page 1025

Bobby Nasution Harap Pengurus HIPMI Medan Lebih Aktif

GONG: Wali Kota Medan saat memukul gong sebagai simbolis pembukaan musyawarah HIPMI Medan, Jumat (27/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengharapkan agar pengurus HIPMI Medan lebih aktif nantinya, sehingga dapat mewujudkan Indonesia Emas yang direncanakan pada 2045 mendatang. Hal tersebut diungkapkannya di acara Musyawarah Cabang yang digelar di Arya Duta Hotel, Jumat (27/10/2023).

“Indonesia Emas artinya kita jadi negara maju, keluar dari pendapatan rendah. Pertanyaan berikutnya, Medan kontribusinya apa? HIPMI Medan kontribusinya apa?” tanya Bobby.

Untuk bisa mencapai Indonesia Emas, Bobby mengajak HIPMI aktifkan kembali organisasinya untuk men-support pemerintah. HIPMI harus hadir untuk sama-sama menjalankan program-program yang ditetapkan Pemerintah.

“Siapapun yang terpilih, pertama internal HIPMI Medan harus diperbaiki, kedua eksternalnya HIPMI harus berkolaborasi. Terakhir tentunya untuk mencapai Indonesia Emas sumber daya manusianya, yang salah satunya dibina organisasi, harus hidup dan harus jalan. Mudah-mudahan yang terpilih bisa membawa HIPMI lebih baik lagi,” tegas suami dari Kahiyang Ayu ini.

Bobby Nasution mengungkapkan, dari dirinya dilantik menjadi Wali Kota Medan, hingga mau pensiun, belum ada kegiatan yang dilaksanakan.

“UMKM nya maju, tapi HIPMI nya Alhamdulillah tidak,” ungkapnya.

Ketua Panitia Musda HIPMI Medan, Yurial Arief Lubis menjelaskan Musda ini adalah tahap akhir dari semua proses yang sudah dilalui. Pertama adalah pembukaan pendaftaran kandidat. Kedua, penetapan kandidat dan pencabutan nomor urut. Ketiga, debat kandidat yang beberapa pekan lalu digelar di Ball Room Focal Point Medan. Terakhir, adalah pelaksanaan Musda untuk memilih langsung kandidat Ketua Umum BPC HIPMI Medan.

“Semoga hari ini kita bisa membuat acara ini lebih optimal. Saya berpesan HIPMI ini bersaudara, banyak warna, boleh kita saling mengkritisi, tapi jangan ada perpecahan karena HIPMI ini hanya sebentar, kita perlu tetap kompak,” ujar saat memberi sambutan pada kegiatan ini.

Ketua Umum BPC HIPMI Medan, Palacheta S Subianto berharap Musda ini berlangsung dengan baik dan siapapun yang terpilih dapat bekerja sama membangun HIPMI Medan yang lebih baik.

“Silakan bertarung, jangan sampai terpecah belah dalam Musda ini. Selamat bertarung,” ujarnya singkat.

Ketua BPD HIPMI Sumut, Ade Jona Prasetyo juga menyampaikan pesan yang tidak jauh berbeda. Ia menekankan bahwa Musda HIPMI ini harus jauh dari intervensi siapapun yang berada di luar HIMPI. Ia berharap kandidat bertarung secara sehat, seperti apa yang sudah lakukan HIPMI selama ini.

“Saya tekankan gunakan cara-cara HIPMI karena HIPMI yang sekaraag tidak bisa diintervensi oleh siapapun yang bukan kader HIPMI. Karena HIPMI menjunjung tinggi arti persahabatan dan persaudaraan,” jelasnnya

Untuk diketahui, adapun yang bertarung untuk menjabat Ketua Umum HIPMI Medan yaitu, Ryalsah dan Rahmat Paruhum (ram)

Ganjar: Entaskan Kemiskinan Melalui Pendidikan

Foto: Tim Media Ganjar Pranowo PEDULI RAKYAT KECIL: Ganjar Pranowo memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung, pada Rabu (11/10).

SUMUTPOS.CO – BAKAL calon presiden (bacapres) 2024 Ganjar Pranowo menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam pemberantasan kemiskinan. Karena itu, mantan gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut mencanangkan program satu keluarga miskin satu sarjana.

“Saya meyakini, untuk menyelesaikan problem kemiskinan yang terbaik adalah dengan pendidikan. Kenapa saya bilang begitu, karena saya sendiri contohnya,”ujar Ganjar saat memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung, pada Rabu (11/10).

Ganjar menceritakan, dia yang berasal dari keluarga sangat sederhana hingga bisa berhasil seperti saat ini karena pendidikan. Kalau saja dia tidak bersekolah, maka mungkin nasibnya tidak seperti saat ini. “Nah, di situlah peran negara hadir. Bagaimana agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mengakses pendidikan dengan baik,”jelasnya.

Di hadapan ribuan mahasiswa, Ganjar memaparkan ide dan gagasannya untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, satu diantaranya terkait penghapusan kemiskinan.Ganjar berbagi pengalamannya dalam memutus kemiskinan melalui pendidikan saat menjabat sebagai gubernur Jateng.

Saat memimpin Jawa Tengah,Ganjar membuat boarding school gratis untuk warga miskin bernama SMK Negeri Jateng.”Semuanya gratis, tidur gratis, makan, sepatu, seragam, tas semuanya kami biayai. Dan yang bias masuk kesekolah itu syaratnya dari keluarga miskin,”jelasnya.

Program itu terbukti ampuh. Anak-anak miskin yang terancam tidak bisa sekolah akhirnya bisa mengenyam pendidikan. Hebatnya lagi, 100 persen lulusannya tidak ada yang menganggur.

“Mereka bekerja di perusahaan besar, ada yang di Jepang, Jerman, Korea dan lainnya. Dan mereka menjadi tulang punggung keluarga. Saya terharu ketika mereka mengatakan bisa melunasi hutang keluarga, membeli rumah, tanah dan lainnya. Mereka bisa mengangkat keluarga dari jurang kemiskinan,”ucapnya.

Untuk itu, program tersebut bisa diperluas se-Indonesia. Dia juga akan mendorong pendidikan gratis mulai PAUD hingga SMA.”Kita ingin mendorong satu keluarga miskin satu sarjana. Kalau itu bias terwujud, maka saya percaya kemiskinan bisa diselesaikan,”tegasnya.

Ganja roptimistis, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kemauan dan strong leadership dalam pengambilan keputusan.”Makanya anggaran negara harus dinaikkan dua kali lipat, system pemerintahan harus digital dan korupsi harus diberantas. Kalau itu bisa, maka anggaran negara bisa diotimalkan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya,”pungkasnya.

Sejak kali pertama berdiri pada 2014, sekolah asrama gratis khusus siswa miskin itu telah meluluskan ribuan siswa. Total sudah ada tujuh angkatan dengan 1.837 orang lulusan.Presiden Joko Widodo saat berkunjungke SMKN Jateng bahkan menginginkan konsepnya bisa ditiru dan diterapkan di daerah-daerah lain.

Sementara itu, Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikan Citra Sumut, Dionisius Sihombing, mengaku sependapat dengan pandangan yang disampaikan Ganjar Pranowo bahwa salah satu cara mengentaskan kemiskinan adalah melalui mengenyam pendidikan.

Tidak saja cukup dengan pendidikan yang tinggi, tetapi pendidikan yang menyiapkan lulusan yang terampil, kreatif, inovatif, produktif. Dalam artian, pendidikan yang bisa menjawab mengatasi kemiskinan.

“Tidak jarang juga terjadi lulusan sarjana menganggur karena tidak benar disiapkan di bangku kuliah keterampilan-keterampilan tertentu, melainkan hanya miliki pengetahuan saja,” ucap Dionisius. Untuk itu, Dionisius menilai, perlu program menyiapkannya sarjana yang kreatif, inovatif dan produktif, lewat cara memastikan calon-calon sarjana itu kelak mendapatkan pendampingan dari dunia usaha atau dunia industri. “Sarjana yang bisa menghasilkan atau bisa membuka lapangan kerja, setidaknya untuk diri sendiri, kemudian untuk orang lain,” pungkasnya. (wir/map)

27 Terduga Teroris Kelompok Anshor Daulah Ditangkap

Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Ramadhan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 17 dari 27 orang terduga teroris kelompok Anshor Daulah, ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri, Jumat (27/10). Ihwal penangkapan ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Ramadhan.

“Dari 27 tersangka, 17 orang ditangkap di wilayah Jawa Barat, sembilan orang di wilayah DKI dan satu orang di Sulawesi Tengah,” kata Ramadhan kepada wartawan dikutip JawaPos.com (grup Sumut Pos) dari Antara, Jumat (27/10).

Jenderal polisi bintang satu itu mengatakan, 27 orang terduga tindak pidana teroris tersebut merupakan anggota kelompok teroris Anshor Daulah (AD). Ramadhan merinci penangkapan para terduga teroris itu berlangsung di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sulawesi Tengah.

Penangkapan di wilayah Jawa Barat sebanyak 17 orang, yakni inisial SB, MG, DR, FM, IM, SG, AO, SM, DS, AP, JN, YR, JM, FK, R, RY, dan RS.

Kemudian sembilan orang diringkus di wilayah DKI Jakarta, yakni inisial SU, MG, SK, AH, FA, MR, AM, UE, dan UB. “Satu tersangka (ditangkap) di Sulawesi Tengah berinisial SF,” tambah Ramadhan.

Ia menambahkan 27 orang tersangka yang ditangkap tersebut merupakan anggota kelompok teroris AD yang mendukung Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). “Kelompok Anshor Daulah atau pendukung ISIS,” kata Ramadhan.

Untuk diketahui, sejak tanggal 2 Oktober 2023, tin Densus 88 Polri gencar melakukan penegakan hukum terhadap para terduga tindak pidana terorisme di sejumlah daerah. Penangkapan terduga teroris kelompok AD juga dilakukan di wilayah Nusa Tenggara Barat pada tanggal 19 dan 23 Oktober 2023.

Ada enam orang yang ditangkap, yakni inisial M, I, BH, RM, M, dan MIW. Kemudian satu orang terduga teroris dari kelompok yang sama ditangkap Densus 88 di wilayah Jawa Barat pada tanggal 5 Oktober 2023 berinisial AT. (jpc)

Armada Simorangkir: Peran Mahasiswa dan Pemuda Diharapkan Dalam Menyongsong Pesta Demokrasi

SUMUTPOS.CO – Sumpah Pemuda adalah sebuah sejarah pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di Batavia yang kini bernama Jakarta.

Dalam Kongres ini menegaskan Cita-cita akan “Tanah Air Indonesia”, “Bangsa Indonesia” dan “Bahasa Indonesia”. Setiap peristiwa sejarah selalu mewariskan nilai historis yang dapat dimaknai oleh suatu bangsa dalam menapaki kehidupan bernegaranya.

Sumpah Pemuda terbagi dari tiga butir, yakni Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa. Butir ini mengandung makna yang penting dalam mempersatukan Bangsa Indonesia. Satu Nusa menunjukkan bahwa Indonesia adalah satu kesatuan wilayah yang harus dijaga bersama.

Satu Bangsa menunjukkan bahwa meskipun berbeda suku dan budaya, akan tetapi kita adalah satu bangsa Indonesia yang harus bersatu. Sedangkan Satu Bahasa menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang harus dijunjung tinggi dan dipelajari oleh semua orang Indonesia.

Pemuda diharapkan untuk berperan dalam memperbaiki sistem tata pemerintahan di Indonesia, bukan justru sebaliknya acuh dan tak mau tahu. Memang banyak anak muda yang terdoktrin bahwa politik cenderung memiliki stigma buruk, terlebih banyaknya berita di media yang menyebutkan banyaknya kasus penyelewengan wewenang oleh oknum-oknum politik.

Dalam Pemilu, 30 persen dari total jumlah pemilih adalah Pemilih Muda (Pemilih Pemula) yang usianya rata-rata dari 17 hingga 30 tahun. Maka dari itu, kontribusi Pemuda dalam menyongsong pesta demokrasi yang sehat dalam Pemilu Serentak 2024 sangatlah diperlukan. Jangan sampai banyak Pemuda yang mengatakan bahwa dirinya tidak memilih (golput). Pemuda yang berpikir memilih golput karena menganggap semua calon sama saja merupakan kekeliruan.

Mahasiswa dan Pemuda dalam pesta demokrasi harus berdaulat dalam menentukan suatu pilihan pemimpin yang terbaik dalam menjalankan amanah dari rakyat. Masyarakat harus bijak mengetahui dan mengenali siapa yang akan dipilih dalam pesta demokrasi serentak 2024. Jangan sampai masyarakat asal memilih dikarenakan belum mengenal siapa yang akan dipilih. Untuk itulah, Mahasiswa dan Pemuda harus bersuara dalam mengidentifikasi mengenai peserta pemilu.

Armada P. G. Simorangkir selaku Ketua Cabang GMKI Pematangsiantar-Simalungun menegaskan untuk lebih jelih melihat profil peserta dalam pesta demokrasi 2024.

“Sebagai Mahasiswa maupun Pemuda harus menjadi tonggak terdepan dalam melihat profil peserta demokrasi serentak 2024. Mulai dari jenjang pendidikan dan jangan sampai ada terkena catatan kepolisian. Pemimpin kita juga harus jauh dari Narkoba. Maka, BNN sebenarnya harus dilibatkan dalam pemeriksaan test bebas Narkoba. Pemuda harus menjadi kontrol sosial dalam mengawasi jalannya pesta demokrasi.

Tolak Money Politik harus disosialisasikan dalam menuju Pemilu Serentak 2024. Berita hoax juga harus ditepis karena banyak beredar. Untuk itu, sudah saatnya Mahasiswa maupun Pemuda mengambil peran dalam pesta demokrasi ini. Sudah sewajarnya keikutsertaan Mahasiswa dan Pemuda tidak disia-siakan.

Dalam refleksi memperingati Hari Sumpah Pemuda, maka nilai-nilai perjuangan pendahulu kita haruslah diaktualisasikan menjadi refleksi nyata. Mengingat bahwa Sumpah Pemuda adalah simbol persatuan, maka diharapkan proses demokrasi di Indonesia pada Tahun 2024 harus menolak politik identitas.

Fokus pada prinsip persatuan dan inklusivitas. Penerapan politik identitas dapat mengarah pada polarisasi dan marginalisasi kelompok tertentu serta bertentangan dengan visi bangsa, harmonis dan beragam yang diusung Sumpah Pemuda”, tegas Armada Simorangkir.

“Ayo Mahasiswa dan Pemuda untuk berperan dalam mengawal setiap proses pesta demokrasi yang akan berlangsung. Minimal dengan mencari tahu rekam jejak calon pemimpin yang akan memimpin kita nantinya serta melaporkan hal-hal yang tidak sesuai dengan Perundang-undangan Pemilu. Semua itu demi tercapainya Pemilu yang berintegritas dan berdaulat”, tutup Armada Simorangkir.(rel)

Ganjar-Mahfud Komitmen Perkuat KPK Berantas Korupsi Kakap

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Tama S Langkun mengatakan, pasangan Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen untuk memperkuat KPK dalam memberantas korupsi jika menang dalam Pilpres 2024.

“KPK perlu diperkuat untuk bisa menghadapi korupsi dengan skala besar. begitu juga kepolisian dan kejaksaan,” kata Tama kepada wartawan, Jumat (27/10).

Tama menyebut Ganjar dan Mahfud juga akan memperkuat Kejaksaan dan Kepolisian. Menurutnya, KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian harus berkolaborasi dalam memberantas korupsi. “Jadi tidak bisa ketiga lembaga ini sendirian memberantas korupsi,” ujarnya.

Tama mengatakan, Kejaksaan dan Kepolisian telah memiliki infrastruktur sampai tingkat daerah. Oleh karena itu, kata dia, Ganjar dan Mahfud ingin memperkuat sinergi dan harmonisasi ketiga lembaga penegak hukum tersebut. “Maka dari itu fungsi koordinasi monitoring harmonisasi ini menjadi penting, yang ingin ditekankan adalah kolaborasi penegak hukum dalam memberantas korupsi,” katanya.

Tama mengungkapkan bahwa Ganjar-Mahfud menempatkan pemberantasan korupsi sebagai pondasi visi-misi mereka, selain digitalisasi birokrasi dan ketersediaan anggaran. Menurutnya, ini yang membedakan dengan dua pasangan capres-cawapres lainnya. “Ganjar Mahfud juga ingin mempercepat dukungan teknologi dan informasi hubungan dan penguatan KPK bersama dengan Kejaksaan dan Polri,” ujarnya. (adz)

Monkey Pox Meningkat Pesat di Indonesia, Penderitanya Lelaki Suka Lelaki

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rondonuwu

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hingga Rabu (25/10), Kementterian Kesehatan telah mendapatkan data 14 kasus monkey pox di Indonesia. Kasus ini mulai merebak pada tahun lalu. Secara global, dilaporkan jumlah kasusnya 9.123 kasus di 115 negara.

Kemarin (26/10), Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rondonuwu menyatakan, kasus monkey pox pertama di Indonesia ditemukan pada tahun lalu. Hanya satu kasus. Namun tahun ini berlipat. Di Indonesia 14 kasus konfirmasi dan dua probable,” katanya.

Selain itu ada sembilan orang dinyatakan suspek. Lalu ada 17 orang sudah diperiksa dan hasilnya negatif. Dari dua kasus probable, salah satunya tidak mau untuk diambil sampelnya. Menurut Maxi ini karena gejala monkey pox pada orang tersebut terjadi pada Agustus lalu dan sudah sembuh. “Memang ada riwayat keluar negeri tapi yang terjadi sekarang di Indonesia sudah transmisi lokal,” katanya.

“Usia paling banyak atau 64 persen berada pada kisaran 25 sampai 29 tahun,” katanya. Seluruh kasus merupakan laki-laki dan diketahui belum pernah melakukan vaksin cacar pada saat kanak-kanak. Maxi menyatakan bahwa penularan terbanyak karena kontak seksual. 12 orang dari 14 pasien diketahui sebagai lelaki suka lelaki (LSL). Lalu satu orang lainnya biseksual dan satu lagi heteroseksual.

Mengetahui fakta ini, Kemenkes lalu menggandeng komunitas yang berkecimpung pada kelompok LGBT. Menurut Maxi dengan menggandeng komunitas tersebut akan lebih mudah untuk sosialisasi, deteksi, hingga vaksinasi. “Kami siapkan 1000 dosis vaksin dengan sasaran 477 orang,” katanya.

Vaksinasi baru dilaksanakan di Jakarta. Syaratnya adalah kelompok LSL dan pernah melakukan kontak dengan penderita setidaknya dalam dua minggu terakhir. Vaksinasi sudah dimulai pada 23 Oktober.

Ketika ditanya apakah ada potensi kasus akan meledak, Maxi menyatakan sudah berdiskusi dengan epidemiologi. Dari prediksi pakar, ada potensi kejadian 3600 kasus dalam setahun. Kemenkes juga tengah memastikan virus monkey pox apa yang ada di Indonesia dengan melakukan whole genome sequencing (WGS).

Wakil Ketua Persatuan Dokter Kulit Seluruh Indonesia (Perdoski) dr Prasetyadi Mawardi SpKK menekankan bahwa penyakit ini tidak mudah menular. Tidak seperti cacar air atau chicken pox. “Penyakit ini disebabkan oleh virus jadi bisa sembuh dengan sendirinya jika kondisi tubuh bagus,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Staf Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi KSM Ilmu penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI dr Robert Sinto SpPD mengungkapkan bahwa pengobatan pasien monkey pox di Indonesia sejauh ini tidak menggunakan obat antivirus. Tidak semua pasien harus menggunakan antivirus, terutama pada gejala ringan. “Hanya kasus berat. Contohnya yang lesisnya banyak atau lebih dari 100 dan berada di daerah yang berbahaya seperti mata atau tenggorokan,” ucapnya.

Orang yang sudah divaksin, menurut Sinto, akan mengurangi potensi keparahan monkey pox. Contohnya luas dan banyaknya lesi tidak sebanyak yang belum divaksin. “Vaksin efektif untuk yang belum kontak maupun telah kontak dengan pasien positif monkeypox,” ujarnya. (lyn/jpg)